Perjalanan, Pengalaman, & Pemahaman Permainan Terindah

  • Niac Mitra vs Arsenal 2-0: Gara-gara Udara Panas dan Lapangan Buruk?

    Niac Mitra mengukir kenangan indah di depan ribuan penggemarnya di Stadion Gelora 10 November ketika sore kemarin agak di luar dugaan menaklukkan klub kenamaan Inggris, Arsenal, dengan kemenangan mutlak 2-0.

  • Mino Raiola, Antara Mulut Besar Donald Trump dan Keberingasan Al Capone

    Dalam rimba transfer internasional dunia, ketika akan terjadi deal antara pemain, agennya, dan wakil klub, biasanya pertemuan terjadi di restoran mahal tertutup, lobi hotel mewah bahkan di kamar tertutup. Namun khusus kepada orang yang satu ini sulit terlaksana.

  • Stan Kroenke: Kapitalis Pemuja Wenger

    Sosoknya kaku, irit bicara, pelit senyum apalagi sampai tertawa terpingkal-pingkal. Tak salah kalau pers Inggris menjulukinya the silent man atau si pendiam. Sorot matanya tajam, gerak-geriknya tanpa ekspresi, pikirannya selalu fokus tanda suka berpikir sesuatu yang menarik minat. Suasana hatinya dingin, barangkali sedingin darahnya, dan kelihatannya orang ini rada susah untuk dijadikan teman atau sahabat.

  • Angela Merkel: Wanita Terkuat di Dunia

    Kiprah nyonya besar yang satu ini tak sampai begitu. Tapi pelampiasannya unik. Satu gerakan moral Angela Dorothea Merkel, Kanselir Jerman sejak 2005, yang jadi hobi dan habit sebab sering dilakukan adalah nyelonong ke kamar ganti pemain!

  • Roger Daltrey: Semangat Highbury Highs

    Malam hari penghujung April 2006, Roger Harry Daltrey tak kuasa menahan kenangan masa lalu. Memori kejayaan bersama Pete Townshend, John Entwistle dan Keith Moon saat mengusung aliran progressive rock lewat band The Who di era 1970-an, kerap kali campur aduk dengan era keemasan The Old Double.

  • Persija, Inspirasi dari Soempah Pemoeda

    Berkat sejarahnya, dominasi Persija di blantika nasional tak pernah lekang dimakan waktu. Catatan fenomenal juga ditorehkan klub berlambang Monas sebagai satu-satunya klub dengan rekor tak pernah terkena degradasi sejak debut pada 1931.

  • Asal Muasal Tiqui-Taca, Sepak Bola Bergaya Geometri

    Medio 1980-an, ketika masih masa anak-anak, kata-kata yang kini dikenal dengan tiki-taka sebenarnya sudah sering dihebuskan para komentator Indonesia dalam beberapa acara siaran langsung Piala Dunia atau Piala Toyota di TVRI. Satu yang paling rajin menurut saya adalah Eddy Sofyan. Dia suka menyebutnya dengan ‘tik-tak’ yang berkonotasi umpan-umpan pendek, permainan tek-tok layaknya karambol atau ding dong.

Tampilkan postingan dengan label Bola Basket. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bola Basket. Tampilkan semua postingan

NBA Mania 1994-1995: Melihat Dari Dekat Aksi Superstar

Dari dulu arena NBA selalu melahirkan persaingan sengit di dalamnya, baik antartim maupun pemain bintang. Masih ingat perseteruan seru Boston Celtics dengan Los Angeles Lakers di pertengahan 1980-an? Di mana persaingan Magic Johnson (Lakers) dan Larry Bird (Boston) begitu mengemuka ke seluruh dunia.
NBA Mania 1994-1995: Melihat Dari Dekat Aksi Superstar
Duet maut: Michael Jordan-Scottie Pippen vs Shaquille O'Neal-Penny Hardaway.

Jauh sebelumnya, di dekade 1960-an hingga 1970-an, persaingan klasik antara Bill Rusell (Boston) dan Wilt Chamberlain (Philadelphia) juga memuncak di kompetisi NBA. Masih dalam taraf yang sama, gontok-gontokan antara Michael Jordan (Chicago Bulls) dan Charles Barkley (Phoenix Suns), di awal 1990-an. Semua mewarnai perjalanan kompetisi bola basket terbaik di dunia itu.

Masih belum cukup? Tahun lalu permusuhan Houston Rockets dan New York Knicks berlangsung amat fanatis. Persaingan bukan saja antara Hakeem Olajuwon dan Patrick Ewing, tapi juga antarsesama pelatih, fans, atau pun di balik itu, yakni sponsor.

