Perjalanan, Pengalaman, & Pemahaman Permainan Terindah

  • Niac Mitra vs Arsenal 2-0: Gara-gara Udara Panas dan Lapangan Buruk?

    Niac Mitra mengukir kenangan indah di depan ribuan penggemarnya di Stadion Gelora 10 November ketika sore kemarin agak di luar dugaan menaklukkan klub kenamaan Inggris, Arsenal, dengan kemenangan mutlak 2-0.

  • Mino Raiola, Antara Mulut Besar Donald Trump dan Keberingasan Al Capone

    Dalam rimba transfer internasional dunia, ketika akan terjadi deal antara pemain, agennya, dan wakil klub, biasanya pertemuan terjadi di restoran mahal tertutup, lobi hotel mewah bahkan di kamar tertutup. Namun khusus kepada orang yang satu ini sulit terlaksana.

  • Stan Kroenke: Kapitalis Pemuja Wenger

    Sosoknya kaku, irit bicara, pelit senyum apalagi sampai tertawa terpingkal-pingkal. Tak salah kalau pers Inggris menjulukinya the silent man atau si pendiam. Sorot matanya tajam, gerak-geriknya tanpa ekspresi, pikirannya selalu fokus tanda suka berpikir sesuatu yang menarik minat. Suasana hatinya dingin, barangkali sedingin darahnya, dan kelihatannya orang ini rada susah untuk dijadikan teman atau sahabat.

  • Angela Merkel: Wanita Terkuat di Dunia

    Kiprah nyonya besar yang satu ini tak sampai begitu. Tapi pelampiasannya unik. Satu gerakan moral Angela Dorothea Merkel, Kanselir Jerman sejak 2005, yang jadi hobi dan habit sebab sering dilakukan adalah nyelonong ke kamar ganti pemain!

  • Roger Daltrey: Semangat Highbury Highs

    Malam hari penghujung April 2006, Roger Harry Daltrey tak kuasa menahan kenangan masa lalu. Memori kejayaan bersama Pete Townshend, John Entwistle dan Keith Moon saat mengusung aliran progressive rock lewat band The Who di era 1970-an, kerap kali campur aduk dengan era keemasan The Old Double.

  • Persija, Inspirasi dari Soempah Pemoeda

    Berkat sejarahnya, dominasi Persija di blantika nasional tak pernah lekang dimakan waktu. Catatan fenomenal juga ditorehkan klub berlambang Monas sebagai satu-satunya klub dengan rekor tak pernah terkena degradasi sejak debut pada 1931.

  • Asal Muasal Tiqui-Taca, Sepak Bola Bergaya Geometri

    Medio 1980-an, ketika masih masa anak-anak, kata-kata yang kini dikenal dengan tiki-taka sebenarnya sudah sering dihebuskan para komentator Indonesia dalam beberapa acara siaran langsung Piala Dunia atau Piala Toyota di TVRI. Satu yang paling rajin menurut saya adalah Eddy Sofyan. Dia suka menyebutnya dengan ‘tik-tak’ yang berkonotasi umpan-umpan pendek, permainan tek-tok layaknya karambol atau ding dong.

Grobbelaar Masih Piawai

Di mana kini kiper berkepala setengah botak Bruce Grobbelaar? Apakah ia terkena hukuman suap yang dituduhkan tatkala memperkuat klub kebanggaan Inggris, Liverpool? Ternyata ia masih berada di negaranya, Zimbabwe. Bahkan ia masih tetap dipercaya untuk berdiri di bawah mistar gawang The Warriors, julukan tim nasional Zimbabwe.
Grobbelaar Masih Piawai
Bruce Grobbelaar bercanda dengan Peter Ndlovu.
Selain tukang banyol, Grobbelaar pun masih tetap piawai. Setidaknya ini terlihat ketika ia bersama teman-temannya, antara lain Peter Ndlovu - striker klub Wimbledon - membantai Kamerun 4-1 pada babak penyisihan Grup 1 Piala Afrika 1996 di Harare, Ahad lalu. Hasil ini sekaligus menuntaskan dendam Zimbabwe atas kegagalannya meraih tiket Piala Dunia 1994 lalu. Ketika itu, Kamerun menyisihkan Zimbabwe 3-1 di partai penentuan pada 10 Oktober 1993. Kini tragedi itu telah mereka lupakan.

Gelandang menyerang Vitalis Takawira mengharu-birukan pendukung tuan rumah ketika mencetak hattrick di menit 12, 50, dan 88, yang disela oleh Paul Gundani di menit 47. Sementara itu, Kamerun - tim Singa Afrika - hanya membalas satu gol lewat kapten kesebelasannya Hans Agbo di menit 83.

