Perjalanan, Pengalaman, & Pemahaman Permainan Terindah

  • Niac Mitra vs Arsenal 2-0: Gara-gara Udara Panas dan Lapangan Buruk?

    Niac Mitra mengukir kenangan indah di depan ribuan penggemarnya di Stadion Gelora 10 November ketika sore kemarin agak di luar dugaan menaklukkan klub kenamaan Inggris, Arsenal, dengan kemenangan mutlak 2-0.

  • Mino Raiola, Antara Mulut Besar Donald Trump dan Keberingasan Al Capone

    Dalam rimba transfer internasional dunia, ketika akan terjadi deal antara pemain, agennya, dan wakil klub, biasanya pertemuan terjadi di restoran mahal tertutup, lobi hotel mewah bahkan di kamar tertutup. Namun khusus kepada orang yang satu ini sulit terlaksana.

  • Stan Kroenke: Kapitalis Pemuja Wenger

    Sosoknya kaku, irit bicara, pelit senyum apalagi sampai tertawa terpingkal-pingkal. Tak salah kalau pers Inggris menjulukinya the silent man atau si pendiam. Sorot matanya tajam, gerak-geriknya tanpa ekspresi, pikirannya selalu fokus tanda suka berpikir sesuatu yang menarik minat. Suasana hatinya dingin, barangkali sedingin darahnya, dan kelihatannya orang ini rada susah untuk dijadikan teman atau sahabat.

  • Angela Merkel: Wanita Terkuat di Dunia

    Kiprah nyonya besar yang satu ini tak sampai begitu. Tapi pelampiasannya unik. Satu gerakan moral Angela Dorothea Merkel, Kanselir Jerman sejak 2005, yang jadi hobi dan habit sebab sering dilakukan adalah nyelonong ke kamar ganti pemain!

  • Roger Daltrey: Semangat Highbury Highs

    Malam hari penghujung April 2006, Roger Harry Daltrey tak kuasa menahan kenangan masa lalu. Memori kejayaan bersama Pete Townshend, John Entwistle dan Keith Moon saat mengusung aliran progressive rock lewat band The Who di era 1970-an, kerap kali campur aduk dengan era keemasan The Old Double.

  • Persija, Inspirasi dari Soempah Pemoeda

    Berkat sejarahnya, dominasi Persija di blantika nasional tak pernah lekang dimakan waktu. Catatan fenomenal juga ditorehkan klub berlambang Monas sebagai satu-satunya klub dengan rekor tak pernah terkena degradasi sejak debut pada 1931.

  • Asal Muasal Tiqui-Taca, Sepak Bola Bergaya Geometri

    Medio 1980-an, ketika masih masa anak-anak, kata-kata yang kini dikenal dengan tiki-taka sebenarnya sudah sering dihebuskan para komentator Indonesia dalam beberapa acara siaran langsung Piala Dunia atau Piala Toyota di TVRI. Satu yang paling rajin menurut saya adalah Eddy Sofyan. Dia suka menyebutnya dengan ‘tik-tak’ yang berkonotasi umpan-umpan pendek, permainan tek-tok layaknya karambol atau ding dong.

Nicky Barmby: Akhirnya Masuk Tim Nasional

Tidak salah kalau Gerry Francis, pelatih Tottenham Hotspur, cepat-cepat mengikat Nick Barmby untuk bermain di klubnya untuk lima tahun ke depan. Sebab, semakin hari Barmby terus meroket. Ahad lalu umpamanya, gol maut ia ciptakan lewat sundulan ke gawang Blackburn Rovers, melengkapi kemenangan Spurs 3-1 atas calon juara Liga Inggris itu.

Nicky Barmby: Akhirnya Masuk Tim Nasional

“Ia bintang masa depan kami,” ujar Francis tentang Barmby. Yang dipuji balik menyanjung sang pelatih. “Kedatangan Francis ke Spurs membuat suasana menjadi lebih bergairah,” balas Barmby. Sejak ditangani Francis, Hotspur kian perkasa. Banyak pengamat menilai, kesuksesan itu adalah berkat pendekatan yang tepat dari Francis kepada pemain lokalnya.