Tahun ini, kompetisi NBA yang telah bergulir sejak 4 November lain, tetap memanas. Tim-tim mapan macam New York Knicks, Portland Trailblazers. Chicago Bulls, Boston Celtics, atau klub yang sedang naik daun, Orlando Magic, akan mengerahkan semua kemampuannya untuk merenggut gelar yang kini masih dipegang oleh Houston Rockets.

Tempat Terbatas

Bagaimana gaungnya di Indonesia? Cukup menggetarkan. Getaran itu beberapa tahun terakhir bisa dirasakan dengan munculnya produk-produk berbau NBA. Bagi para pencinta berat NBA, semua itu membawa berkah yaitu semakin dekatnya keberadaan NBA di sanubari masing-masing.

Lebih dari itu, kini para NBA-mania juga bisa merasakan getar langsung NBA. Siapa yang tak ingin menyaksikan kehebatan jago-jago NBA macam Shaquille O'Neal, Dino Radja, Chris Webber, dan lain-lain di depan mata sendiri?

Kini hal itu dapat terwujud setelah Indonesia mendapat kesempatan untuk mengikuti tur NBA, Mauro Helmy Production bekerja sama dengan Reebok dan BOLA mengadakan paket yang diberi nama yang direncanakan mulai 22 Desember 1994 hingga 3 Januari 1995.

Menurut Helmy Yahya, seorang pengamat NBA - juga sebagai pihak penyelenggara - para NBA mania akan diajak menyaksikan penampilan tiga partai seru, Dallas Maverick vs Portland Trail Blazers (23/12). Orlando Magic vs Washington Bullets (26/12), dan Chicago Bulls vs Boston Celtics (28/12).

Hal ini berarti para NBA-mania bisa melihat langsung idola mereka, para superstars, dari dekat seperti Shaquille O'Neal, Anfernee Hardaway, Horace Grant (Orlando), Jamal Mashburn, dan Jim Jackson (Dallas). Juga Clyde Drexler dan Cliff Robinson (Portland), Scottie Pippen, BJ Armstrong, Toni Kukoc (Chicago), Dee Brown, Dominique Wilkins, Dino Radja (Boston), Chris Webber (Washington).

"Dengan biaya 3.100 dolar, selain nonton NBA, mereka juga akan diajak ke tempat lain seperti Museum Basket Ball Hall of Fame atau Gedung Putih di Washington," jelas Helmy. Perlu diingat jumlah peserta dibatasi hanya untuk 25 orang.

Mengenai pendaftaran, menurut Helmy bisa melalui dirinya pada telpon (021) 820-1783 atau pada Abi Hasantoso (021) 523-7201, 856-0621. Bisa di Jl. Palmerah Selatan 3, dengan nomor telpon 5301926, 5301936, 5301958. Bagi penggemar NBA, hal ini menjadi pembuktian bertambahnya lagi produk NBA. I Love This Game!

(foto: justrivals/evolutionaryhomebuilders.com)


Share:

Laga Terbaik Jim Jackson

Di Dallas Mavericks, barangkali pemain ini memang tidak begitu menonjol dibanding Jamal Mashburn, atau pun point guard Jason Kidd. Tapi soal semangat juang, apalagi loyalitas, jangan sesekali meragukan kemampuan Jimmy, panggilan akrab guard The Mavs ini. Mungkin dialah yang terunggul. Mengapa? Itu karena kaul. Jimmy pernah berjanji akan membela sepenuh hati klub profesional yang pertama kali ia masuki.

Laga Terbaik Jim Jackson

Pemain berusia 24 tahun ini membuktikan kecintaannya pada Mavs Minggu lalu ketika jumpa tuan rumah. Denver Nuggets di Stadion McNichols Sports Arena. Lewat pertandingan seru nan dramatis itu, Jimmy berhasil mencetak 50 poin. Kegemilangan itu juga dibarengi oleh sukses The Mavs mengungguli Nuggets dengan angka amat tipis, 124-123. Gilanya lagi, sebelum dilakukan over-time, perpanjangan waktu, Mavs ketinggalan 25 angka!

"Ini pertandingan terbaik saya. Kami bisa unggul dari mereka dengan perjuangan berat lewat usaha keras. Ketika tertinggal 25 angka, yang kami pikirkan hanya satu, berusaha memperkecil ketinggalan," ucap Jimmy dengan semangat.

