Perjalanan, Pengalaman, & Pemahaman Permainan Terindah

  • Niac Mitra vs Arsenal 2-0: Gara-gara Udara Panas dan Lapangan Buruk?

    Niac Mitra mengukir kenangan indah di depan ribuan penggemarnya di Stadion Gelora 10 November ketika sore kemarin agak di luar dugaan menaklukkan klub kenamaan Inggris, Arsenal, dengan kemenangan mutlak 2-0.

  • Mino Raiola, Antara Mulut Besar Donald Trump dan Keberingasan Al Capone

    Dalam rimba transfer internasional dunia, ketika akan terjadi deal antara pemain, agennya, dan wakil klub, biasanya pertemuan terjadi di restoran mahal tertutup, lobi hotel mewah bahkan di kamar tertutup. Namun khusus kepada orang yang satu ini sulit terlaksana.

  • Stan Kroenke: Kapitalis Pemuja Wenger

    Sosoknya kaku, irit bicara, pelit senyum apalagi sampai tertawa terpingkal-pingkal. Tak salah kalau pers Inggris menjulukinya the silent man atau si pendiam. Sorot matanya tajam, gerak-geriknya tanpa ekspresi, pikirannya selalu fokus tanda suka berpikir sesuatu yang menarik minat. Suasana hatinya dingin, barangkali sedingin darahnya, dan kelihatannya orang ini rada susah untuk dijadikan teman atau sahabat.

  • Angela Merkel: Wanita Terkuat di Dunia

    Kiprah nyonya besar yang satu ini tak sampai begitu. Tapi pelampiasannya unik. Satu gerakan moral Angela Dorothea Merkel, Kanselir Jerman sejak 2005, yang jadi hobi dan habit sebab sering dilakukan adalah nyelonong ke kamar ganti pemain!

  • Roger Daltrey: Semangat Highbury Highs

    Malam hari penghujung April 2006, Roger Harry Daltrey tak kuasa menahan kenangan masa lalu. Memori kejayaan bersama Pete Townshend, John Entwistle dan Keith Moon saat mengusung aliran progressive rock lewat band The Who di era 1970-an, kerap kali campur aduk dengan era keemasan The Old Double.

  • Persija, Inspirasi dari Soempah Pemoeda

    Berkat sejarahnya, dominasi Persija di blantika nasional tak pernah lekang dimakan waktu. Catatan fenomenal juga ditorehkan klub berlambang Monas sebagai satu-satunya klub dengan rekor tak pernah terkena degradasi sejak debut pada 1931.

  • Asal Muasal Tiqui-Taca, Sepak Bola Bergaya Geometri

    Medio 1980-an, ketika masih masa anak-anak, kata-kata yang kini dikenal dengan tiki-taka sebenarnya sudah sering dihebuskan para komentator Indonesia dalam beberapa acara siaran langsung Piala Dunia atau Piala Toyota di TVRI. Satu yang paling rajin menurut saya adalah Eddy Sofyan. Dia suka menyebutnya dengan ‘tik-tak’ yang berkonotasi umpan-umpan pendek, permainan tek-tok layaknya karambol atau ding dong.

Piala Dunia 1994: Data Fakta

Pekan perdana Piala Dunia 1994 baru saja bergulir. Ada kejutan dan sensasi. Namun ada pula yang hasil akhirnya sesuai perkiraan. Berikut rekaman pertandingan pada pekan pertama dari seluruh grup.

JERMAN 1-0 BOLIVIA
Grup: C
Waktu: 18 Juni 1994, 02.00 WIB
Tempat: Stadion Soldier Field, Chicago
Wasit: Arturo Brizio Carter (Meksiko)
Pencetak Gol: Juergen Klinsmann (61)
Kartu Kuning: Kohler, Moeller (Jerman), Soria, Baldiviesa, Borja (Bolivia)
Kartu Merah: Marco Etcheverry (Bolivia)
Penonton: 63.120
JERMAN: Bodo lllgner - Juergen Kohler, Thomas Berthold, Lothar Matthaeus, Andreas Brehme, Stefan Effenberg, Matthias Sammer, Thomas Haessler/Thomas Strunz, Karl-Heinz Riedle/Mario Basler, Juergen Klinsmann, Andreas Moeller.
BOLIVIA: Trucco - Quinteros, J Pena, Rimba, Sandy, Borja, Sanchez, Baldiviesco/Moreno, Soria/Marco Etcheverry, Luis Cristaldo, Melgar.

SPANYOL 2-2 KOREA SELATAN
Grup: C
Waktu: 18 Juni 1994, 06.30 WIB
Tempat: Stadion Cotton Bowl, Dallas
Wasit: Petter Mikkelsen (Denmark)
Pencetak Gol: Julio Salinas (51), Andoni Goikoetxea (56), Hong Myung-bo (85), Seo Jungwon (90).
Kartu Kuning: Albert Ferrer, Jose Caminero (Spanyol), Choi Young-il (Korea).
Kartu Merah: Miguel Angel Nadal Spanyol)
Pemain Terbaik: Seo Jung-won
Penonton: 71.653
SPANYOL: Jose Canizares - Julio Salinas/Felipe Minambres, Abelardo Fernandez, Albert Ferrer, Julen Guerero, Luis Enrique, Sergi Barjuan, Andoni Goikotxea, Fernando Hierro, Miguel Angel Nadal, Rafael Alkorta.
KOREA SELATAN: Choi In-young - Park Jung-bae, Choi Young-il, Noh Jung-yoon/Ha Seok-ju, Lee Youn-jin, Shin Hong-gi, Kim Pan-keun, Ko Jeong-woon, Kim Joo-sung/Seo Jung-won, Hwang Sun-hong, Hong Myong-bo.