Maklum sewaktu dipegang Osvaldo Ardilles, ketergantungan Lilywhites pada pemain asingnya sangat tinggi. “Semoga posisi Tottenham menjadi lebih baik,” ujar Barmby lagi. Ia bukan asal omong, sebab hengkangnya penyerang Rumania Ilie Dumitrescu, yang hanya bermain beberapa bulan di Spurs, menunjukkan ketidakharmonisan tim saat dipegang pelatih asal Argentina itu.

Apalagi mengingat pengurangan enam nilai oleh FA di musim depan yang semakin membebani perjuangan Spurs untuk menempati posisi setinggi mungkin di akhir musim ini. Namun Barmby enggan untuk menyalahkan Ardilles, yang dipecat November 1994 oleh pemilik Spurs Lord Alan Sugar.

Padahal dia sering dibangku-cadangkan. “Hal seperti ini biasa terjadi pada klub lain. Ardilles mungkin menghadapi tekanan yang luar biasa akibat pengurangan nilai oleh FA,” kata gelandang yang akan berusia 21 tahun pada 18 Februari.

Masuk Timnas

Barmby sudah pantas dikukuhkan sebagai salah satu pilar kekuatan Spurs selain Juergen Klinsmann, Darren Anderton, dan Teddy Sheringham. Karier Barmby terbilang cepat melesat, menyaingi pamor Anderton atau Sheringham, setekah membela Inggris U-21 di Piala Dunia junior 1993 di Australia. Kiprahnya bersama Chris Bart-Williams (Sheffield Wednesday) mendapat pujian pengamat dan media massa di Inggris.

“Mereka mewakili penyerang-penyerang masa depan Inggris,” sebut Graham Taylor, pelatih nasional senior Inggris. Di mata Francis, meroketnya permainan Barmby melahirkan situasi yang bisa menguntungkan timnya. “Dia harus terus berani bersaing dengan Sheringham dan Anderton,” harapnya.

Roda berputar ke atas. Oleh Francis, dia sangat diharapkan. Sementara di era Ardilles, namanya hampir tenggelam. Ardilles selalu mengandalkan Klinsmann di lini depan meskipun sudah kesulitan untuk mencetak gol atau mendapat peluang. Ia tidak berani ambil risiko dengan mencoba Barmby sebagai starter misalnya. Padahal meski lebih banyak jadi cadangan, Barmby sanggup mengoleksi 11 gol di musim lalu.

Nick Barmby adalah anak dari Jeff Barmby, seorang pemain yang hanya pernah membela klub kecil Scarborough di era 1970-an. Sepak terjang Barmby menjadi pemain bagus sudah terasa ketika terpilih menjadi salah satu yang terbaik untuk lulus seleksi di akademi sepak bola yang diadakan FA. Spurs kemudian tertarik dengan bakatnya, yang kemudian memasukkannya ke dalam tim junior mereka.

Pada Maret 1991, tepat di usia 17, Barmby menandatangani kontrak profesional pertamanya di White Hart Lane. Enam bulan kemudian dia bikin debut saat Spurs menjamu Sheffield Wednesday. Apa yang terjadi saat itu cukup mencengangkan sebab Barmby langsung mencetak dua gol! Para pemandu bakat dari FA, yang bekerja untuk tim nasional, segera memanggilnya untuk memperkuat tim U-21 untuk menghadapi Turki.

Sundulannya ke gawang Tim Flowers, Ahad lalu, semakin melempangkan karier Barmby ke depan. Gara-gara gol indah itu, pelatih nasional Terry Venables menyatakan kepada pers akan memanggil pemain berzodiak Aquarius ini. “Penampilannya luar biasa, ia pantas masuk tim nasional,” kata Venables yang menyaksikan langsung laga tersebut.

Selain Barmby, rekan seklubnya yang juga bersama-sama di timnas U-21, Sol Campbell, juga dipanggil Venables. Artinya dari laga Tottenham vs Blackburn itu saja, dia memanggil tiga pemain baru setelah kapten The Rovers yang berambut gondrong, Tim Sherwood, juga ikut diundang sebagai persiapan ujicoba vs Irlandia di Dublin, 15 Februari mendatang.

“Semua pemain di Inggris amat bangga jika dapat memperkuat negaranya,” komentar Barmby. Berbahagialah Barmby, sebab pemanggilannya ke tim nasional, bisa dibilang sebagai sebagai kado ulang tahunnya yang ke-21 pada 11 Februari ini. Selamat!