Mental Juara

Disaksikan 17.171 penonton, kedua tim menyajikan pertarungan luar biasa. Terutama kerja keras The Mavs, yang berhasil menyamakan kedudukan 110-110, lewat 'trio J-nya' (Jimmy-Jamal-Jason), di limabelas menit keempat. Sebelumnya di babak awal, tertinggal 24-28, lalu ketinggalan hingga 25 angka, sebelum menutup babak kedua dengan 43-56.

Hingga babak ketiga berakhir, The Mavs ganti unggul 83-78. Suasana stadion makin mencekam tatkala 9 detik menjelang berakhirnya perpanjangan waktu, tuan rumah kembali unggul 123-122 lewat Bryant Stith.

Namun blunder yang dibuat forward Rodney Rogers atas pelanggarannya terhadap Jimmy, membuat tim tuan rumah benar-benar gigit jari. Lewat ketenangan luar biasa, Jimmy mengambil lemparan hukuman di detik-detik akhir itu. Plos! Bola meluncur masuk dengan mulus.

"Penampilan Jimmy dan Jamal malam ini amat fantastis," ungkap Jason yang mencetak 13 angka, 8 rebound dan enam kali assist. Sedangkan Jamal yang mencetak 35 angka berharap kekompakan mereka bertiga dapat menembus babak playoff.

Bagi para pendukung The Mavs, tiga serangkai 'J' ini dianggap sebagai tulang punggung tim yang baru berdiri tahun 1980. Kebetulan mereka bertiga satu angkatan. Jimmy baru dua tahun di Mavs. Jamal setahun, bahkan Jason baru tahun lalu menjadi rookie. Kita tunggu saja kiprah The Mavs selanjutnya lewat Trio J ini.

Hasil Pertandingan

24/11: BOSTON vs Charlotte 98-91. DETROIT vs Milwaukee 113-108, MIAMI vs Cleveland 100-87, ORLANDO vs Houston 117-94, Atlanta vs MINNESOTA 89-77, SAN ANTONIO vs Portland 110-105, DENVER vs Chicago 113-111, PHOENIX vs LA Clippers 140-109, UTAH vs Seattle 113-103, LAKERS vs Dallas 118-106, New Jersey vs SACRAMENTO 103-98.
25/11: INDIANA vs Golden State 123-96.
26/11: Charlotte vs NEW YORK 105-95, CLEVELAND vs Golden State 101 -87.
27/11: Boston vs PHILADELPHIA 108-99, Lakers vs WASHINGTON 112-96, Seattle vs HOUSTON 98- 94, Orlando vs MILWAUKEE 113-105, PHOENIX vs San Antonio 111-108, Dallas vs DENVER 124-123 (OT).
28/11: DETROIT vs Golden State 106-91, PHOENIX vs New Jersey 115-110, Utah vs SACRAMENTO 94-89, PORTLAND vs Indiana 99- 89.
29/11: SEATTLE vs Indiana 118-99, SAN ANTONIO vs Minnesota 92-88.
30/11: Charlotte vs ATLANTA 90-85, Sacramento vs MIAMI 94-89, Lakers vs NEW JERSEY 129-120 (2x OT), New York vs WASHINGTON 99-91, DALLAS vs Minnesota 84-83, HOUSTON vs Denver 96-91, Phoenix vs MILWAUKEE 123-106, Utah vs PORTLAND 105-94, GOLDEN STATE vs Clippers 127-124 (OT).

Klasemen Sementara

WILAYAH TIMUR

Divisi Atlantik
Tim         M K % GT
OPLANDO 9 2 .818 -
NEW YORK 7 4 .636 2
BOSTON 6 6 .500 3.5
NEW JERSEY 6 9 .400 5
WASHINGTON 4 7 .364 5
PHILADELPHIA 4 8 .333 5.5
MIAMI 3 8 .273 6

Divisi Tengah
Tim         M K % GT
INDIANA 7 5 .583 -
CLEVELAND 7 5 .583 -
DETROIT 7 5 .583 -
CHICAGO 6 6 .500 1
CHARLOTTE 6 6 .500 1
MILWAUKEE 5 7 .417 2
ATLANTA 4 9 .308 3.5

WILAYAH BARAT

Divisi Barat Tengah
Tim         M K % GT
HOUSTON 10 3 .769 -
UTAH 9 5 .643 1.5
DALLAS 7 4 .636 2
DENVER 6 6 .500 3.5
SAN ANTONIO 6 6 .500 3.5
MINNESOTA 11 3 .071 9.5