"Target kami tercapai, namun perjuangan masih panjang," kata pelatih baru The Warriors, Clive Barker, kepada Reuters. Kenapa Kamerun bisa kalah telak? "Kami memang sengaja menurunkan pemain muda untuk menghadapi penyisihan ini, termasuk andalan kami Alphonse Tchami dan David Embe," tutur pelatih Kamerun, Jules Nyongha.

Bisa jadi Nyongha takabur. Gara-gara kekalahan kedua ini peluang Kamerun untuk tampil di putaran final di Afrika Selatan, Januari 1996, semakin berat. Apalagi pesaing mereka di grup itu, Malawi, terus mengejutkan dengan menguntit Zimbabwe di klasemen sementara. Kekalahan pertama Kamerun, 0-2, diderita dari tim lemah Lesotho, November 1994.

Duka Aljazair

Walau tidak diikuti sebagian besar pemain terbaiknya seperti George Weah (Liberia), Abedi Pele dan Anthony Yeboah (Ghana), atau Kalusha Bwalya (Zambia)  tidak dilepas oleh klub-klub Eropa, namun penyisihan Piala Afrika 1996 tetap menyajikan pertarungan keras dan menarik.

Fenomena pun muncul, yakni semakin meratanya peta kekuatan. Benarkah? Tentu saja. Lihatlah apa yang terjadi saat babak kualifikasi memasuki putaran kelima. Selain terbantainya Kamerun, tim kuat Maroko juga tersungkur oleh Burkina Faso. Yang tidak kalah tragisnya adalah kejadian di Grup 4. Negara tangguh Aljazair kalah 1-2 dari Tanzania, hanya selang seminggu setelah sukses membekuk Mesir 1-0.

"Kami lengah," kata Rabah Madjer, pelatih tim berjuluk El Khadra. "Para pemain tidak berkonsentrasi!" Madjer, legenda Aljazair yang mengkilap sewaktu merumput di FC Porto Portugal, tentu saja kesal mengingat pasukannya unggul lebih dulu ketika Keci Said Kamel membuat gol di menit 13 di Dares-Salaam.

Namun Tanzania dengan dukungan penontonnya sukses memanfaatkan kelengahan lawan. Proses dua gol yang dicetak Juma Bakari Kidishi (37) dan striker Madaraka Selemani (66) terbilang mudah.

Ini yang sangat disesalkan Madjer. Namun pahlawan Porto tatkala merebut trofi Piala Champion 1987 itu tetap yakin targetnya meloloskan negaranya ke Afrika Selatan 1996 bakal tercapai. Dia mengemukakan beberapa alasan, salah satunya kualitas skuad yang dimilikinya.

"Kami punya banyak pemain profesional dan berpengalaman yang bermain di Liga Eropa dan Afrika seperti Saib, Bouafia, Megharia, Menad, dan Ferhaoui," ucap Madjer yang sewaktu jadi pemain berjasa besar mengantarkan Aljazair sebagai Juara Afrika 1980.

Namun duka Aljazair pekan ini belum kelar. Di saat bersamaan kekalahan The Fennecs, dari Algiers terdengar berita mengejutkan ditembaknya Rachid Haraique, presiden FAF (Federation Algerienne de Football) atau PSSI-nya Aljazair, oleh teroris di rumahnya sendiri, Sabtu sebelumnya.


(foto: football-uniform.seesaa)


Share:

Kenapa Dua Wasit Diskors?

Kompetisi Liga Indonesia belum genap sebulan bergulir. Tapi dari 53 wasit yang memimpin pertandingan, dua di antaranya telah dinon-aktifkan. Siapa mereka? "Mohon maaf, saya tak bisa menyebut namanya. Ini sudah komitmen," tegas Jafar Umar, Ketua Komisi Wasit PSSI.
Kenapa Dua Wasit Diskors?
Jafar Umar.
Pastinya kedua orang itu akan diskors sementara hingga pertandingan istirahat sebulan penuh di bulan Ramadhan tahun depan. Setelah Idul Fitri. dengan berbagai pertimbangan, kedua wasit itu diizinkan kembali bertugas. Jafar mengaku mengambil inisiatif langsung untuk memutuskan hal itu, karena ia tidak percaya begitu saja kepada Inspektur Pertandingan (IP).