Muda Dan Mempesona

Selain Nick Barmby, Inggris masih memiliki banyak pemain muda. Bahkan Inggris diramal akan mempunyai barisan depan yang tangguh di masa mendatang. Berikut beberapa pemain muda Inggris lainnya:

Jamie Redknapp (Liverpool)

Gelandang menyerang berusia 21 tahun (25 Juni 1973). Dipercaya pelatih Liverpool, Roy Evans, sebagai andalan baru lini tengah selain John Barnes. Jamie memulai karier di Bournemouth. Ciri khas permainannya adalah agresif karena punya naluri menyerang yang tinggi. Dia adalah salah satu idola di Liga Inggris selain Ryan Giggs. Kinerjanya bersama Robbie Fowler di Liverpool amat menyatu, sehingga menjadi titik kekuatan di depan. Keistimewaan lain pria setinggi 183 cm dan berat 62 kg ini adalah daya jelajahnya yang tinggi serta kepandaian membaca permainan.


Darren Anderton (Tottenham Hotspur)

Pemain nasional Inggris sejak era Terry Venables. Di Spurs dia adalah pemilik sayap kanan abadi. Kemampuan individunya bagus dan mempunyai daya tahan yang prima hingga akhir pertandingan. Gaya permainannya mengingatkan orang pada Brian Laudrup, pemain nasional Denmark. Anderton lahir di Southampton, 3 Maret 1972 dan memulai karier di klub Portsmouth. Pria 185 cm/65 kg ini punya naluri menyerang yang tinggi dan dipatok sebagai spesialis set-piece bagi Spurs.



Chris Sutton (Blackburn Rovers)

Striker berharga 15,5 milyar ini ditransfer dari Norwich City, awal musim kompetisi 1994/95. Dalam tiga tahun terakhir selalu masuk daftar top skorer Liga Inggris. Tajam, gesit, serta berinsting predator di depan gawang. Pemain kelahiran 10 Maret 1973 ini adalah mantan kapten tim nasional Inggris U-21. Debutnya di Premier League dimulai saat berusia 17 tahun.





Nicky Butt (Manchester United)

Debutan baru yang berasal dari tim junior (U-21) yang sering bermain dari bangku cadangan. Keistimewaan bertinggi berat 178 cm/57 kg pintar mencari posisi dan melakukan penetrasi ke pertahanan lawan. Dilahirkan di Manchester 21 Januari 1975, Butt berposisi sebagai gelandang tengah.





Robbie Fowler (Liverpool)

Calon pembunuh berdarah dingin di depan gawang lawan sehingga pantas menjadi andalan baru Three Lions di masa depan. Tingginya cuma 170 cm namun Fowler sangat efektif memanfaatkan peluang sekecil mungkin. Tendangan kaki kanannya amat keras. Striker kelahiran Liverpool 9 April 1974 ini sudah mencetak 26 gol di musim ini sehingga Liverpudlian mulai melupakan Ian Rush. Dia amat loyal terhadap klub kota kelahirannya.





(foto: keyword-suggestions/dreamteamfc/dailymail)

Share:

Kena Jebak Karena Teler

Pada akhir Januari lalu, penahanan SIM bintang top Genoa Tomas Skuhravy, oleh polisi telah berakhir. Ada apa? Begini. Pertengahan Januari, waktu itu Senin pukul 03.40 dinihari, striker dari Republik Czek itu kena razia sepulangnya dari pesta. Saat itu dia sedang bersama John Van’t Schip (Belanda) serta dua pemain asing lainnya asal Padova, Alexi Lalas (AS) dan Michael Kreek (Belanda).

Mobil yang dikendarai Skuhravy dihentikan patroli jalan raya. Alasannya, selain ngebut diduga ia menyetir ngaco sebab dalam kondisi teler. Karena dilihat-lihat mabuk dan ‘bau naga’ digiringlah mereka ke pos polisi. 

Gawatnya, Skuhravy pakai ngotot dan protes! Wah. “Saya nggak mabuk. Saya memang minum anggur, tapi itu sedikit dan tidak sampai teler kok,” begitu dia berkilah di depan interogator yang hampir pasti bukan tifosi Genoa ini. Namun tetap saja ia ditilang. Polisi membujuk secara baik-baik agar Skuhravy mengakui kesalahannya sembari memberikan surat tilang setelah menahan SIM-nya. 