IRLANDIA 1-0 ITALIA
Grup: E
Waktu: 19 Juni 1994, 03.00 WIB
Tempat: Giants Stadium, New York
Wasit: Mario van der Ende (Belanda)
Pencetak Gol: Ray Houghton (11)
Kartu Kuning: Denis Irwin, Terry Phelan, Phil Babb (lrlandia)
Penonton: 76.800
Pemain Terbaik: Roberto Baggio (Italia)
IRLANDIA: Pat Bonner - Terrv Phelan, Denis Irwin, Phil Babb, Paul McGrath, Andy Townsend, Ray Houghton/Jason Mc Ateer, John Sheridan, Steve Staunton, Roy Keane, Tommy Coyne/John Aldridge.
ITALIA: Gianluca Pagliuca - Paolo Maldini, Alessandro Costacurta, Franco Baresi, Mauro Tassotti; Dino Baggio, Roberto Baggio, Demetrio Albertini/Nicola Berti, Roberto Donadoni; Alberigo Evani/Daniele Massaro, Guiseppe Signori.

NORWEGIA 1-0 MEKSIKO
Grup: E
Waktu: 20 Juni 1994, 03.00 WIB
Tempat: Stadion RFK Memorial, Washington
Wasit: Sandor Puhl (Hongaria)
Pencetak Gol: Kjetil Rekdal (84)
Kartu Kuning: Alf Inge Haaland, Oyvind Leonhardsen (Norwegia), Claudio Suarez (Meksiko)
Penonton: 56.478
Pemain Terbaik: Kjetil Rekdal (Norwegia)
NORWEGIA: Erik Thorstvedt - Henning Berg, Rune Bratseth, Stig Inge Bjoernebye, Alf Inge Haaland, Lars Bohinen, Erik Mykland/Kjetil Rekdal (79), Oeyvind Leonhardsen, Jahn Ivan Jakobsen/Gunnar Halle (46), Jostein Flo, Jan Aage Fjoertoft.
MEKSIKO: Jorge Campos - Claudio Suarez, Juan Ramirez Perales, Raul Guttierez/Marcelino Bernal (71), Jesus Ramon Ramirez, Luis Valdes/Benjamin Galindo (46), Ignacio Ambriz, Joaquin Del Olmo, Luis Garcia, Hugo Sanchez. Luis Alves Zague.

BELGIA 1-0 MAROKO
Grup: F
Waktu: 19 Juni 1994, 23.30 WIB
Tempat: Citrus Bowl, Orlando
Wasit: Jose Joaquin Torres (Kolombia)
Pencetak Gol: Marc Degryse (11)
Kartu Kuning: Nourredine Naybet, Rachid Daoudi, Rachid Azzouzi (Maroko): Georges Grun (Belgia)
Penonton: 70.000
Pemain Terbaik: Enzo Scifo (Belgia), Rachid Daoudi (Maroko)
BELGIA: Michel Preud'homme - Michael De Wolf, Rudi Smidts, Georges Grun, Lorenzo Staelens, Enzo Scifo, Franky Van der Elst, Danny Boffin/Vital Borkelmans (80), Luc Nilis/Marc Emmers (55), Josip Weber, Marc Degryse.
MAROKO: Khalil Azmi/Zakaria Alaoui (87) - Abdellah Nacer, Ismail Triki, Nourredine Naybet, Abdelkarim Hadrioui, Rachid Azzouzi, Mustapha El-Haddaoui/Ahmed Bahja (62), Mustapha Hadji, Larbi Hababi, Rachid Daoudi, Mohammad Chaouch/Aziz Samadi (75).

RUMANIA 3-1 KOLOMBIA
Grup: A
Waktu: 19 Juni 1994, 06.25 WIB
Tempat: Rose Bowl, Los Angeles
Wasit: Jamal Al-Sharif (Syria)
Pencetak Gol: Florin Raduciou (15, 88), Gheorghe Hagi (34), Adolfo Valencia (42)
Kartu Kuning: Luis Herrerci Carlos Valderrama, Leonel Alvarez (Kolombia), Florin Raduciou (Rumania)
Penonton: 91.000
Pemain Terbaik: Gheorghe Hagi (Rumania)
RUMANIA: Bogdan Stelea - Dan Petrescu, Daniel Claudiu Prodan, Miodrag Belodedici, Ionut Angelo Lupescu, Dorinel Munteanu, Florin Raduciou/Corneliu Papura, Gheorghe Hagi, Ilie Dumitrescu/Tibor Selimess, Gheorghe Mihali.
KOLOMBIA: Oscar Cordoba - Andres Escobar, Luis Herrera, Gabriel Gomez, Carlos Valderrama, Adolfo Valencia, Leonel Alvarez, Luis Carlos Perea, Freddy Rincon, Wilson Perez, Faustino Asprilla.

KAMERUN 2-2 SWEDIA
Grup: B
Waktu: 20 Juni 1994, 06.25 WIB
Tempat: Rose Bowl, Los Angeles
Wasit: Alberto Tejada Noriega (Peru)
Pencetak Gol: Roger Ljung (8), Martin Dahlin (75), David Embe (31), Omam Biyick (46)
Kartu Kuning: Emile Mbouh-Mbouh (Kamerun), Martin Dahlin (Swedia)
Pemain Terbaik: Jonas Thern (Swedia)
Penonton: 100.000
KAMERUN: Joseph Antoine Bell - Stephen Tataw, Raymond Kalla, Rigobert Song, Hans Agbo, Marc Vivien Foe, Thomas Libiih, Emile Mbouh-Mbouh, Francois-Omam Biyick, David Embe/Georges Mouyeme, Louis Mfede/Emmanuel Mabouang Kessack.
SWEDIA: Thomas Ravelli - Patrick Andersson, Joachim Bjorklund, Roger Ljung, Roland Nilsson, Jesper Blomqvist/Henrik Larsson, Claess Ingesson/Kenneth Andersson, Stefan Schwarz, Jonas Thern, Thomas Brolin, Martin Dahlin.