Divisi Pasifik
Tim         M K % GT
PHOENIX 10 3 .769 -
SEATTLE 8 5 .615 2
GOLDEN STATE 8 5 .615 2
LAKERS 8 5 .615 2
SACRAMENTO 6 5 .545 3
PORTLAND 6 6 .500 3.5
CLIPPERS         0 13 .000 10

Catatan: M = menang, K = kalah, GT = game tertinggal

Jadwal Berikut

2/12: Boston vs Phoenix, Philadelphia vs Sacramento, Washington vs Detroit, Orlando vs New York, Miami vs New Jersey, Chicago vs Atlanta. Lakers vs Houston, Portland vs San Antonio.
3/12: New York vs Washington, New Jersey vs Sacramento, Atlanta vs Orlando, Cleveland vs Philadelphia, Detroit vs Phoenix, Chicago vs Boston, Dallas vs Utah, Denver vs Charlotte, Clippers vs Minnesota, Golden State vs Indiana. Seattle vs Milwaukee.
4/12: Portland vs Milwaukee.
5/12: Philadelphia vs New York, Chicago vs New Jersey, Clippers vs Milwaukee.
6/12: New York vs Boston, New Jersey vs Atlanta. Washington vs Phoenix, Clevelandvs Orlando, Indiana vs Detroit, Minnesota vs Denver, San Antonio vs Dallas, Utah vs Charlotte, Lakers vs Golden State, Sacramento vs Milwaukee, Seattle vs Houston.
7/12: Boston vs Atlanta, Orlando vs Cleveland, Miami vs Philadelphia, Clippers vs Milwaukee.
8/12: New Jersey vs Phoenix, Dallas vs Washington. Houston vs Charlotte, San Antonio vs Utah, Sacramento vs Seattle. 

(foto: ballislife/mavswiki.com)

Share:

Knicks Dipermalukan, Clippers Menunggu Nasib

Desember ini, gejolak alam seperti hujan, badai, dan salju mulai turun menerpa negeri Paman Sam. Dipastikan hingga akhir tahun, fenomena alam akan terus menghinggapi "Tanah Impian" itu. Hal demikian biasanya membuat masyarakat lebih suka diam di rumah, mencari kehangatan, dan, apalagi kalau bukan menikmati persaingan NBA.
Knicks Dipermalukan, Clippers Menunggu Nasib
Penny Hardaway dan Shaq. Menggila.
Gejolak alam ternyata menular di NBA. Setelah berjalan sebulan, kompetisi bola basket terbaik di dunia itu makin hangat kalau tidak boleh dibilang makin panas. Beberapa fenomena terus mewarnai persaingan di empat divisi. Contohnya, Houston Rockets yang awalnya mempunyai start bagus, malah ngos-ngosan di tengah jalan. Atau yang spektakuler, Orlando Magic, yang mulai menapakkan kaki makin kukuh. Shaq dan juga Anfernee 'Penny' Hardaway semakin menggila.

Ada lagi kejutan-kejutan, yang lebih pantas disebut gejolak lain di NBA. Misalnya beban yang ditanggung oleh Los Angeles Clippers. Mengapa? Karena bisa jadi Clippers dianggap sebagai tim yang paling "bodoh", sekaligus menyamai rekor Miami Heats, sewaktu pertama kali muncul di NBA tahun 1988, dengan 17 kali kalah berturut-turut di awal kompetisi.

Senin lalu, Charlotte Hornets menambah koleksi kekalahan Clippers menjadi 16 kali, setelah dengan telak menelan Clippers 115-83. Clippers yang semula diharapkan bisa memecahkan “telornya” malah kian terpuruk.

Meski kalah dari The Hawks 105-107 di Atlanta, Sabtu lalu, namun Orlando Magic dengan duet Shaq dan Penny Hardaway sebelumnya mampu mencetak 9 kali menang berturut-turut. Ini yang menjadikan The Magic memegang rekor sebagai tim terbaik minggu ini. Selain itu, bintang mereka, Shaq, juga merebut pemain terbaik untuk bulan November, sedang Penny sebagai pemain terbaik untuk minggu lalu.

Orlando telah memperlihatkan paling tidak sampai awal Desember, merupakan tim yang paling serius untuk merebut tempat terhormat di NBA. Saingannya, New York Knicks, yang pernah mengalahkannya 10 November lalu, kali ini pada pertemuan kedua Jumat (2/12) lalu, digebuk dengan 125-100 di Orlando Arena Stadium. Dendam Shaq pada Ewing sementara dapat terlampiaskan.