Singkat kata, penyerang tim nasional Czek yang gondrong serta tinggi besar itu rupanya salah mengerti karena menganggap penilangannya bukan karena perkara menyetir mobil sambil teler. Merasa nama besarnya sebagai sebagai salah satu pesepak bola top di Eropa tetap aman, dia pun ngeloyor pergi. 

Namun akhirnya Skuhravy tahu, ia telah dikelabui polisi. Ketika ditanyakan oleh para wartawan setelah mengambil SIM-nya kembali, Skuhravy beralasan begini, “Saya menerima tilang itu karena tadinya polisi itu menulis dengan istilah yang saya tidak mengerti artinya. Saya pikir artinya bukan mabuk. Maka saya terima saja.”

Kena Jebak Karena Teler

Omong-omong, apa yang ditulis polisi? Si petugas, yang barangkali tifosi Sampdoria itu, menuliskan kata ebrezza. Sedang kata umum untuk mabuk yang dikenal Skuhravy adalah ubriaco. Padahal keduanya punya makna yang sama, yakni mabuk! Alamak…Ini pelajaran penting buat Skuhravy agar memperdalam lagi perbendaharaan kata-kata dalam bahasa Italia-nya untuk ‘modal’ ke depan. Di sisi lain cara, alasan serta siasat polisi saat itu benar dan patut dipuji, mana ada orang yang mabuk mengakui kalau dirinya mabuk ketika ditanya. Wong lagi teler. Iya nggak? Bravo pak polisi kalau begitu!

Sindiran Ala Italia

Melempemnya Dennis Bergkamp di Inter banyak dinilai oleh pengamat bukan karena cedera atau tidak berada dalam kondisi prima. Akan tetapi akibat tidak pernah bermain sungguh-sungguh alias setengah hati. Tidak cocokkah dia di Inter?

Bukan. Yang pasti dia ternyata takut cedera, setidaknya takut patah kaki! Bayangan betapa sadisnya sepak bola Italia telah membatu di hatinya, apalagi kini dilakoninya, benar-benar berpengaruh. Gejala lainnya adalah dia agaknya tidak percaya dengan sistem perwasitan di negeri pizza. Contohnya sudah ada. 

Ketika klubnya menggelar laga melawan Novara (Serie C2), yang berakhir 2-0, Bergkamp menyatakan seusai babak pertama kepada wartawan bahwa ia tidak mau melanjutkan pertandingan lantaran lawannya itu bermain keras. Kemudian ia juga mengatakan bakalan tidak tampil dalam laga Serie A melawan Sampdoria dengan dalih tidak dalam kondisi fit.

Sepertinya ia menafikan dirinya yang disorot dunia sebagai salah satu calon bintang besar dan berharga mahal. Namun baru baru ini Bergkamp kena batunya. Apa karena ancaman? Tidak. Dipaksa? Sama sekali bukan. Yang pasti ia kena sindir! Bukan sembarang sindir, ini sindiran ala Italia.

Rupanya ia langsung ‘marah’ sekaligus risih oleh judul headline harian olah raga Corriere dello Sport Stadio yang ditulis besar-besaran: “Bergkamp Si Raja Kelinci!” Sebagai salah satu pemain top dunia harga dirinya terusik dengan judul yang meremehkan itu. Selain itu tentu saja dia merasa malu hati dan sadar akan sikapnya selama ini.

Mamma mia, sindiran ala Italia ternyata memang maut karena sanggup melunakan kekerasan hati orang seperti Bergkamp. Tapi, tahukah Anda arti sindiran itu? Buat orang Italia, hewan yang namanya kelinci, secara figuratif melambangkan orang yang pengecut, tidak punya nyali. Nah, kena rupanya!

(foto: it.wiki/zmnapoli)

Share:

Menguji Ketangguhan Bosnich

Jalan menuju kesuksesan memang penuh rintangan. Ini yang sekarang dialami juara bertahan Manchester United dalam kiprahnya pada kompetisi Liga Utama Inggris tahun ini. Sabtu (4/2) malam, tim yang sedang goncang akibat kasus Eric Cantona, akan menjamu Aston Villa di Stadion Old Trafford. Bagaimana peluang United? Amat besar.