AS 1-1 SWISS
Grup: A
Waktu: 18 Juni 1994, 22.30 WIB
Tempat: Pontiac Silverdome, Detroit
Wasit: Fransisco Lamolina (Argentina)
Pencetak Gol: Georges Bregy (39), Eric Wynalda (44)
Kartu Kuning: Dominique Herr, Nestor Subiat (Swiss), John Harkes (AS)
Penonton: 76.000
Pemain Terbaik: Eric Wynalda (AS)
AS: Tony Meola - Cole Kooiman, Thomas Dooley, John Harkes, Ernest Stewart/Cobi Jones (80), Tab Ramos, Eric Wynalda/Roy Wegerle (57), Mike Sorber, Marcelo Balboa, Paul Caligiuri, Alexi Lalas.
SWISS: Marco Pascolo - Marc Hottiger, Yvan Quentin, Dominique Herr, Alain Geiger, Georges Bregy, Alain Sutter, Christophe Ohrel, Ciriaco Sforza/Thomas Wyss (76), Stephane Chapuisat, Thomas Bickel/Nestor Subiat (71).

BRASIL 2-0 RUSIA
Grup: B
Waktu: 21 Juni 1994, 03.00 WIB
Tempat: Stadion Stanford, San Fransisco
Wasit: Lim Kee Chong (Mauritius)
Pencetak Gol: Romario de Souza Faria (26), Rai de Souza Oliveira (52, penalti)
Kartu Kuning: Yuri Nikiforov, Dmitry Khiestov (Rusia)
Pemain Terbaik: Romario Faria (Brasil)
Penonton: 85.871
BRASIL: Claudio Andre Taffarel - Jorge Amorim Jorginho, Ricardo Rocha/Aldair Dos Santos (72), Marcio Santos, Leonardo Nascimento, Carlos Caetanos (Dunga)/Mazinho (84), Mauro Silva, Rai de Souza Oliveira, Zinho, Jose Roberto/Bebeto, Romario de Souza Faria.
RUSIA: Dmitry Kharine - Yuri Nikiforov, Sergei Gorlukovich, Dmitry Khlestov, Dmitry Kuznetsov, Andrei Pyatnisky, Valery Karpine, Ilya Tsymbalar, Vladislav Ternavsky, Sergei Yuran/Oleg Salenko (55), Dmitry Radchenko/Alexander Borodyuk (78).

BELANDA 2-1 ARAB SAUDI
Grup: F
Waktu: 21 Juni 1994, 06.30 WIB
Tempat: Kennedy Memorial Stadium, Washington DC
Wasit: Manuel Diaz Vega (Spanyol)
Pencetak Gol: Fuad Amin (18), Wim Jonk (50), Gaston Taument (85)
Kartu Kuning: Abdullah At-Dosari, Fuad Amin (Arab Saudi); Frank De Boer, Ulrich Van Gobbel (Belanda)
Penonton: 56.000
Pemain Terbaik: Fuad Amin (Arab Saudi)
BELANDA: Ed De Goey - Frank De Boer, Ronald Koeman, Ulrich Van Gobbel, Jan Wouters, Frank Rijkaard, Wim Jonk, Dennis Bergkamp, Bryan Roy/Peter Van Vossen, Ronald De Boer, Marc Overmars/Gaston Taument.
ARAB SAUDI: Mohammed Al-Deayea - Mohammad Abdel-Jawwad, Abdullah Al-Dosari, Ahmed Madani, Mohammad Al-Khilawi, Fuad Amin, Talal Al-Jibreen, Fahd Al-Bishi, Saeed Owairan/Abdullah Saleb, Majeed Abdullah/Hamzah Falatah, Khalej Al-Muawallid.

ARGENTINA 4-0 YUNANI
Grup: D
Waktu: 21 Juni 1994, 23.30 WIB
Tempat: Stadion Foxboro, Boston.
Wasit: Arturo Angeles (AS)
Pencetak Gol: Gabriel Batistuta (2,44, 89), Diego Maradona (58),
Kartu Kuning: Fernando Caceres (Argentina), Panayotis Tsaiouhides (Yunani).
Pemain Terbaik: Gabriel Batistuta (Argentina)
Penonton: 53.644
ARGENTINA: Luis Islas - Oscar Ruggeri, Jose Chamot, Roberto Sensini, Fernando Caceres, Diego Simeone, Fernando Redondo, Diego Maradona/Ariel Ortega, Abel Balbo/Alejandro Mancuso, Claudio Caniggia, Gabriel Batistuta.
YUNANI: Antonis Minou - Stylianos Manolas, Stratos Apostolakis, Yannis Kalitzakis, Anathanasis Kolitsidakis, Panayotis Tsaiouhides, Nikos Nioplias, Sawas Koffidis, Nikos Tziantakis, Dimitrios Saravakos, Nikos Machlas/Anastasis Mitropoulous.

Diego Maradona AS 1994

JERMAN 1-1 SPANYOL
Grup: C
Waktu: 22 Juni 1994, 03.00 WIB
Tempat: Soldier Field. Chicago
Wasit: Rodrigo Badilla (Kosta Rika)
Pencetak Gol: Juan Goikoetxea (Spanyol,14), Juergen Klinsmann (Jerman, 47).
Kartu Kuning: Stefan Effenberg (Jerman), Julio Salinas, Abelardo Fernandez, Fernando Hierro (Spanyol)
Penonton: 63.113
JERMAN: Bodo lllgner - Lothar Matthaeus, Andreas Brehme, Thomas Berthold, Juergen Kohler, Stefan Effenberg, Matthias Sammer, Thomas Strunz, Thomas Haessler, Andreas Moeller/Rudi Voeller (63), Juergen Klinsmann.
SPANYOL: Andoni Zubizarreta - Albert Ferrer, Abelardo Fernandez, Jose Luis Caminero, Rafael Alkorta, Fernando Hierro, Josep Guardiola/Francisco Camarasa (77), Sergi Barjuan, Juan Goikoetxea/Jose Maria Bakero (68), Luis Enrique, Julio Salinas.

