Perjalanan, Pengalaman, & Pemahaman Permainan Terindah

  • Niac Mitra vs Arsenal 2-0: Gara-gara Udara Panas dan Lapangan Buruk?

    Niac Mitra mengukir kenangan indah di depan ribuan penggemarnya di Stadion Gelora 10 November ketika sore kemarin agak di luar dugaan menaklukkan klub kenamaan Inggris, Arsenal, dengan kemenangan mutlak 2-0.

  • Mino Raiola, Antara Mulut Besar Donald Trump dan Keberingasan Al Capone

    Dalam rimba transfer internasional dunia, ketika akan terjadi deal antara pemain, agennya, dan wakil klub, biasanya pertemuan terjadi di restoran mahal tertutup, lobi hotel mewah bahkan di kamar tertutup. Namun khusus kepada orang yang satu ini sulit terlaksana.

  • Stan Kroenke: Kapitalis Pemuja Wenger

    Sosoknya kaku, irit bicara, pelit senyum apalagi sampai tertawa terpingkal-pingkal. Tak salah kalau pers Inggris menjulukinya the silent man atau si pendiam. Sorot matanya tajam, gerak-geriknya tanpa ekspresi, pikirannya selalu fokus tanda suka berpikir sesuatu yang menarik minat. Suasana hatinya dingin, barangkali sedingin darahnya, dan kelihatannya orang ini rada susah untuk dijadikan teman atau sahabat.

  • Angela Merkel: Wanita Terkuat di Dunia

    Kiprah nyonya besar yang satu ini tak sampai begitu. Tapi pelampiasannya unik. Satu gerakan moral Angela Dorothea Merkel, Kanselir Jerman sejak 2005, yang jadi hobi dan habit sebab sering dilakukan adalah nyelonong ke kamar ganti pemain!

  • Roger Daltrey: Semangat Highbury Highs

    Malam hari penghujung April 2006, Roger Harry Daltrey tak kuasa menahan kenangan masa lalu. Memori kejayaan bersama Pete Townshend, John Entwistle dan Keith Moon saat mengusung aliran progressive rock lewat band The Who di era 1970-an, kerap kali campur aduk dengan era keemasan The Old Double.

  • Persija, Inspirasi dari Soempah Pemoeda

    Berkat sejarahnya, dominasi Persija di blantika nasional tak pernah lekang dimakan waktu. Catatan fenomenal juga ditorehkan klub berlambang Monas sebagai satu-satunya klub dengan rekor tak pernah terkena degradasi sejak debut pada 1931.

  • Asal Muasal Tiqui-Taca, Sepak Bola Bergaya Geometri

    Medio 1980-an, ketika masih masa anak-anak, kata-kata yang kini dikenal dengan tiki-taka sebenarnya sudah sering dihebuskan para komentator Indonesia dalam beberapa acara siaran langsung Piala Dunia atau Piala Toyota di TVRI. Satu yang paling rajin menurut saya adalah Eddy Sofyan. Dia suka menyebutnya dengan ‘tik-tak’ yang berkonotasi umpan-umpan pendek, permainan tek-tok layaknya karambol atau ding dong.

Data Agenda Agustus 1994: Tur Vantrend Club

Berikut berbagai kegiatan olah raga di Tanah Air pada minggu ketiga Agustus 1994 yang kebanyakan berlangsung di DKI Jakarta dan Jawa Barat. 

AEROBIK - Korpri Dharma Wanita & PKK Kodya Bandung akan menyelenggarakan olah tubuh khusus wanita "Mother Fit" di Gedung Korpri Kodya Bandung, Jl. Cicendo Bandung, 25 Agustus. Kegiatan bersifat umum ini akan dipandu pakar aerobik, Petra Burnama, dan ahli kesehatan wanita, dr. Tatang.