Hampir pasti, pasukan yang kini dikapteni Steve Bruce itu akan memetik kemenangan meski akan mendapat perlawanan keras dari The Villans yang permainannya diotaki kapten Irlandia, Ray Houghton. 

Alex Ferguson, meski kini sedang kalut karena harus kehilangan Cantona sampai akhir musim, boleh dibilang punya pikiran dan rencana jangka panjang yang matang setelah membeli Andy Cole 7 juta pound dari Newcastle United di awal tahun ini.

Tanpa Cantona sebagai playmaker pun, sebenarnya dia tak perlu khawatir mengingat tongkat komando kini diambil alih Paul Ince, yang sudah pulih kembali, dan siap mengalirkan bola ke Cole atau Ryan Giggs. Bukti sudah ada. Ketika Sabtu lalu mereka menenggelamkan klub divisi dua Wrexham 5-2 pada babak keempat Piala FA. 

Tiga hari sebelumnya, di pekan ke-26 Premier League di Selhurst Park, London, yang diwarnai oleh pertandingan bermasalah, drama akbar tendangan Kung Fu Cantona, mereka ditahan 1-1 oleh tuan rumah Crystal Palace.

Kredit lainnya bagi United, jika mengalahkan Villa, maka mereka akan menghidupkan lagi persaingannya dengan Blackburn Rovers, yang baru keesokan harinya menemui lawan kuat Tottenham Hotspur di White Hart Lane. Kalau The Rovers kandas, maka kian terbukalah peluang United mengambil alih klasemen sementara sekaligus mempertahankan gelarnya.

Menguji Ketangguhan Bosnich

Namun Villa pun punya misi tersendiri, seiring sejalan dengan makin tajamnya striker utama mereka, Dean Saunders. Didukung oleh bek yang rajin naik ke depan, Steve Staunton, dan juga Roy Atkinson, Saunders siap menggedor jantung pertahanan United yang dikawal duet Steve Bruce-Gary Pallister. Satu hal yang rada melegakan buat The Villans adalah gawang mereka dikawal oleh kiper Australia yang cukup tangguh, Mark Bosnich.

Keinginan mereka untuk menaikkan posisi 15 di klasemen sementara juga jadi tujuan utama misi mereka datang ke Old Trafford. Aston Villa tidak mau terjerumus terlalu lama di deretan bawah yang amat riskan terkena degradasi. Kebangkitan mereka ini perlu diwaspadai United, mengingat di pekan sebelumnya mereka sukses menggebuk Tottenham Hotspur 1-0 di Villa Park.

(foto: socceroos)

Share:

Cara Menendang Bola

Kini kita belajar tentang cara menendang bola. Anda bisa melakukannya dengan sepatu bola yang lama (sepatu khusus latihan). Ketika masih kecil, saya cukup melakukannya dengan sepatu usang. Sepatu tak menjadi masalah. Yang penting adalah bagaimana otot kaki menjadi terbiasa menendang dengan sepatu.

Cara Menendang Bola

Anda juga bisa berlatih di jalanan dengan menggunakan sepatu untuk sekolah (kets). Diagram berikut memperlihatkan bagaimana menendang bola melambung dan mendatar, yang tujuannya untuk mengumpan atau mencetak gol dengan menggunakan sepatu bagian luar atau dalam.

Menyepak bola dengan keras, gunakanlah bagian dalam kaki (bonggol kaki), hingga kaki tersebut lurus memanjang. Ini bisa dilakukan dengan berlari atau membawa bola terlebih dahulu. Yang harus diperhatikan adalah topangan kaki sebelahnya harus kukuh. Gerakan kaki untuk mengambil tendangan sudut seperti sedang menendang bola jarak jauh, namun angkatan kaki lebih tinggi lagi.

Gunakan bagian samping dalam kaki jika ingin melob bola. Tendanglah bola pada bagian bawahnya, jika ingin melambungkan bola atau menendang jarak jauh. Syarat lainnya dalah kaki yang satunya ditekuk agak dalam. Jika ingin menendang dengan segala posisi, anggap saja bola dalam keadaan diam.