Bayangkan, pertahanan gaya laba-laba yang terkenal dari New York, tidak berarti apa-apa buat Orlando. Mereka benar-benar tidak berkutik oleh terjangan Shaq dan Penny, yang mencetak 38 dan 33 angka. 

Ewing Penasaran

Persaingan dua terbaik dari Eastern Division ini tadinya diharapkan seru. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Ewing ternyata tidak berdaya meladeni sepak terjang Shaq yang begitu dinamis dan eksplosif. Apakah New York begitu penasaran dengan kekalahan itu?  Sudah pasti laa yaouwww

"Saya tidak sanggup menunggu pertandingan berikutnya melawan mereka (Orlando)," kata Ewing kepada wartawan setelah New York mengalahkan Washington Sabtu lalu di Madison Square Garden. Disinyalir Ewing masih kecewa karenanya, terbukti ketika menghadang Chris Webber dkk, Ewing hanya mencetak 3 angka!

Tidak ada yang tahu pasti, tapi hal itu sungguh luar biasa, sebab selama kariernya, angka yang paling rendah pernah dibuat Ewing adalah pada pertandingan melawan Indiana Pacers, 9 Maret 1987, di mana ia hanya membuat 2 angka. Selebihnya tidak pernah di bawah 10. Saat ini Ewing memiliki rata-rata 19,9 angka.

Nah, kalau Ewing masih penasaran dengan Shaq dan Clippers tetap berusaha untuk menghindar dari catatan sejarah yang buruk, bagaimana dengan Kendall Gill, guard Seattle Super Sonics yang dibeli dua tahun lalu dari Charlotte Hornets? Dengan alasan jarang dimainkan di Hornets, Gill bersenang hati pindah ke Seattle. Celakanya, kini ia punya nasib yang sama di klub barunya.

Belakangan Gill mengancam jika jarang dimainkan oleh pelatih George Karl, lebih baik ia hengkang lagi. Dari sini gosip tersebar bahwa Dennis Rodman, yang diskors oleh San Antonio Spurs, dikabarkan akan ditukar dengan Gill. Padahal Rodman — rebounder kelas wahid yang punya ulah aneh-aneh —  juga dikabarkan akan mengikuti pelatih lamanya, John Lucas, yang kini menangani Philadelphia 76ers.

Selain cerita Gill dan Rodman, Doc River yang tidak bermain hampir setahun karena cedera, juga dikabarkan akan dijual oleh The Knicks, sebab klub kebanggaan New York ini kelebihan pemain guard. Adakah yang berminat dengan River, pemain veteran yang sudah bergelut selama 11 tahun di NBA? Ada. The Magic kayaknya berminat, begitu pula Miami Heats. 

(Sesuai Laporan Hasani Abdulgani dari New York, AS)

Hasil Pertandingan

2/12: BOSTON vs Detroit 118-115, CHARLOTTE vs Miami 105-87, CLEVELAND vs LA Lakers 117-79, ORLANDO vs Sacramento 114-107, CHICAGO vs Phoenix 118-105, SEATLLE vs San Antonio 109-100.
3/12: DENVER vs Dallas 89-80. CLEVELAND vs Milwaukee 93-87, MINNESOTA vs Utah 96-94, HOUSTON vs Golden State 113-109, INDIANA vs LA Clippers 93-84.
4/12: Phoenix vs BOSTON 107-102, MIAMI vs New Jersey 115-97, PHILADELPHIA vs Sacramento 99-96, WASHINGTON vs Detroit 115-104, ORLANDO vs New York 125-100, Atlanta vs CHICAGO 92-81, San Antonio vs PORLAND 95-91, LA LAKERS vs Houston 107-89.
5/12: NEW YORK vs Washington 111-95, DETROIT vs Phoenix 107-97, ATLANTA vs Orlando 107-105, CHICAGO vs Boston 125-109, Utah vs DALLAS 112-87, Sacramento vs NEW JERSEY 94-89, Philadelphia vs CLEVELAND 83-78, DENVER vs Charlotte 99-88, SEATTLE vs Milwaukee 111-108, Indiana vs GOLDEN STATE 118-107, Minnesota vs LA CLIPPERS 103-95.
6/12: PORTLAND vs Milwaukee 106-103.
7/12: New York vs PHILADELPHIA 101-96 (perpanjangan), New Jersey vs CHICAGO 99- 94, Charlotte vs LA CLIPPERS 115-83.
8/12: Orlando vs CLEVELAND 114-97, INDIANA vs Detroit 90-83, Atlanta vs NEW JERSEY 94-91 (perpanjangan), NEW YORK vs Boston 104-90, Denver vs MINNESOTA 102-95, SEATTLE vs Houston 103-90, Dallas vs SAN ANTONIO 124-121 (perpanjangan), Charlotte vs UTAH 106-97, LA LAKERS vs Golden State 113-101, SACRAMENTO vs Milwaukee 108-95.