Memang menurutnya kedua wasit itu memimpin di bawah standar yang diharapkan. Kebetulan lagi, saat kedua wasit itu menjalankan tugasnya, Jafar menonton pertandingan tersebut. "Ya, penilaian IP 'kan berbeda dengan saya," ujarnya. Karena punya wewenang penuh untuk mengambil keputusan terhadap anak buahnya itulah Jafar menghukum mereka.

Kalau ada lagi wasit yang terbukti memimpin dalam kategori buruk, bukan mustahil Jafar akan menjatuhkan tindakan serupa. "Bisa lebih berat kalau memang kesalahannya lebih fatal. Malah sampai partai final wasit yang bersangkutan mungkin tak akan saya tugaskan lagi," tuturnya.

Mantan Pemain

Untuk menjadi wasit yang baik, pengalaman mutlak diperlukan. Begitu kata Jafar Umar. "Apalagi untuk menjadi wasit FIFA," tambahnya. Salah satu jalan ke arah itu adalah wasit yang mantan pemain. Sekarang ini yang aktif bertugas terdapat sembilan orang kepercayaan FIFA.

Mereka adalah Ngadiman Asri asal Simalungun, Sumatera Utara, I Made Sudra (Bali), Widiyanto Nugroho (Semarang), dan Zulkifli Chaniago (Bengkulu) untuk wasit. Sedangkan Zainudin A (Aceh), Miskamto (Jakarta), Hajar Supriyono (Yogyakarta), Yan Karyoso (Tulungagung), dan Abdul Razak Umar (Palu) bertindak sebagai penjaga garis.

Para penjaga garis itu tak diizinkan menjadi wasit dalam pertandingan yang diakui FIFA. "Tapi untuk Liga Indonesia mereka tentu saya tugaskan memimpin pertandingan," ungkap Jafar lagi. Bagaimana pun harapan Jafar agar mantan pemain beralih status menjadi wasit tetap besar. Namun ia maklum kalau mereka akhirnya menjadi pelatih. "Gaji pula yang menentukan," ujarnya.

Isu Suap

Isu lain yang sebenarnya tidak diyakini Jafar terjadi pada para wasit adalah soal suap. Menurutnya, adalah bodoh kalau mereka mau menerima segepok uang hanya untuk kepentingan pihak tertentu. Gaji mereka sekarang sudah jauh lebih besar dibandingkan, katakanlah 10 tahun lalu.

"Sekali memimpin, mereka dibayar Rp 350 ribu ditambah bonus Rp 200 ribu dari sponsor," tutur Jafar. Bandingkan dengan yang pernah diterima Jafar kala memimpin final Divisi Utama PSMS vs Persib tahun 1985. Berapa? Hanya 10 ribu rupiah!

Sampai sekarang, Jafar belum melihat anak buahnya terlibat suap. Dengan bayaran sekian dan sama jumlahnya bagi semua wasit, apalagi kalau mereka memimpin dua sampai tiga kali dalam sebulan, gaji korps pengadil ini bisa lebih besar dibandingkan pemain lokal. “Makanya sangat tidak masuk akal jika mereka mau menerima uang haram itu,” kata mantan wasit yang mengaku paling sering memimpin partai final baik Galatama, Perserikatan, atau PON itu.

(foto: zaenal effendi)

Share:

Tidak Mewarisi Bakat Ayah

Siapa yang tak kenal Guiseppe Signori? Ternyata ia diwarisi keahlian di kaki, bukan di tangan seperti sang ayah. Soalnya Giobattista Signori, ayah pesepak bola nasional Italia asal klub Lazio itu adalah seorang pelukis terkenal. Belum lama ini, ia mengadakan pameran tunggalnya yang ke-13 di Galleria del Leoni, Roma, sejak 19 November hingga 24 Desember 1994.

Tidak Mewarisi Bakat Ayah
Sang anak pun diundang untuk menyaksikan pameran 36 buah lukisannya. "Saya ucapkan selamat berpameran pada ayah, dan mudah-mudahan banyak yang laku, agar bisa bawa uang banyak ke rumah," canda Giuseppe sambil menggamit lengan tunangannya, Viviana Natale, ketika akan ke luar dari galeri.

Tuntutan Padovano

Michele Padovano, mantan pemain Napoli dan Genoa yang bermain di Reggiana, kini menjadi teladan bagi kalangan muda di Reggia Emilia. Ada apa? Hal ini dibuktikan ketika ia bermasalah dengan sebuah diskotek terkenal di kota itu. Tempat hiburan itu ternyata memanfaatkan ketenaran Padovano, yaitu dengan memampangkan foto dirinya pada tiket masuk pesta yang diadakan diskotek tersebut.