Perasaan Anda harus seperti halnya menyepak bola-bola mati. Gunakan kedua kaki jika berlatih. Ada baiknya berlatih dengan memakai sepatu untuk kaki yang lemah dan sandal untuk kaki yang kuat. Tips khusus: Untuk mencapai hasil terbaik, jika menendang rapatkanlah jari-jari kaki. Untuk lebih mendapatkan hasil, pakailah tiang gawang kecil sebagai sasaran. Dengan begitu Anda dapat merasakan hasil latihan dari hari ke hari.

Sebagai awal, yang perlu ditekankan adalah bukan kuatnya tendangan, tetapi akurasi yang didukung oleh konsentrasi. Dan jangan lupa, berlatihlah dengan beberapa teman, untuk mendapatkan variasi tendangan.

(foto: wikihow) - Disarikan dari buku Soccer Skills with Gazza

Share:

Kurang Jam Terbang dan Sponsor

Akibat terlalu banyak ngendon di dalam negeri, dua pecatur Indonesia, GM Edhi Handoko dan FM Ruben Gunawan, menemui kegagalan dalam pertandingan internasional pertama yang mereka ikuti tahun ini. Padahal turnamen grandmaster yang berakhir 18 Februari 1995 lalu di Dhaka, Bangladesh itu hanya berkategori rendah.

Tak bisa dipungkiri lagi kurangnya jam pertandingan internasional yang dilakukan di luar negeri menjadi biang keladi permasalahan. Beberapa pecatur Indonesia, kecuali GM Utut Adianto merasakan hal ini, tanpa bisa berbuat banyak. Sudah sepantasnya PB Percasi memikirkan bagaimana cara menggilir pecatur nasional tanding keliling ke luar negeri.

Kurang Jam Terbang dan Sponsor
GM Edhi Handoko




Edhi, yang merebut gelar terhormatnya pada Kejuaraan Catur Gunadarma Internasional di Hotel Dai-Ichi, Jakarta, April tahun lalu, hanya menempati urutan keenam dengan angka 6,5 MP dari 13 babak. Edhi gagal menyelamatkan pamor dan reputasi Indonesia sebagai salah satu negara catur terkuat di kawasan Asia. "Ini sesuai dengan unggulan turnamen yang menempatkan saya di posisi keenam. Saya pikir persiapan keras yang dilakukan sudah cukup, namun mereka rupanya jauh lebih keras lagi," ujar Edhi dengan jujur.

Pencapaian pecatur tuan rumah MI Refeat Bin Satar justru lebih mengejutkan sebab berhasil menempati urutan empat. "Pokoknya (dari Bangladesh) saya dapat pelajaran berharga. Itu yang penting," ucap Edhi setengah klise. Ruben Gunawan malah lebih parah lagi. Sebagai salah satu sekondan GM Utut Adianto, hasil ini tentu mengecewakan. Boro-boro meraih target yang diberikan Percasi, prestasi Ruben malah memalukan sebab menempati urutan 13 dengan nilai 5 MP. Ada masalah apa Ben?

"Konsentrasi terganggu akibat menu makanan di sana yang tidak cocok dengan lidah saya," kata Ruben memberikan salah satu alasan kegagalannya. Oleh Percasi, Ruben awalnya dibebani target untuk meraih norma Master Internasional.

Pada kejuaraan catur yang hanya berkategori IX FIDE atau rata-rata elo rating berkisar 2.451-2.475 itu, mahkota juaranya direbut pecatur Inggris, GM Mark Hebden (2.550) dengan merenggut nilai tertinggi 11 MP. Berturut-turut di bawahnya GM Mikhail Krasenkov (Rusia, 2.575) dan GM Gregory Serper (Uzbekistan, 2.585).

Perlu Sponsor

Ketatnya peta kekuatan catur Asia sebenarmya sudah diantisipasi oleh PB Percasi. Bekerja sama dengan Sekolah Catur Enerpac, organisasi catur seluruh Indonesia ini mengirim pecatur nomor wahid Indonesia GM Utut Adianto ke Eropa dan AS. Hasilnya bisa terlihat dari masuknya Utut sebagai 100 pecatur elite dunia, tepatnya di urutan 78, setelah elo ratingnya melonjak menjadi 2.585.