Klasemen Sementara

       WILAYAH TIMUR
         Divisi Atlantik
         Tim         M K %             GT
         Orlando         12 3 .800         -
         New York     10    5     .667         2
         Boston         7     9     .438   5.5
         Philadelphia   6     9     .400   6
         Washington 5 8     .385   6
         New Jersey 7     12    .368   7
         Miami       4     9     .308   7

         Divisi Tengah
         Tim         M K %             GT
         Indiana           10    5     .667   -
         Cleveland     9     7     .563   1.5
         Charlotte     9     7     .563   1.5
         Detroit       8     8     .500   2.5
         Chicago       8     8     .500   2.5
         Atlanta       7     9     .438   3.5
         Milwaukee 5 11 .313         5.5

        WILAYAH BARAT
Divisi Barat Tengah
Tim         M K %             GT
Houston           11 5 .688         -
Denver           9     6     .600         1.5
Utah   10    7     .588         1.5
Dallas 8     6     .571         2
San Antonio 7     8     .467         3.5
Minnesota         3     14    .176         8.5

       Divisi Pasifik
Tim         M K %             GT
Phoenix           11   5     .688         -
Seattle           11    5     .688         -
LA Lakers     10    6     .625         1
Sacramento 8     7     .533         2.5
Golden State 8 8 .500         3
Portland       7     7     .500         3
LA Clippers 0   16    .000         11

Catatan: M = menang. K = kalah. GT = game tertinggal.

Jadwal Pertandingan
10/12: Boston vs Cleveland, Philadelphia vs Indiana, Miami vs Orlando.-Atlanta vs New York, Detroit vs Chicago, LA Lakers vs LA Clippers, Portland vs Golden State.
11/12: New York vs Philadelphia, New Jersey vs Boston, Orlando vs Atlanta, Cleveland vs Detroit, Indiana vs Miami, Milwaukee vs Chicago, Minnesota vs Phoenix, Dallas vs Charlotte, Houston vs San Antonio, Denver vs Washington, Utah vs LA Lakers, LA Clippers vs Seattle, Sacramento vs Golden State.
12/12: Portland vs Sacramento.
13/12: Boston vs Denver, New York vs Miami, New Jersey vs Orlando, San Antonio vs Washington, Utah vs Portland, Phoenix vs Golden State.
14/12: Philadelphia vs Miami, Charlotte vs Milwaukee, Atlanta vs Minnesota, Cleveland vs Indiana, Chicago vs Detroit, Dallas vs LA Lakers, Houston vs Washington, Golden State vs Sacramento.
15/12: New Jersey vs Cleveland, Orlando vs Denver, Detroit vs Charlotte, Indiana vs Atlanta, Milwaukee vs Philadelphia, Minnesota vs Utah, San Antonio vs Boston, Phoenix vs Seattle, Portland vs LA Clippers.
16/12: Washington vs Utah, Miami vs Denver, Dallas vs Boston, Houston vs LA Lakers, LA Clippers vs Golden State, Sacramento vs New York. Seattle vs Portland. (cw-2)

Share:

Joe Dumars: Pecahkan Rekor Langka

Namanya bukan saja dikenal sebagai salah satu guard andalan The Dream Team II, tapi lebih dari itu. Joe Dumars merupakan kartu as Detroit Pistons, karena sepeninggal Isiah Thomas, kini dialah ujung tombak klub kebanggaan kota industri mobil itu.

Apa jadinya Pistons tanpa Dumars? Baru-baru ini nama pebasket kelahiran 24 Mei 1963 itu kembali diungkit sebab dianggap menjadi bintang pekan ini. Tentunya bukan akibat masalah skandal atau pemogokan pemain yang sempat terjadi sebelum musim kompetisi 1994/95 dimulai.
Joe Dumars: Pecahkan Rekor Langka
Joe Dumars, hebat setelah cedera.
Tapi karena prestasi spektakulernya yang langka terjadi pada kompetisi basket terbaik di dunia itu. Pada lanjutan kompetisi NBA minggu lalu, Dumars yang turun untuk pertama kalinya membela Pistons mencatat prestasi tersendiri. 