NIGERIA 3-0 BULGARIA
Grup: D
Waktu: 22 Juni 1994, 06.25 WIB
Tempat: Cotton Bowl, Dallas
Wasit: Rodrigo Badilla (Kosta Rika)
Pencetak Gol: Rashidi Yekini (21), Daniel Amokachie (43), Emmanuel Amunike (54)
Penonton: 44.132
Kartu Kuning: Emmanuel Amunike (Nigeria), Yordan Lechkov (Bulgaria)
BULGARIA: Borislav Mihailov - Emil Kremenliev, Trifon Ivanov, Tzanko Tzvetanov, Petar Hubchev; Krasimir Balakov, Zlatko Yankov, Yordan Lechkov/Nasko Sirakov (59), Daniel Borimirov/lvailo Yordanov (72): Hristo Stoichkov, Emil Kostadinov.
NIGERIA: Peter Rufai - Augustine Eguavoen, Ben Iroha, Chid! Nwanu, Uche Okechukwu; Samson Siasia/Mutiu Adepoju (68), Sunday Oliseh, Finidi George/Emeka Ezeugo (77); Daniel Amokachi, Emmanuel Amunike, Rashidi Yekini.

HASIL PERTANDINGAN (hingga 22 Juni 1994)

18.06.1994
Chicago, Grup C: Jerman vs Bolivia 1-0 (0-0)
Dallas, Grup C: Spanyol vs Korsel 2-2 (2-0)

19.06.1994
Detroit, Grup A: AS vs Swiss 1-1 (1-1)
New York, Grup E: Irlandia vs Italia 1-0 (1-0)
Los Angeles, Grup A: Rumania vs Kolombia 3-1 (2-1)

20.06.1994
Orlando, Grup F: Belgia vs Maroko 1-0 (1-0)
Washington, Grup E: Norwegia vs Meksiko 1-0 (0-0)
Los Angeles, Grup B: Swedia vs Kamerun 2-2 (1-1)

21.06.1994
San Fransisco, Grup B: Brasil vs Rusia 2-0 (1-0)
Washington, Grup F: Belanda vs Arab Saudi 2-1 (0-1)

22.06.1994
Boston, Grup D: Argentina vs Yunani 4-0 (2-0)
Chicago, Grup C: Jerman vs Spanyol 1-1 (0-1)
Dallas, Grup D: Nigeria vs Bulgaria 3-0 (2-0)

KLASEMEN SEMENTARA
Grup A     
Rumania
1
1
0
0
3-1
AS        
1
0
1
1
1-1
Swiss    
1
0
1
0
1-1
Kolombia  
1
0
0
1
1-3 
Grup B    
Brasil    
1
1
0
0
2-0
Swedia      
1  
0  
1
0
2-2
Kamerun  
1
1
1
0
2-2
Rusia      
1
0
0
1
0-2
Grup C 
Jerman      
2
1
0
0
2-1
4
Spanyol
2
0
2
0
3-3
Korsel    
1
0
1
0
2-2
Bolivia    
1
0
0
1
0-1
Grup D     
Argentina
1
1
0
0
4-0
3
Nigeria    
1
1
0
0
3-0
3
Bulgaria  
1
0
0
1
0-3
0
Yunani    
1
0
0
1
0-4
0
Grup E     
Irlandia  
1
1
0
0
1-0
3
Norwegia
1
1
0
0
1-0
3
Italia    
1
0
0
1
0-1
0
Meksiko  
1
0
0
1
0-1
0
Grup F
Belanda  
1
1
0
0
2-1
Belgia    
1
0
0
1
1-0
Arab Saudi
1
0
0
1
1-2
Maroko
1
0
0
1
0-1
0  

                               
TOP SKORER
3 Gol: Gabriel Batistuta (Argentina).
2 Gol: Florin Raducioiou (Rumania), Juergen Klinsmann (Jerman), Juan Andoni Goicoechea (Spanyol).
1 Gol: Marc Degryse (Belgia), Georges Breggy (Swiss), Eric Wynalda (AS), Julio Salinas (Spanyol), Seo Jung-won, Hong Myung-bo (Korsel), Ray Houghton (Irlandia), Gheorghe Hagi (Rumania), Kjetil Rekdal (Norwegia), Adolfo Valencia (Kolombia), Roger Ljung, Martin Dahlin (Swedia), David Embe, Francois-Omam Biyik (Kamerun), Romario Faria, Rai Oliviera (Brasil), Wim Jonk, Gaston Taument (Belanda), Fuad Amin (Arab Saudi), Diego Maradona (Argentina), Rashidi Yekini, Daniel Amokachie, Emmanuel Amunike (Nigeria).

(foto: storiedicalcio)



















Share:

Persaingan Pelita Jaya dan Semen Padang: Nasrul Koto Bikin Panas

Nasrul Koto tak cuma beraksi. Ia juga memperpanjang napas Semen Padang dengan menahan langkah favorit juara Pelita Jaya, sekaligus makin memanaskan persaingan di grup Barat. Sebuah sundulannya pada menit ke-74, yang tajam sekali pada Kamis malam pekan lalu, telah membobol gawang Listiyanto Rahardjo. 

Sontak saja kejadian itu membuat hampir 13 ribu partisan Semen Padang berjingkrak-jingkrak di Stadion Agus Salim. Gol Nasrul itu, kini, menjadikan teka-teki siapa perebut dua tiket jatah grup Barat ke putaran final kompetisi Galatama musim XIII, masih belum terjawab juga. Siapakah satu di antara tiga tim yang terus memelihara peluangnya ini? Pelita Jaya, Medan Jaya atau Semen Padang, yang akan tersingkir dari persaingan? 

Jawabannya baru muncul pekan depan, ketika putaran keempat kompetisi memainkan partai-partai terakhir. Pelita kini mengemas 41 angka, minimal harus memetik tiga angka dari dua sisa pertandingannya: vs Warna Agung (19/6), dan dijamu Bandung Raya (26/6), untuk memantapkan langkah. 

"Saya tak mau bicara banyak. Tugas saya kini bagaimana membawa anak-anak lolos ke putaran final. Saya tidak ingin ada tragedi, misalnya Pelita yang terus memimpin dalam tiga putaran awal, tiba-tiba harus terjegal pada detik-detik terakhir," ujar Andrie Amin, manajer Pelita Jaya. 

Semen Padang lebih berat. Tiga partai tandangnya di Jateng, melawan BPD Jateng (19/6), Mataram Putra (23/6), dan Arseto (26/6), harus dimenangkan semuanya. Beda dengan Medan Jaya, yang cukup meraih tiga angka minimal dari tiga sisa partai dalam tur Jateng mereka. 