Banggakah dia? Boro-boro. Malah Padovano akan memperkarakan hal itu ke pengadilan. "Saya harus menjaga citra dan tak akan mengizinkan seorang pun memanfaatkan keprofesionalan saya. Karena itu saya mengutus pengacara saya untuk memperkarakan masalah ini. Semua uang ganti rugi akan saya sumbangkan untuk anak-anak penderita kanker," ungkap Padovano.

Klenik Ala Pendukung Sacchi

Kalau di Firenze muncul mania anti Sacchi, maka di Fusignano, sebuah kota kecil di wilayah Romagna, lain lagi. Di sana justru berdiri klub Pro Sacchi yang berkedudukan di Bardella Repubblica. Maklum saja, soalnya daerah ini adalah tempat Sacchi berasal.

Anggota klub ini terdiri dari penduduk kota itu yang tak seberapa banyak. Ada kejadian aneh di kota ini saat berlangsungnya Piala Dunia. Apa itu? Sebagian penduduk meletakkan sepotong bawang putih dan cabe di atas TV mereka, jika tim nasional bertanding. Maksudnya, agar tim Azzurri tidak dikalahkan lawan. Tapi waktu di final? Lupa barangkali. Italia sarang klenik juga rupanya.


(foto: dagospia /zmnapoli)

Share:

Pelajaran Berharga dari Kelapa Gading

Bagi pecatur kita, mencapai elo rating 2.600 ternyata tidak gampang. Utut Adianto telah merasakannya. Gelar GM Super yang ada di depan mata lepas begitu saja. Apa sebab? Jawabannya mudah, tapi sulit dilaksanakan, yakni persiapan matang. Ini yang jarang dilakukan oleh pecatur kita. Persiapan mereka belum sebanding yang dilakukan oleh para grandmaster elite dunia.
Pelajaran Berharga dari Kelapa Gading
GM Yasser Seirawan (AS).
Pelajaran berharga akhirnya diberikan oleh GM asal Amerika Serikat Yasser Seirawan pada Utut, yang pada partai dwitarung bertajuk Enerpac Chess Match of The Year 1994 melawan grandmaster utama Indonesia itu, berhasil menjadi juara tanpa kalah sekalipun.

Dalam empat partai dwitarung yang dinilai, Seirawan menang 3-1, hasil dari dua kali menang dan dua kali remis. Dengan hasil itu, pecatur top Amerika Serikat tersebut boleh menggondol uang lebih dari dua belas juta rupiah, plus tiket pesawat yang akan membawanya kembali ke rumahnya di Seattle, AS.

Selain itu manfaat untuk kita yang dapat diambil dari dwitarung yang digelar di Kelapa Gading Sport Club Jakarta, amat besar bagi para pecatur nasional yang akan berlaga di Olimpiade Catur Moskow, Januari 1995 alias bulan depan. Di mana seorang pecatur tingkat dunia (Seirawan pernah lolos menjadi dua kali penantang juara dunia), dengan persiapan sesingkat mungkin masih dapat mencapai hasil yang maksimal.

Apa rahasianya? Pecatur AS berdarah Palestina-Suriah itu membuktikan bahwa persiapan yang matang adalah kunci kesuksesan. Sebab semakin tinggi rating yang dimiliki justru membuat seorang pecatur lebih banyak lagi berlatih dan bertanding. "Event ini saya anggap berbobot. maka saya tetap mempersiapkan dengan serius. Itu termasuk mempelajari karakter permainan Utut (Adianto)," ungkap Seirawan, pecatur kelahiran Damaskus 34 tahun lalu ini pada penulis.

Ia mengungkapkan bahwa begitu mendapat undangan dari Enerpac, lebih dari 200-an partai ia kaji termasuk di dalam pesawat, yang membawanya ke Jakarta! Begitupun kesehariannya di kamar hotel, sampai-sampai ia membawa sendiri program Chessbase yang berisi kumpulan semua partai Utut. Bagi dia bemodalkan tekad dan kemauan saja belumlah cukup. Yang penting adalah persiapan yang maksimal.

"Dwitarung ini saya anggap sebagai persiapan jangka panjang untuk Olimpiade. Selain itu untuk menambah rating saya," tutur Seirawan yang kini mempunyai elo-rating 2615. Dari delapan kali pertemuan resmi keduanya, yang dimulai di Bali 1983, Seirawan sementara unggul total 5-3 atas Utut.