Hasil lebih kompleks terlihat ketika pada Olimpiade Catur ke-31 di Moskow, awal 1995 lalu, secara mengejutkan Indonesia masuk 28 besar dunia. Posisi ini naik 12 tingkat dari dua tahun sebelumnya. "Sudah seharusnya Edhi ada yang mensponsori minimal dari BNI. Dia kan bermain di klub itu," kata Ketua bidang Luar Negeri PB Percasi, Dr. Max Arie Wotulo, menanggapi kegagalan Edhi.

"Kegagalan Edhi pada turnamen itu disebabkan oleh kurangnya persiapan yang dilakukan," tambah Sekjen Percasi, Djamil Djamal. Bagi setiap pecatur, latihan dan persiapan memang harus ada muaranya. Selain mengikuti pertandingan kategori internasional, mereka juga butuh sponsor minimal seperti yang dilakukan Enerpac pada Utut. Ayo, siapa yang berminat?

(foto: S. Hartono)

Share:

Inter Itu Seekor Anjing!

“Saya telah kehilangan Inter dan ini tidak bercanda,” ungkap Presiden FC Internazionale Milano, Ernesto Pellegrini, dengan memelas di markas latihan Pinetina, Sabtu lalu. Hal itu diungkapkan sendiri di hadapan para wartawan yang berkumpul di sana pada waktu makan siang sebelum mereka berangkat bersama-sama dengan bus menuju Padova. Wartawan hanya cengengesan mendengar ucapannya.


Inter Itu Seekor Anjing!

Apakah ini joke baru gaya Pellegrini? Para jurnalista kian terkesima mengingat ia memang sudah tidak disukai dan kiranya akan mengundurkan diri. Maklum klub berjuluk Nerazzurri ini sedang mengalami krisis prestasi dan keuangan.

Pikiran wartawan lain lagi. Ini bisa menjadi berita besar yang diucapkan oleh orangnya sendiri. Selama ini mereka menunggu pernyataan resmi. “Saya amat sedih, tolonglah saya.” Tapi sebelum para wartawan bertanya lebih lanjut, Pellegrini malah melanjutkan, “Jadi kalian tidak mengerti? Saya benar-benar kehilangan Inter! Sejak tiga hari lalu ia kabur dari rumah saya.”

Deretan wartawan pun melongo. “Inter yang saya maksud adalah anjing saya,” jelas Pellegrini sambil tersenyum deras. Jelas saja mereka dongkol. Entah kualat pada mereka, sehari kemudian secara mengejutkan Inter kalah 0-1 dari Padova. Wah bisa dipastikan Pellegrini sekarang ikut-ikutan dongkol.


Rumah Batistuta Dijebol

Biasa menjebol, sekarang malah dijebol. Gabriel Batistuta ternyata mengalami nasib yang sama dengan Paul Gascoigne dan Daniel Fonseca. Sama-sama korban penggarongan. Sama-sama korban penggerayangan dan penjebolan rumah. Padahal tempat tinggal Bati di Fiesola, pinggiran Firenze, yang diketahui tidak sepi karena dekat dengan markas latihan Fiorentina.

Celakanya, kejadian itu baru diketahui ketika dia baru pulang dari Arab Saudi. Menurutnya, ketika melapor pada polisi setempat, para pencuri itu masuk melalui jendela, merusak lubang kunci, lalu langsung naik ke kamar tidur. Di sana mereka menggasak harta Bati senilai 30 juta lira atau sekitar Rp 45 juta.

“Tapi aneh, mereka sama sekali tidak menyentuh hadiah-hadiah Natal dan mainan anak saya, Thiago, yang berserakan di lantai bawah. Padahal itu barang-barang mahal lho,” lanjutnya. Bak orang Jawa, Bati kemudian berujar. 

“Untungnya lagi mereka tidak mengutak-atik piala dan medali saya. Tapi saya juga yang salah. Sebelum meninggalkan rumah, saya tidak memasang alarm pengaman dan istri saya tidak menyimpan perhiasannya di brankas,” tutur Bati. Sudahlah, anggap saja itu sedekah yang dipaksakan. Betul Bat, rezeki lain nanti juga datang.


Rekor Baru Serie A

Setengah putaran kompetisi Serie A telah berakhir Rabu pekan lalu dengan partai tunda Torino vs Juventus. Pemberlakuan aturan baru, nilai tiga untuk kemenangan ternyata sangat berpengaruh. Bandingkan saja data berikut ini.