(foto: syaiful bahri)
Share:

Piala Dunia 1994: Eh, Tahukah Anda? (2)

Partai pembuka Piala Dunia 1994 antara juara bertahan Jerman vs Bolivia menyajikan banyak cerita. Mulai dari gol pertama, kartu kuning pertama, sampai kartu merah merah. Berikut kisahnya.

Kartu Merah Pertama 

Piala Dunia baru memasuki pertandingan pertama, tapi wasit sudah harus merogoh kartu merah dari sakunya. Yang 'beruntung' menerimanya adalah ujung tombak Bolivia, Marco Etcheverry. Pemain depan yang mirip Mario Kempes tersebut dianggap menendang dan mendorong kapten Jerman Lothar Matthaeus dengan kepalan tangannya pada menit ke-82 pada partai Jerman vs Bolivia. Padahal itu ia lakukan sebagai reaksi spontan atas gebrakan yang dilakukan Matthaeus terhadapnya. Ketika peristiwa itu terjadi, Etcheverry baru sekitar tiga menit berada di lapangan. Ia masuk pada menit ke-79, menggantikan Vladimir Soria.

Lothar Matthaeus vs Marco Etcheverry
Lothar Matthaeus berhasil memprovokasi Marco Etcheverry.
Kartu Kuning Pertama 

Selain kartu merah, pertandingan perdana Piala Dunia 1994, Jerman vs Bolivia, juga menghasilkan lima kartu kuning. Juergen Kohler, stoper Jerman, adalah pemain yang pertama kali mendapatkannya pada menit ke-7. Dengan demikian, ia sekaligus menjadi pemain pertama yang terkena kartu kuning dalam Piala Dunia 1994. 

Gol Pertama 

Gol yang pertama juga terjadi pada partai Jerman vs Bolivia. Pencetaknya adalah Juergen Klinsmann untuk memastikan kemenangan Jerman 1-0. Si 'kijang dari Goppingen' itu memanfaatkan bola muntah tembakan Thomas Haessler yang lolos dari jebakan offside barisan pertahanan lawan. Pihak Bolivia sempat memprotes gol yang terjadi pada menit ke-60 ini. Bahkan pelatih Xavier Azkargorta melemparkan tuduhan bahwa ada unsur handsball dalam peristiwa ini. Wasit Pertama Sedangkan wasit pertama tentu saja wasit yang memimpin partai Jerman vs Bolivia, Arturo Brizio Carter dari Meksiko. Ia seorang akuntan. Dalam menjalankan tugasnya. Brizio didampingi hakim garis Eugene Brazzale (Argentina) dan Gordon Dunster (Australia). 

Yang Berultah 

Ada sejumlah pemain yang merayakan ulang tahunnya selama Piala Dunia 1994 berlangsung. Untuk pekan ini, pemain-pemain yang berhari jadi adalah Dorinel Munteanu (Rumania, 25 Juni 1968), Paolo Maldini (Italia, 26 Juni 1969), Adrian Chavez (Meksiko, 27 Juni 1962), Ko Jeong-woon (Korsel, 27 Juni 1966), Sebastian Fournier (Swiss, 27 Juni 1971), Stephane Chapuisat (Swiss, 28 Juni 1969) dan Juergen Klinsmann (Jerman, 30 Juni 1964). 

Pertemuan Ulangan

Beberapa negara yang tergabung dalam grup yang sama di Piala Dunia 1994 ini ternyata tergabung dalam grup yang sama pula di Piala Dunia 1990. Tim-tim tersebut adalah Spanyol dan Korea Selatan di Grup C, Iraq dan Swedia di Grup B, serta Rusia dan Kamerun di Grup J. Sementara Italia dan Irlandia yang sekarang sama-sama menjadi penghuni Grup E, empat tahun yang lalu saling berhadapan di perempat-final. Kalau dulu Italia menang 1-0, kini mereka ganti digulingkan 0-1. Dalam konteks yang lain, tuan rumah AS baik di Piala Dunia 1990 maupun 1994 berada di Grup A. Senasib dengan mereka adalah Rusia dan Kamerun yang mendiami Grup B serta Belanda di Grup F. 



(foto: waz)
Share:

Kodak Galatama 1994: Pelita dan Ansyari Makin Mendekati Puncak

Kompetisi Galatama musim ke-13 makin dekat ke puncak. Kendaraan untuk ke sana pun telah tersedia. Tapi, siapa pemilik empat tiket menuju puncak kompetisi, yaitu putaran final yang dipentaskan pada 2-8 Juli mendatang di Semarang dan Solo?

Teka-teki tersebut minggu-minggu ini tampaknya akan segera terjawab. Lebih sempit lagi, empat tiket itu, dua untuk wakil grup Barat dan dua buat grup Timur, tinggal direbutkan tujuh klub saja lagi. Dari grup Barat, tiga klub sudah tidak bisa dibantah lagi tempatnya dalam nominasi. 

Selain Pelita Jaya, yang belakangan agak keteter, ada juga Medan Jaya yang tak terkalahkan dalam sepuluh pertandingan terakhir, serta tim urang awak Semen Padang. Di grup Timur. muncul empat tim yang terus memelihara peluang mereka untuk lolos ke putaran final.


Kodak Galatama 1994: Pelita dan Ansyari Makin Mendekati Puncak
Ansyari Lubis.
Ada Pupuk Kaltim Bontang, Barito Putra, Gelora Dewata, serta Assyabaab Salim Group. Siapa yang akan tersingkir dari percaturan? Dan lebih tajam lagi,siapa yang berpeluang merebut sederetan penghargaan ini: Piala Wapres, status simbol tertinggi untuk sang juara, hadiah uang tunai Rp 150 juta buat juara, Rp 75 juta untuk runner-up, Rp 50 juta buat pemain terbaik, serta sepatu emas untuk top-skorer? 