Dalam pertandingan melawan Minnesota Timberwolves, ia membuat tembakan tiga angka sebanyak 10 kali. Hebatnya lagi, itu diciptakannya setelah dua kali absen di dua pertandingan Pistons sebelumnya.

Dalam sejarah NBA, terakhir kali prestasi seperti Dumars dibukukan April 1993 oleh guard Miami Heat yang kini pindah ke Orlando Magic, yakni Brian Shaw. Prestasi Dumars kali ini lebih spesial karena dalam kompetisi NBA yang begitu ketat dalam permainan, dibutuhkan ketenangan dan fokus yang luar biasa untuk menceploskan bola tiga angka. Ketika mengalahkan T-Wolves, Dumars total mencetak 40 dari 126 angka, alias sepertiganya.

Latihan Khusus
Joe Dumars: Pecahkan Rekor Langka
Apakah itu spesialisasinya? Sebenarnya ya, tapi kali ini ia mengaku tidak menyangka kalau hal Itu justru dicetaknya setelah absen karena cedera. Dalam peraturan terbaru NBA, lingkaran tiga angka bergaris atau berjarak 22 feet (7,78 meter) dari batas belakang permainan.

Untuk diketahui, saat Brian Shaw mencetak hasil serupa tahun lalu, lingkaran itu masih 0,62 meter lebih pendek. Inilah nilai lebih rekor baru Dumars. Keahlian pemain yang berukuran 191 cm dan 117 kg memang memungkinkan untuk itu. Dengan tubuh yang cukup raksasa, pemain yang menyukai nomor 4 ini memang tak begitu lincah untuk menerobos pertahanan dalam lawan. Maka three-point shoot jadi andalannya. 

“Sebelum pertandingan ini, saya memang latihan khusus, ternyata berhasil juga," ujar Dumars yang berusia 31 tahun ini. Sementara itu pelatih Piston, Don Chaney ikut memujinya. Chaney mengatakan bahwa tembakan tiga angka kini menjadi andalan setiap tim dan senjata khusus bagi pemain. 

“Lengkaplah prestasi seorang pemain NBA yang juga ahli dalam tembakan tiga angka." kata Chaney. Mampukah Dumars membawa Pistons menggapai prestasi puncak? Kita tunggu saja.

(foto: insidehoops/slamonline)



Share:

Sejarah Kobatama: Semoga Tidak Seperti Galatama

Tahun 1994 ini, Kompetisi Liga Bola Basket Utama (Kobatama) sudah sembilan kali diselenggarakan. Tapi, bagaimana sejarah Kobatama pada awalnya? Itu berawal pada tahun 1982. Kobatama ternyata lahir karena ingin meniru kesuksesan Kompetisi Sepak Bola Liga Utama (Galatama), empat tahun selumnya.

Ceritanya begini. Pada tahun 1982, setelah memperhatikan sukses kompetisi sepak bola Galatama sedang marak-maraknya, di benak para petinggi PB Perbasi terbetik ide untuk memikirkan hal serupa. 

Kenapa tidak di bola basket? Antusiasme penonton Galatama saat itu dijadikan acuan dan muncul keyakinan, setelah mengenang sejarah basket di Tanah Air, bahwa di bola basket juga tidak akan kalah.

Sejarah Kobatama: Semoga Tidak Seperti Galatama

Kalau PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) yang pertama kali berani melakukan terobosan, maka Perbasi adalah organisasi keduanya. "Maka dibuatlah proyek percobaan PB Perbasi tahun 1982. Kompetisi pertama kali itu muncul dengan memakai nama 'kejurnas', dan memang asli mencontoh Galatama," cerita Harsuki MA, Wakil Ketua Umum KONI Jaya yang pada waktu itu menjabat Kepala Bidang Organisasi PB Perbasi.

Setelah menghitung semua persyaratan, kompetisi hanya layak diadakan di Pulau Jawa. Tapi dalam perjalanannya klub-klub di luar Jawa banyak juga yang ikut, seperti Flying Wheel yang bermarkas di Ujungpandang, Banjar Utama (Banjarmasin), sampai Golden Star (Bengkulu).

Sembilan Klub

Dari sebuah percobaan, maka pada tahun yang sama pula - tepatnya tanggal 3 April 1982 - digelarlah pertama kali Kobatama. Tercatat sebanyak 9 klub dari empat kota mengikuti kompetisi pertama itu, yang berakhir pada Juni 1982. Klub-klub yang berpartisipasi itu adalah Rajawali, Mingsen, Taman Harapan Indah, dan Indonesia Muda dari Jakarta: Mataram Utama, Union, dan Semangat Sinar Surya (Yogyakarta); Tarumatex (Bandung) dan Halim (Kediri).