Lemah Pembukaan

Lebih lanjut pecatur nomor tiga AS ini mengungkapkan bahwa Utut masih bisa berkembang lagi. Menurutnya ditilik dari tingkat permainan, Utut cukup potensial, kreatif dan mempunyai gaya permainan yang condong lebih menyerang, namun kurang variatif. "Untuk itu ia harus menambah lagi jam terbangnya," saran Seirawan dengan bijak.

Kebanyakan gaya permainan pecatur Indonesia pada umumnya, lebih menitikberatkan pada intuisi dan imajinasi kuat daripada penguasaan pembukaan. Pecatur kita memang lebih kuat di babak pertengahan. Padahal mengandalkan feeling semata, biasanya belum cukup untuk mencapai kemenangan.

Ini masih terjadi, ketika Utut memperagakan hampir semua partainya dalam dwitarung itu dengan menggunakan pembukaan favoritnya: Gambit Menteri (langkah awal d2-d4). Altematif Iain yang biasa disukai Utut adalah pembukaan Caro-Kann.

Bagi Seirawan hal itu mudah diantisipasi, karena ia sendiri adalah pecatur taktis yang lebih mengutamakan teoritis ketimbang spekulasi. "Saya sudah menghadapi varian ini lebih dari ratusan kali," aku penerbit Inside Chess, majalah catur terkemuka di dunia, tanpa bermaksud sombong.

Utut sendiri kelihatannya tidak begitu terpukul, meski ratingnya turun lima poin gara-gara kekalahan di Kelapa Gading. "Saya masih mempunyai kesempatan di Moskow nanti," katanya singkat penuh optimisme. Ya, bulan depan di ibukota Rusia itu akan dilangsungkan Piala Dunia-nya catur, yakni Olimpiade Catur ke-31.

Menurut Wakil Ketua Umum PB Percasi, Cholid Ghozali para pecatur Indonesia yang diturunkan adalah GM Utut Adianto, GM Edhi Handoko, MI Nasib Ginting, MI Cerdas Barus, MF Salor Sitanggang, dan pecatur harapan, MF Nathanael Ivan Situru.

Berbicara soal target, Ketua Umum Percasi, Akbar Tandjung, mengharapkan mereka minimal dapat memperbaiki posisi sebelumnya yaitu peringkat ke-40 di Manila 1992. "Kini kita berusaha masuk 10 besar dunia," tekad Ghozali. Dapatkah? Jika setiap pecatur dapat mengambil hikmah yang ada dari dwitarung Utut vs Seirawan, tampaknya bukan sesuatu yang mustahil. Ya. mengapa tidak?

(foto: Arief Natakusumah)

Share:

NBA Mania 1994-1995: Melihat Dari Dekat Aksi Superstar

Dari dulu arena NBA selalu melahirkan persaingan sengit di dalamnya, baik antartim maupun pemain bintang. Masih ingat perseteruan seru Boston Celtics dengan Los Angeles Lakers di pertengahan 1980-an? Di mana persaingan Magic Johnson (Lakers) dan Larry Bird (Boston) begitu mengemuka ke seluruh dunia.
NBA Mania 1994-1995: Melihat Dari Dekat Aksi Superstar
Duet maut: Michael Jordan-Scottie Pippen vs Shaquille O'Neal-Penny Hardaway.

Jauh sebelumnya, di dekade 1960-an hingga 1970-an, persaingan klasik antara Bill Rusell (Boston) dan Wilt Chamberlain (Philadelphia) juga memuncak di kompetisi NBA. Masih dalam taraf yang sama, gontok-gontokan antara Michael Jordan (Chicago Bulls) dan Charles Barkley (Phoenix Suns), di awal 1990-an. Semua mewarnai perjalanan kompetisi bola basket terbaik di dunia itu.

Masih belum cukup? Tahun lalu permusuhan Houston Rockets dan New York Knicks berlangsung amat fanatis. Persaingan bukan saja antara Hakeem Olajuwon dan Patrick Ewing, tapi juga antarsesama pelatih, fans, atau pun di balik itu, yakni sponsor.

Tahun ini, kompetisi NBA yang telah bergulir sejak 4 November lain, tetap memanas. Tim-tim mapan macam New York Knicks, Portland Trailblazers. Chicago Bulls, Boston Celtics, atau klub yang sedang naik daun, Orlando Magic, akan mengerahkan semua kemampuannya untuk merenggut gelar yang kini masih dipegang oleh Houston Rockets.

Tempat Terbatas

Bagaimana gaungnya di Indonesia? Cukup menggetarkan. Getaran itu beberapa tahun terakhir bisa dirasakan dengan munculnya produk-produk berbau NBA. Bagi para pencinta berat NBA, semua itu membawa berkah yaitu semakin dekatnya keberadaan NBA di sanubari masing-masing.