Grup Barat 

Dibanding dengan grup Timur, persaingan di grup Barat kelihatannya tidak begitu ketat. Pelita Jaya yang dimanajeri Andrie Amin, walaupun anjlok dalam empat partai terakhir mereka di putaran keempat kompetisi musim ke-13 ini, namun masih tetap favorit merebut satu dari dua tiket grup Barat ke putaran final. 

Dengan nilai 41 yang direbut dari 29 partai, terakhir Ahad lalu, Bonggo Pribadi dan kawan-kawan cukup membutuhkan minimal dua angka saja untuk lolos. Dan, tampaknya, ini bukan pekerjaan berat buat Pelita Jaya. Dua angka minimal tersebut kemungkinan besar bisa direbut dari tiga sisa pertandingan mereka. 

Kamis kemarin Pelita memang terlibat dalam partai ketat melawan Semen Padang, tapi dua partai terakhir mereka jumpa tim lemah: menjadi tuan rumah untuk Warna Agung (19/6), dan mendatangi Bandung Raya (26/6). Satu tim lagi? 

Medan Jaya, yang terus berjaya dan menapak papan atas sejak ditukangi pelatih bertangan dingin Surianto Herman, bisa disebut calon kuat pendamping Pelita Jaya. Satu tim lagi? Medan Jaya, yang terus berjaya dan menapak papan atas sejak ditukangi pelatih bertangan dingin Surianto Herman, bisa disebut calon kuat pendamping Pelita Jaya. 

Dengan angka 37 dari 27 kali penampilan, Suharto cs tinggal mencari minimal enam angka dari lima sisa laga mereka, dua di antaranya di kandang sendiri, melawan tim lemah Warna Agung dan Bandung Raya. Perjalanan Medan Jaya akan menjadi lebih mudah bila Semen Padang, yang sudah meraih 35 angka dari 28 kali tampil, sekali tersandung dari tiga partai sisa. 

Grup Timur 

Dari grup Timur, Fachry Husaini dkk dari Pupuk Kaltim punya peluang lebih terbuka dan lebih baik dibanding Assyabaab SG, Barito Putra, dan juara Piala Galatama VII, Gelora Dewata. Apalagi empat duel terakhir mereka bakal digelar di kandang sendiri, di Stadion Mulawarman Bontang. 

Pupuk Kaltim sendiri sudah mengemas 27 angka dari 24 kali tampil. Bagi Assyabaab, peluang mereka sedikit berat. Meski kini memimpin klasemen sementara di grup Timur dengan 31 angka, tapi mereka cuma menyisakan satu laga lagi, saat menjamu tetangganya, Petrokimia Putra pada 26 Juni nanti. 

Justru Barito Putra dan Gelora Dewata Denpasar yang akan terlibat dalam perang besar memenangkan persaingan ke putaran final. Barito, katakanlah, bisa memetik empat angka maksimal ketika menerima Arema Malang dan Mitra Surabaya di kandang sendiri. 

Namun, sebuah partai hidup-mati menanti mereka, saat Gelora Dewata dijamu di depan publik sendiri, Stadion 17 Mei, Banjarmasin. Kursi pencetak gol terbanyak pun ramai dibicarakan. Ansyari Lubis, anak Tebing Tinggi yang melambung sejak dibeli Pelita Jaya, kini sudah mengoleksi 18 gol. 

Ia ditempel ketat pemain Semen Padang yang sedang meroket dengan 17 gol, Masril Mahmud. Siapa yang unggul? Perjalanan kompetisi Galatama, yang akan berakhir lewat grand final pada 8 Juli di Solo, akan menuntaskannya. 

KLASEMEN SEMENTARA (Putaran 4)
GRUP BARAT
1. Pelita Jaya     29 16 9  4  (45-20) 41
2. Medan Jaya      27 14 9  4  (28-14) 37
3. Semen Padang    28 14 7  7  (44-20) 35
4. Arseto          28 13 6  9  (37-30) 32
5. Mataram Putra   27 9  8  10 (20-29) 26
6. BPD Jateng      28 8  9  11 (32-38) 25
7. Aceh Putra      28 5  14 9  (24-28) 24
8. Bandung Raya    29 5  10 14 (21-31) 20
9. Warna Agung     28 4  4  20 (16-56) 12   
GRUP TIMUR
1. Assyabaab        27 9 13 5  (29-23) 31
2. Pupuk Kaltim     24 9 10 5  (25-18) 28
3. Gelora Dewata    24 8 11 5  (23-18) 27
4. Barito Putra     25 8 10 7  (22-28) 26
5. Mitra Surabaya   24 6 11 7  (31-30) 23
6. Petrokimia Putra 26 6 11 9  (26-29) 23
7. Arema Malang     24 5 13 6  (17-21) 23
8. Putra Samarinda  24 5 7  12 (26-31) 17
PENCETAK GOL 
18 - Ansyari Lubis (Pelita Jaya). 
17 - Masril Mahmud (Semen Padang). 
14 - Buyung Ismu (Pelita Jaya). 
13 - Peri Sandria (Putra Samarinda). 
11 - Putut Wijanarko (Assyabaab SGS). 
10 - Widiantoro (BPD Jateng), Hengky Siegers (BPD Jateng 

HASIL 
Grup Barat
26/5: Aceh Putra vs Pelita Jaya 0-0, Semen Padang vs Bandung Raya 2-0, BPD Jateng vs Arseto 0-2.
29/5: Aceh Putra vs Bandung Raya 1-1, Medan Jaya vs Pelita Jaya 2-0, Semen Padang vs Warna Agung 3-0 Mataram Putra vs BPD Jateng 1-0.
Grup Timur
26/5: Assyabaab SGS vs Pupuk Kaltim 3-0, Petrokimia Putra vs Barito Putra 0-1.
29/5: Assyabaab SGS vs Barito Putra 1-0, Petrokimia Putra vs Pupuh Kaltim 0-0, Arema vs Gelora Dewata 0-0.


JADWAL 
Grup Barat
5/6: Medan Jaya vs Warna Agung.
Grup Timur
9/6: Pupuk Kaltim vs Putra Samarinda.