Pada musim 1993/94, total gol 354 (211 di kandang dan 143 tandang). Kemenangan di kandang 71, seri 49, dan tandang 33. Total penalti 51 (40 sukses dan 11 gagal). Seri 0-0 sebanyak 22, bunuh diri 14, dan kartu merah 54 buah.

Perubahan yang terjadi pada nilai kemenangan mengangkat produktivitas gol sedemikian tingginya. Lihat data berikut: total gol 372 (235 di kandang dan 137 tandang). Kemenangan di kandang 78, seri 46, dan menang tandang 29. Total penalti 45 (35 sukses dan 10 gagal). Seri 0-0 sebanyak 16 kali, bunuh diri (11) dan kartu merah 60).

Jadi perbandingan keduanya adalah sebagai berikut jumlah gol bertambah 18 (padahal baru setengah musim), menang di kandang naik 7, dan kartu merah 6 buah. Lainnya, penalti berkurang 6, bunuh diri 3, menang di luar 4 kali dan seri 0-0 berkurang 6 kali.

(foto: gruppopellegrini/zmnapoli)

Share:

Berkah Gol Di Hari Ulang Tahun Hagi

Sekitar 79.000 pasang mata di Stadion Camp Nou, Ahad lalu, menjadi saksi aksi kegemilangannya. Pemain bernomor 10 ini jelas menjadi bintang pekan ini saat Barcelona menggulung tamunya, Sporting Gijon dengan 3-1 pada laga ke-20 Divisi Satu Liga Spanyol. Saat itu pula Gheorghe Hagi merasakan harinya begitu indah, karena hadirin sebanyak itu memberi tepukan panjang.

Berkah Gol Di Hari Ulang Tahun Hagi
Ada apa? Apakah hanya ia yang bermain gemilang? Sebenarnya tidak, karena upaya pemain lain tentu tak bisa dikesampingkan begitu saja. Namun bukti terlihat. Irama permainan Barcelona murni berada di tangannya, walau masih ada Ronald Koeman dan Hristo Stoichkov.

Tampaknya Hagi memang sedang menemukan bintangnya. Apalagi begitu laga usai, penonton sontak melakukan standing ovation dan aplaus panjang untuk Hagi. Usut punya usut, ternyata di hari itu, 5 Februari, adalah hari ulang tahunnya yang ke-30. Wow, sungguh berkesan.

Bukan kebetulan pula kalau Hagi malah memberi hadiah kepada Barcelona, bukannya diberi hadiah, dengan mencetak gol pertama, gol penyama kedudukan setelah Barca tertinggal 0-1. Penyerang bertinggi badan 174 cm ini juga berinspirasi besar bagi terciptanya kedua gol yang buat Javier Eschaich (71) dan Ivan Iglesias (85).

Berkah Gol Di Hari Ulang Tahun Hagi
Apakah karena ber-ultah ia bermain apik? Tidak juga. Malah kabarnya dia tidak mengingat hari spesial itu. Yang diingat legenda hidup terbaik bangsa Rumania di lapangan bola ini justru selalu teringat terus nasihat rutin Johan Cruijff seperti selalu bermain lugas, kontributif, dan tajam. Sebisa mungkin dia menjalaninya dengan baik. 

Yang patut disayangkan dari Hagi hanya satu, dia terbilang terlambat untuk bertemu langsung dengan sang maestro Belanda tersebut. Namun hidup terus berjalan. Hagi kini menikmati sisa kariernya di Barcelona, yang sekarang masih bertengger di posisi ketiga. Di atasnya masih bertengger dua pesaing terbesarnya, Deportivo La Coruna dan Real Madrid. 

Setelah Romario Faria menghilang, tampaknya Cruijff akan menjadikan Hagi sebagai penerusnya, sebagai mesin gol kedua Barcelona, selain penjamin pasokan gol untuk sang finisher utama Hristo Stoichkov.

(foto: pinterst/sport.ro)

Share:

Artikel Populer

Maurizio Sarri: Tantangan Baru Si Mantan Bankir

Buat tifosi Napoli yang militan dan fanatik, begitu melihat jagoannya cuma meraup dua poin dari tiga laga jelas bikin dongkol selain gundah...

Arsip

Intermeso

Wawancara

Arsip

Artikel Terkini