Lebih dari itu, kini para NBA-mania juga bisa merasakan getar langsung NBA. Siapa yang tak ingin menyaksikan kehebatan jago-jago NBA macam Shaquille O'Neal, Dino Radja, Chris Webber, dan lain-lain di depan mata sendiri?

Kini hal itu dapat terwujud setelah Indonesia mendapat kesempatan untuk mengikuti tur NBA, Mauro Helmy Production bekerja sama dengan Reebok dan BOLA mengadakan paket yang diberi nama yang direncanakan mulai 22 Desember 1994 hingga 3 Januari 1995.

Menurut Helmy Yahya, seorang pengamat NBA - juga sebagai pihak penyelenggara - para NBA mania akan diajak menyaksikan penampilan tiga partai seru, Dallas Maverick vs Portland Trail Blazers (23/12). Orlando Magic vs Washington Bullets (26/12), dan Chicago Bulls vs Boston Celtics (28/12).

Hal ini berarti para NBA-mania bisa melihat langsung idola mereka, para superstars, dari dekat seperti Shaquille O'Neal, Anfernee Hardaway, Horace Grant (Orlando), Jamal Mashburn, dan Jim Jackson (Dallas). Juga Clyde Drexler dan Cliff Robinson (Portland), Scottie Pippen, BJ Armstrong, Toni Kukoc (Chicago), Dee Brown, Dominique Wilkins, Dino Radja (Boston), Chris Webber (Washington).

"Dengan biaya 3.100 dolar, selain nonton NBA, mereka juga akan diajak ke tempat lain seperti Museum Basket Ball Hall of Fame atau Gedung Putih di Washington," jelas Helmy. Perlu diingat jumlah peserta dibatasi hanya untuk 25 orang.

Mengenai pendaftaran, menurut Helmy bisa melalui dirinya pada telpon (021) 820-1783 atau pada Abi Hasantoso (021) 523-7201, 856-0621. Bisa di Jl. Palmerah Selatan 3, dengan nomor telpon 5301926, 5301936, 5301958. Bagi penggemar NBA, hal ini menjadi pembuktian bertambahnya lagi produk NBA. I Love This Game!

(foto: justrivals/evolutionaryhomebuilders.com)


Share:

Laga Terbaik Jim Jackson

Di Dallas Mavericks, barangkali pemain ini memang tidak begitu menonjol dibanding Jamal Mashburn, atau pun point guard Jason Kidd. Tapi soal semangat juang, apalagi loyalitas, jangan sesekali meragukan kemampuan Jimmy, panggilan akrab guard The Mavs ini. Mungkin dialah yang terunggul. Mengapa? Itu karena kaul. Jimmy pernah berjanji akan membela sepenuh hati klub profesional yang pertama kali ia masuki.

Laga Terbaik Jim Jackson

Pemain berusia 24 tahun ini membuktikan kecintaannya pada Mavs Minggu lalu ketika jumpa tuan rumah. Denver Nuggets di Stadion McNichols Sports Arena. Lewat pertandingan seru nan dramatis itu, Jimmy berhasil mencetak 50 poin. Kegemilangan itu juga dibarengi oleh sukses The Mavs mengungguli Nuggets dengan angka amat tipis, 124-123. Gilanya lagi, sebelum dilakukan over-time, perpanjangan waktu, Mavs ketinggalan 25 angka!

"Ini pertandingan terbaik saya. Kami bisa unggul dari mereka dengan perjuangan berat lewat usaha keras. Ketika tertinggal 25 angka, yang kami pikirkan hanya satu, berusaha memperkecil ketinggalan," ucap Jimmy dengan semangat.

Mental Juara

Disaksikan 17.171 penonton, kedua tim menyajikan pertarungan luar biasa. Terutama kerja keras The Mavs, yang berhasil menyamakan kedudukan 110-110, lewat 'trio J-nya' (Jimmy-Jamal-Jason), di limabelas menit keempat. Sebelumnya di babak awal, tertinggal 24-28, lalu ketinggalan hingga 25 angka, sebelum menutup babak kedua dengan 43-56.

Hingga babak ketiga berakhir, The Mavs ganti unggul 83-78. Suasana stadion makin mencekam tatkala 9 detik menjelang berakhirnya perpanjangan waktu, tuan rumah kembali unggul 123-122 lewat Bryant Stith.