(foto: Stefan Sihombing)






Share:

Piala Dunia 1994: Misteri Nomor Punggung 10

Nomor punggung 10 adalah mitos. Kata orang, ini nomor punggung keramat. Ada juga yang bilang, 10 adalah nomor punggung penuh misteri. Karenanya. nomor punggung ini hanya diberikan pada orang-orang khusus. Biasanya, nomor ini dipakai pemain bintang. Selayaknya begitu, kata orang-orang yang mempercayainya.

Nah, ingat Pele? Legenda hidup sepak bola ini adalah pemakai nomor punggung 10. Begitu terus sejak Swedia 1958, awal kehadiran dia di pentas Piala Dunia, hingga Meksiko 1970. Dan Pele, dengan nomor punggung itu, tampak dan tampil begitu agung. la juga sukses membawa Brasil dua kali menjadi juara dunia. Di Swedia 1958 dan Meksiko 1970.

Ketika Pele gantung sepatu, mundur dari ajang internasional, Brasil mewariskan nomor keramat ini pada pemain bintang juga. Misalnya di Spanyol 1982 dan Meksiko 1986. Pewarisnya adalah Zico,” yang mengakhiri kariernya di Kashima Antlers, Liga Jepang. Zico, dengan nomor punggung 10 itu, memang tak sesukses Pele. Pada dua kali kehadirannya di pentas Piala Dunia, 1982 dan 1986, dia gagal membawa Brasil ke tangga juara.

Di Italia 1990, mitos nomor 10 sedikit menyurut di kubu Brasil. Tiga bintang mereka, Careca (8), Romario (11), dan Bebeto (16) memakai nomor lain. Nomor 10 diambil oleh Silas, sebuah nama yang tak cukup dikenal dunia. Bagaimana sekarang? Nomor ini diwarisi Rai Souza de Oliviera, mantan kapten Sao Paolo, dan sekarang bermain di Paris Saint-Germain. Adakah nomor punggung Rai menjadi keramat bagi Brasil di AS? Entahlah.
Piala Dunia 1994: Misteri Nomor Punggung 10
Final 1990 nan bersejarah, Maradona dan Matthaeus bernomor 10.
Pamor Maradona

Di Argentina, nomor ini juga diyakini punya mitos. Pada zamannya Cesar Luis Menotti, nomor punggung 10 dipegang Mario Kempes. Ia jadi bintang dan membawa Argentina juara Piala Dunia 1978. Ketika tim dipegang Carlos Bilardo. Maradona yang mewarisi nomor itu, hingga Piala Dunia AS 1994 sekarang. 

Sama seperti Belanda. Ketika Leo Beenhakker mengambil kursi Thijs Libregts, nomor keramat Ini diberikan pada Ruud Gullit. Kini Gullit absen, dan nomor ini diambil alih Dennis Bergkamp.

Di Jerman, mitos nomor 10 juga dipegang pemain bintang, dan rata-rata punya peran sentral untuk meraih sukses. Sebelum diambil alih Lothar Matthaeus di dua Piala Dunia (Meksiko 1986 dan Italia 1990), nomor ini dipegang penyerang sayap mereka, Karl-Heinz Rummenigge.

Tahun 1974. saat Jerman juara di kandang sendiri, nomor 10 tidak ada yang memiliki sebab Der Bomber Gerd Muller justru mengenakan nomor 13. Yang kontradiktif mungkin di Italia. Skuadra Azzurra ini tampaknya tak begitu percaya dengan mitos nomor 10.

Tahun 1990, zamannya Azeglio Vicini, mereka berprinsip, pemberian nomor punggung harus berurut, dari lini belakang hingga depan. Karenanya, di tahun itu juga, ada sejumlah bintang mereka yang ternyata bukan pemakai nomor 10: Gianluca Vialli (21), Roberto Baggio (15), dan Salvatore Schillaci (19). 

Nomor 10 justru jatuh pada pemain yang saat itu belum begitu bersinar: Nicola Berti. Yang unik mungkin di Belgia. Mereka menyerahkan pada pemain untuk memilih nomor punggung yang disukai. Empat tahun lalu, dan sekarang, nomor 10 dimiliki Enzo Scifo. Tepat juga ternyata, ya?

Calon Bintang

Adakah di Piala Dunia 1994 sekarang sang bintang yang akan muncul adalah pemain dengan nomor punggung 10? Kemungkinan besar. Sebab pemain dengan nomor itu bukan hanya Roberto Baggio, yang lebih dulu telah terpilih sebagai pemain terbaik dunia 1993.

Lihat saja. Ada Carlos Valderrama (Kolombia), Enzo Scifo (Belgia), Dennis Bergkamp (Belanda), dan tentu, Diego Maradona (Aregnina). Juga Lothar Matthaeus (Jerman), John Sheridan (Irlandia), Rai Oliviera (Brasil), Martin Dahlin (Swedia), Gheorghe Hagi (Rumania), Jose Maria Bakero (Spanyol), dan 'Si Iblis' Marco Etcheverry (Bolivia) yang telah terkena kartu merah di laga perdananya.

Tapi ada pula calon bintang yang bukan pemakai nomor mitos ini. Sebutlah Eric Wynalda (AS/11), Florin Raducioiu (Rumania/9), Stephane Chapuisat (Swiss/11), Faustino Asprilla (Kolombia/21), Thomas Brolin (Swedia/11), Francois Omam-Biyick (Kamerun/7), Romario Faria (Brasil/11), Bebeto (Brasil/7).

Juga ada Gabriel Batistuta (Argentina/7), Hristo Stoichkov (Bulgaria/8), Rashidi Yekini (Nigeria/9), Hugo Sanchez (Meksiko/9), Roy Keane (Irlandia/6), dan Andy Townsend (Irlandia/7). Nah, nomor mana yang paling sakti? Kita tunggu saja!


NOMOR 10 YANG AKAN BERKIBAR



CARLOS VALDERRAMA (Kolombia)
Lahir: 2 September 1961
Klub: Atletico Junior (Kolombia)
Piala Dunia Ke: 2 (1990, 1994)
Keahlian: Si Kribo Pirang ini adalah dirijen, playmaker. Ia sangat ulet, tak pernah menyerah. Umpan-umpannya pun sangat akurat. Valderrama juga ahli membaca permainan, pengatur irama, eksekutor bola-bola mati, serta ahli membakar semangat juang teman-temannya.