BALAP MOTOR - Pengda IMI Jatim bekerjasama dengan Klub Ajang Leader Surabaya menggelar "Bintang Road Race 94" Minggu, 21 Agustus. Kegiatan yang juga Kejurda seri ke-2 ini diadakan di Sirkuit Lapangan Makodam V/Brawijaya Surabaya, memperlombakan kelas-kelas: Bebek Standar, Bebek Tune, Sport Standar, Sport Tune, dan Vespa bagi pemula dari non pemula. Pendaftaran di sekretariat panitia Jl. Simohilir Tlmur Raya 3D/6 Surabaya.

KUNGFU - Sekitar 1500 peserta dari Jabar dan DKl Jaya akan mengikuti ujian kenaikan tingkat Perguruan Kungfu Naga Nas pada 20-21 Agustus di Bumi Perkemahan Cinumpang, Cisaat, Sukabumi. Keterangan bisa diperoleh di Gelanggang Generasi Muda Jl. Merdeka 64 Bandung.

OTOMOTIF - Bagi para pemilik mobil Mazda Vantrend diharapkan dapat berpartisipasi dalam "Mazda Vantrend Family Tour" yang digelar oleh Mazda Vantrend Klub (MVK) 20 Agustus. Rute dimulai dari silang Monas dan berakhir di Green Apple Family, Cipanas. Pendaftaran hingga 19 Agustus di Sekretariat MVK. Jl. AM Sangaji 12 Jakarta.
Data Agenda Agustus 1994: Tur Vantrend Club

PETUALANGAN - Mapala Universitas Muslim Indonesia (UMI) Ujungpandang mengundang para pencinta olah raga alam bebas untuk mengikuti lomba Rimba Raya III tingkat nasional, 23-30 Agustus di Kab.Tana Toraja. Yang berminat dapat mendaftar di Sekretariat Mapala UMI, Auditorium A Jibra atau di Jl.Amirullah 10 telp. 853137 Ujungpandang.

SEPEDA - RR & Associates dalam memeriahkan HUT RI ke-49 bekerjasama dengan Taman Surya menyelenggarakan Taman Surya Fun Bike" di Jl. Sumur Bor Pegadungan, Kalideres, Jakbar. Pendaftaran melalui RR & Ass. telp.5700826. 5719531, Taman Surya 6198292. 6198255 atau Bike Comer 7355275.

TINJU - Dalam rangka memperingati HUT RI ke-49 dan HUT Sasana Atrico, sekitar 200 petinju akan ikut meramaikan Turnamen Tinju Piala Atrico 1 yang akan dilangsungkan di Bumi Marinir Cilandak Jakarta. Turnamen berlangsung 22-26 Agustus mempertandingkan kelas layang ringan hingga menengah, untuk petinju pemula, Muda, Madya, dan Utama.

BALAP SEPEDA - Lomba sepeda alam BSD Matra Bicycle Sprint Offroad akan digelar RR & Ass. di Sirkuit Rally Bumi Serpong Damai Tangerang, 11 September mendatang. Pendaftaran di RR & Ass. Telpon 5700826, 5719531 atau Bike Corner (7355275), Atlanta (4500678), serta Toss Club (5806168).

BOLA BASKET - Kompetisi bolabasket antarklub tingkat kotamadya Medan akan digelar Pengcab Perbasi Medan mulai 3 September mendatang. Bertempat di GOR Angsapura, kejuaraan ini mempertandingkan kelompok senior dan junior putra-putri dari dua divisi.

GOLF - PGI (Persatuan Golf Indonesia) akan menyelenggarakan turnamen Golf Indonesia Terbuka 5-8 September. Acara ini juga sebagai ajang seleksi tim golf Indonesia ke Asian Games. Pegolf yang akan diseleksi adalah: Supardi, Bakhtiar, Dana Makhmud, Beny Supriadi, Retno, Ani Iman, dan G. Maningsik.