Namun blunder yang dibuat forward Rodney Rogers atas pelanggarannya terhadap Jimmy, membuat tim tuan rumah benar-benar gigit jari. Lewat ketenangan luar biasa, Jimmy mengambil lemparan hukuman di detik-detik akhir itu. Plos! Bola meluncur masuk dengan mulus.

"Penampilan Jimmy dan Jamal malam ini amat fantastis," ungkap Jason yang mencetak 13 angka, 8 rebound dan enam kali assist. Sedangkan Jamal yang mencetak 35 angka berharap kekompakan mereka bertiga dapat menembus babak playoff.

Bagi para pendukung The Mavs, tiga serangkai 'J' ini dianggap sebagai tulang punggung tim yang baru berdiri tahun 1980. Kebetulan mereka bertiga satu angkatan. Jimmy baru dua tahun di Mavs. Jamal setahun, bahkan Jason baru tahun lalu menjadi rookie. Kita tunggu saja kiprah The Mavs selanjutnya lewat Trio J ini.

Hasil Pertandingan

24/11: BOSTON vs Charlotte 98-91. DETROIT vs Milwaukee 113-108, MIAMI vs Cleveland 100-87, ORLANDO vs Houston 117-94, Atlanta vs MINNESOTA 89-77, SAN ANTONIO vs Portland 110-105, DENVER vs Chicago 113-111, PHOENIX vs LA Clippers 140-109, UTAH vs Seattle 113-103, LAKERS vs Dallas 118-106, New Jersey vs SACRAMENTO 103-98.
25/11: INDIANA vs Golden State 123-96.
26/11: Charlotte vs NEW YORK 105-95, CLEVELAND vs Golden State 101 -87.
27/11: Boston vs PHILADELPHIA 108-99, Lakers vs WASHINGTON 112-96, Seattle vs HOUSTON 98- 94, Orlando vs MILWAUKEE 113-105, PHOENIX vs San Antonio 111-108, Dallas vs DENVER 124-123 (OT).
28/11: DETROIT vs Golden State 106-91, PHOENIX vs New Jersey 115-110, Utah vs SACRAMENTO 94-89, PORTLAND vs Indiana 99- 89.
29/11: SEATTLE vs Indiana 118-99, SAN ANTONIO vs Minnesota 92-88.
30/11: Charlotte vs ATLANTA 90-85, Sacramento vs MIAMI 94-89, Lakers vs NEW JERSEY 129-120 (2x OT), New York vs WASHINGTON 99-91, DALLAS vs Minnesota 84-83, HOUSTON vs Denver 96-91, Phoenix vs MILWAUKEE 123-106, Utah vs PORTLAND 105-94, GOLDEN STATE vs Clippers 127-124 (OT).

Klasemen Sementara

WILAYAH TIMUR

Divisi Atlantik
Tim         M K % GT
OPLANDO 9 2 .818 -
NEW YORK 7 4 .636 2
BOSTON 6 6 .500 3.5
NEW JERSEY 6 9 .400 5
WASHINGTON 4 7 .364 5
PHILADELPHIA 4 8 .333 5.5
MIAMI 3 8 .273 6

Divisi Tengah
Tim         M K % GT
INDIANA 7 5 .583 -
CLEVELAND 7 5 .583 -
DETROIT 7 5 .583 -
CHICAGO 6 6 .500 1
CHARLOTTE 6 6 .500 1
MILWAUKEE 5 7 .417 2
ATLANTA 4 9 .308 3.5

WILAYAH BARAT

Divisi Barat Tengah
Tim         M K % GT
HOUSTON 10 3 .769 -
UTAH 9 5 .643 1.5
DALLAS 7 4 .636 2
DENVER 6 6 .500 3.5
SAN ANTONIO 6 6 .500 3.5
MINNESOTA 11 3 .071 9.5

Divisi Pasifik
Tim         M K % GT
PHOENIX 10 3 .769 -
SEATTLE 8 5 .615 2
GOLDEN STATE 8 5 .615 2
LAKERS 8 5 .615 2
SACRAMENTO 6 5 .545 3
PORTLAND 6 6 .500 3.5
CLIPPERS         0 13 .000 10