ENZO SCIFO (Belgia)

Lahir: 19 Februari 1966
Klub: AS Monaco (Prancis)
Piala Dunia Ke: 3 (1986, 1990, 1994)
Keahlian: Scifo adalah jenderal lapangan tengah Belgia. Sebagai playmaker, ia punya kemampuan menggiring bola yang bagus, nyaris tanpa cacat. Dia juga ahli untuk urusan eksekusi penalti, dan tendangan bebas. Scifo dikenal sangat mobil dan tidak kenal lelah.

DENNIS BERGKAMP (Belanda)

Lahir: 18 Mei 1969
Klub: Internazionale (Italia)
Piala Dunia Ke: 1 (1994)
Keahlian: Bergkamp dapat memenangkan pertarungan one on one, atau lewat satu sentuhan. Penguasaan bolanya mendekati sempurna. Dia juga punya feeling yang bagus untuk melakukan tendangan first-time. Kelebihan lain: produktif bikin gol.

ROBERTO BAGGIO (Italia)

Lahir: 18 Februari 1967
Klub: Juventus (Italia)
Piala Dunia Ke: 2 (1990, 1994)
Keahlian: Dia playmaker tim. Umpan-umpannya terukur. Roby, sapaannya, juga bagus dalam mengambil tendangan bebas dan penalti. Dia bisa berfungsi sekaligus sebagai gelandang dan penyerang, yang sama baiknya. Baggio juga dikenal sebagai mesin gol dan eksekutor.



(foto: pinterest)



Share:

Brolin Senang, Olsen Tenang


Mencetak gol selalu menggembirakan. Juga buat Tomas Brolin, andalan utama barisan depan Swedia, ketika mereka beruji-coba melawan sesama tim Skandinavia yang juga akan bertarung di Piala Dunia. Norwegia. 

"Gol itu membuat kepercayaan saya bertambah besar. Permainan ini benar-benar sangat berharga sebelum kami pergi ke Amerika," ujar si baby-face Brolin, pemborong dua gol ke gawang Norwegia pada ujicoba di Stockholm, Ahad lalu, yang berakhir 2-0. 


Bukan hanya Brolin yang bertambah besar kepercayaannya, tapi juga seluruh anggota tim nasional Swedia yang akan siap beraksi di Piala Dunia 1994. Kapten tim Jonas Thern, striker Martin Dahlin, gelandang Stefan Schwarz, maupun kiper veteran Thomas Ravelli, semua sangat bergembira. 

"Memang ini hanya uji coba, tapi saya puas dengan taktik yang kami terapkan. Para pemain sudah semakin padu," ujar Tommy Svensson, pelatih Swedia yang dianggap sukses membawa tim Skandinavia itu dalam 4 tahun terakhir. Laga itu sendiri sebenarnya kurang menarik untuk ditonton. Dua tim bermain hati-hati dalam melakukan berbagai gerakan.

Maklum, cedera sedikit saja bisa menjadi problem besar bagi si pemain mengingat saat itu Piala Dunia tinggal 12 hari lagi. Permainan baru meningkat tatkala Brolin mencetak gol pertama. Kemudian lebih panas ketika ia membobol lagi gawang Norwegia, yang dikawal Erik Thorstvedt, lewat titik penalti. Bagaimana komentar Egil Olsen, pelatih Norwegia? 

"Sangat sulit uji coba ini dijadikan ukuran. Beberapa pemain kami sengaja saya keluarkan karena menghindari cedera. Semoga di Piala Dunia nanti permainan kami lebih baik," harapnya dengan tenang. Alasan Mengejutkan Di Piala Dunia nanti Norwegia bergabung dengan Italia, Irlandia, dan Meksiko di Grup E, sedangkan Swedia di grup B bersama Brasil, Rusia dan Kamerun. 

Kekalahan Norwegia tidaklah mengejutkan, namun menjadi pelajaran berharga bagi Olsen. Berbeda dengan kekalahan Irlandia dari Ceko, menjadi keterkejutan pengamat. "Menjadi kewaspadaan buat (Jack) Charlton. Tapi untunglah kalah di sini, daripada di Piala Dunia," kilah Don Howe, asisten manajer tim nasional Inggris, mengomentari kekalahan Irlandia. 

Selama ini - tepatnya selama 17 pertandingan - Irlandia belum pernah terkalahkan. Bahkan dalam dua kali uji coba terakhirnya. yaitu melawan Belanda dan Jerman, mereka sempat menang telak 2-0. 

Maka tidak heran kalau kekalahan ini dianggap sebagai tanda kewaspadaan untuk Jack Charlton. "Tapi, terus terang, saya tetap puas dengan kekalahan ini. Para pemain sudah bermain bermain secara maksimal," ujar Charlton, klise. 

Tim lain yang puas menerima kekalahan adalah Yunani. Mereka kalah 0-2 dari Kolombia, namun pelatih mereka Alketas Panagoulias, merasa puas dengan permainan anak latihnya. "Melawan Kolombia adalah pelajaran berharga sebelum kami menghadapi Argentina pada pertandingan di Piala Dunia nanti," kata Alketas. 

Di Piala Dunia nanti Yunani bergabung di grup D bersama Argentina, Nigeria dan Bulgaria. Kepuasan memang tercermin dari masing-masing tim setelah mengakhiri partai uji coba terakhirnya. Bagaimana di Piala Dunia nanti? Kita lihat saja. 



(foto: 90minutecybic/laporan Rob Hughes)
Share:

Artikel Populer

Maurizio Sarri: Tantangan Baru Si Mantan Bankir

Buat tifosi Napoli yang militan dan fanatik, begitu melihat jagoannya cuma meraup dua poin dari tiga laga jelas bikin dongkol selain gundah...

Arsip

Intermeso

Wawancara

Arsip

Artikel Terkini