Kejuaraan memakai sistem kompetisi penuh. Yang muncul sebagai juara pertama kali adalah Indonesia Muda (IM). Ini di luar perkiraan, sebab yang diperhitungkan menjadi juara ketika itu adalah Halim dan Rajawali. Dalam sejarahnya, sistem yang dipakai berulangkali tidaklah tetap mengingat banyak benturan dari sisi biaya, animo masyarakat, jumlah peserta, kesiapan peserta hingga penyelarasan dengan agenda non olah raga dan olah raga lain di Tanah Air.

Dua tahun pertama diberlakukan kompetisi penuh. Lalu menjadi sirkuit di berbagai kota, berikutnya penyisihan hingga putaran final. Kemudian memasuki tahun 1990-an dicoba sistem mirip NBA, yakni dari play-off hingga final. Setelah itu kembali lagi ke sistem penyisihan. Dan tahun ini kembali memakai sistem sirkuit dengan diakhiri memakai play-off. Mudah-mudahan saja gonta-ganti sistem itu tidak mengikuti kompetisi rujukan yang asli, Galatama, yang kini sudah bubar itu.

KOBATAMA 1982-1994

Periode 1982 (Kompetisi Penuh)
Klasemen Akhir: (1) Indonesia Muda (2) Halim (3) Rajawali (4) Mingsen (5) Taman Marapan Indah (6) Union (7) Mataram Utama (8) Tarumatex (9) Semangat Sinar Surya.

Periode 1983 (Kompetisi Penuh)
Klasemen Akhir: (1) Indonesia Muda (2) Halim (3) Tarumatex (4) Taman Harapan Indah (5) Union (6) Rajawali (7) Mataram Utama.

Periode 1984/85 (Sirkuit)
Klasemen Akhir: (1) Halim (2) Indonesia Muda (3) Golden Hand (4) Tarumatex (5) Cahaya Lestari (6) Rajawali (7) Flying Wheel (8) Pacific (9) Taman Harapan Indah (10) Union (11) Kumala Jaya (12) Mataram Utama.

Periode 1987/88 (Penyisihan-Final)
Klasemen Akhir: (1) Asaba (2) Halim (3) Kumala Jaya (4) Pelita Jaya (5) MuJti Abadi (6) Indonesia Muda (7) Pacific (8) Bangun Delima Indah.

Periode 1989 (Putaran Final)
Klasemen Akhir: (1) Asaba (2) Halim (3) Banjar Utama (4) Pelita Jaya (5) Cahaya Lestari (6) Union (7) Pacific (8) Kumala Jaya.

Periode 1990 (Putaran Final)
Klasemen Akhir: (1) Pelita Jaya (2) Asaba (3) Halim (4) Banjar Utama (5) Pacific (6} Kumala Jaya (7) Cahaya Lestari (8) Antasari Utama (9) Petrogres (10) Mulya Citra.

Periode 1991/92 (Penyisihan-Final)
Klasemen Akhir: (1) Pelita Jaya (2) Halim (3) Asaba (4) Kumala Jaya (5) Banjar Utama (6) Cahaya Lestari (7) Antasari Utama (8) Pacific (9) Petrogres (10) Mulya Citra.

Periode 1993 (Putaran Final)
Klasemen Akhir: (1) Asaba (2) Halim (3) Pacific (4) Pelita Jaya (5) Bima Sakti (6) Cahaya Lestari (7) Petrogres (8) Golden Star.

Periode 1994 (Sirkuit)
Klasemen Akhir: (1) Indonesia Muda (2) Halim (3) Cahaya Lestari (4) Pacific Glory (d/h Kumala Jaya) (5) Aspac (d/h Asaba) (6) Pelita Jaya (7) Petrogres (8) Bima Sakti (9) Hadtex (10) Siliwangi.


(foto: stefansihombing)

Share:

Artikel Populer

Maurizio Sarri: Tantangan Baru Si Mantan Bankir

Buat tifosi Napoli yang militan dan fanatik, begitu melihat jagoannya cuma meraup dua poin dari tiga laga jelas bikin dongkol selain gundah...

Arsip

Intermeso

Bola Basket (5) Bulutangkis (2) Catur (11) Olimpiade (2) Olimpik (3) Otomotif (5) Ragam (4)

Wawancara

Arsip

Artikel Terkini