Catatan: M = menang, K = kalah, GT = game tertinggal

Jadwal Berikut

2/12: Boston vs Phoenix, Philadelphia vs Sacramento, Washington vs Detroit, Orlando vs New York, Miami vs New Jersey, Chicago vs Atlanta. Lakers vs Houston, Portland vs San Antonio.
3/12: New York vs Washington, New Jersey vs Sacramento, Atlanta vs Orlando, Cleveland vs Philadelphia, Detroit vs Phoenix, Chicago vs Boston, Dallas vs Utah, Denver vs Charlotte, Clippers vs Minnesota, Golden State vs Indiana. Seattle vs Milwaukee.
4/12: Portland vs Milwaukee.
5/12: Philadelphia vs New York, Chicago vs New Jersey, Clippers vs Milwaukee.
6/12: New York vs Boston, New Jersey vs Atlanta. Washington vs Phoenix, Clevelandvs Orlando, Indiana vs Detroit, Minnesota vs Denver, San Antonio vs Dallas, Utah vs Charlotte, Lakers vs Golden State, Sacramento vs Milwaukee, Seattle vs Houston.
7/12: Boston vs Atlanta, Orlando vs Cleveland, Miami vs Philadelphia, Clippers vs Milwaukee.
8/12: New Jersey vs Phoenix, Dallas vs Washington. Houston vs Charlotte, San Antonio vs Utah, Sacramento vs Seattle. 

(foto: ballislife/mavswiki.com)

Share:

Kehilangan Mercedes 500 SL

Kabar buruk menimpa striker AS Roma asal Uruguay, Daniel Fonseca. Suatu pagi, akhir November lalu, ia kehilangan mobil Mercedes 500 SL hitamnya. Raibnya mobil itu diketahui pagi. Pintu garasi otomatis rumahnya, dan juga alarm pengaman mobil, dilumpuhkan si pencuri. 
Daniel Fonseca  Kehilangan Mercedes 500 SL

Fonseca tentu saja amat kecewa, terlebih sebelumnya ia diyakini oleh ofisial Roma, bahwa daerah tempat tinggalnya bakalan aman. Untuk diketahui, Fonseca dan istrinya baru saja beberapa minggu tinggal di situ setelah pindah dari Napoli. Sabarlah Fon, itulah cara Tuhan menegurmu. Barangkali saja dirimu kurang sedekah!

Kegagalan Baggio

Roberto Baggio gagal mencapai dua target ketika tim nasional Italia berhadapan dengan Kroasia. Pertama kegagalan membulatkan koleksi golnya menjadi 200 selama kariernya sebagai pemain. Yang kedua, mencapai tempat keempat sebagai pencetak gol tim Azzurri, Baggio "baru" mencetak 24 gol untuk tim nasional. Urutan pencetak gol terbesar Italia adalah Luigi 'Gigi' Riva dengan 35 gol, Giuseppe Meazza (33), Silvio Viola (30), serta Adolfo Baloncieri dan Alessandro Altobelli (25).

Maradona Blues

Seorang penyanyi terkenal Argentina yang dirawat di tempat khusus para menderita narkotik, Charly Garcia, meminta agar mahabintang Diego Maradona datang menjenguknya. Alasannya? "Karena hanya orang besar semacam dia yang dapat menyelamatkan saya dari situasi macam begini," katanya. Keduanya memang berteman baik. Pada pesta ulang tahunnya yang ke-43, Garcia mengundang Maradona dalam suatu acara TV, yang mana ia menyanyikan lagu terbarunya, "Maradona Blues".

Maradona Kembali?

Sebuah pertemuan langka terjadi di studio TV Argentina, Canale II. Pada akhir siaran, Gina Lollobrigida bertemu Maradona dan berseru: "Halo Maradona, apa Anda tidak tahu Napoli selalu menunggumu?" Tanggapan muncul.  "Saya pasti kembali ke Napoli, jika sudah menyelesaikan beberapa urusan di sini," ujar Maradona pada artis sensual Italia yang kondang di era 1970-an itu. Entahlah, yang pasti "musuh besarnya", Corrado Ferlaino, sudah dimundurkan sebagai presiden Napoli.

Beda Perasaan

Tak satu pun tifosi yang menyambut kedatangan AC Milan, sepulangnya mereka dari Piala Toyota. Kekalahan itu rupanya berbekas di kalbu Dejan Savicevic. "Milan kalah oleh klub setingkat Serie C," katanya. Namun apa kata Sebastiano Rossi? "Kalau mereka di Serie C, maka kita tentu ada di bawahnya lagi," ujarnya sportif.

(foto: asromaultras/zmnapoli)

Share:

Artikel Populer

Maurizio Sarri: Tantangan Baru Si Mantan Bankir

Buat tifosi Napoli yang militan dan fanatik, begitu melihat jagoannya cuma meraup dua poin dari tiga laga jelas bikin dongkol selain gundah...

Arsip

Intermeso

Wawancara

Arsip

Artikel Terkini