KARATE - Departemen Pertahanan Keamanan RI, dalam hal ini Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, akan mengadakan Kejuaraan Karate antar Perguruan Tinggi se-Jawa & Bali I yang mengambil tempat di Gedung Olah Raga Marinir Cilandak. Kejuaraan dimulai 2-4 September. Jam pertandingan mulai pukul 08.00 WIB.

MARATHON - KONI Kabupaten Bandung pada 11 September mendatang akan menyelenggarakan lomba lari "10K Pedesaan" di Soreang, Kabupaten Bandung. Total hadiah Rp 10 juta. Pendaftaran di kantor KONI di seluruh kabupaten Bandung dengan biaya Rp.2.500/orang termasuk kaus.

TENIS - Dalam rangka Dies Natalisnya yang ke-34, Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang akan menyelenggarakan Tumamen Tenis antar Fakultas Ekonomi se- Indonesia. Turnamen berlangsung 5-14 September di Lapangan tenis Undip, GOR Tri Lomba Juang dan lapangan tenis Bank Indonesia.

TERJUN PAYUNG - 200 Sebanyak penerjun dari 18 klub se-Indonesia akan meramaikan Kejurnas terjun payung memperebutkan Piala Kemerdekaan II di Yogyakarta, 11-18 September mendatang. Nomor yang dipertandingkan masing-masing ketepatan mendarat beregu putra/putri dan perseorangan putra/putri.


(foto: x-ultimate.bosmobil)





Share:

Ananda Mikola: Dari Sentul ke Sentul

Ahad lalu ia mengadu maut di Sirkuit Sentul bersama pembalap-pembalap senior Formula Asia. Pada Ahad ini ia kembali ke Sentul, bukan di sirkuit yang biasa ia dipakai melainkan di area parkir di sekitar Sirkuit Sentul, Bogor.

Namun tujuannya sama: membalap. Dan kalau minggu lalu anak ini berlika-liku di sirkuit yang lebih panjang dan lebar, maka pada minggu kemarin sirkuit yang diarunginya jauh lebih sempit, lebih pendek, dan di atas kendaraan yang lebih kecil pula, gokart. Sikapnya pun kini sudah layak pembalap beneran. 

Ananda Mikola: Dari Sentul ke Sentul
Ananda Mikola berpotensi asal dibina dengan baik.
"Kenapa saya harus takut? Saya senang, kok," ujar Ananda Mikola, pembalap yang baru berusia 14 tahun mengenai hari-harinya di sirkuit. Tapi, memang lingkungan akhirnya yang membuat Nanda sepertinya 'tersingkir' dari pergaulan remaja seperti lazimnya anak seusianya. Ia punya orang tua yang dikenal lekat dengan dunia otomotif kita, Tinton Suprapto. Simak saja komentarnya sewaktu mengikuti balap Formula Asia di Sentul.

"Mobil saya melintir di tikungan," tandasnya. Ketika didesak kenapa bisa melintir, Nanda menjawab tuntas. "Ya terus terang saya nggak bener bawanya". Ia baru pertama kali mengikuti lomba dengan mobil formula berkekuatan 2.000 cc itu. Keahliannya kemudian dibuktikan di Grup N, dengan merebut juara. "Saya puas sekali," ungkapnya pendek.

Di arena gokart sendiri, Nanda yang kini duduk di bangku kelas 2 SMP Bhakti Mulia Jakarta, sudah mempunyai prestasi juga. Terakhir menjuarai seri nasional yang berlangsung di Yogyakarta, Mei silam. Pilih yang mana, balap mobil atau gokart? Nanda tampaknya masih bingung, tapi sang bapak justru mantap. "Biar saja dua-duanya. Lebih banyak ikut lebih bagus. Saya yakin prestasinya bisa melebihi saya nantinya," ujar Tinton semangat.

(foto: Stefan Sihombing)



Share:

Maria Lucia dan Upik Damayanti: Lebih Kuat Dari 39 Pria

Siapakah yang menang kalau dua wanita diadu dengan 39 pria? Jawabnya: wanita yang menang? Lho kok bisa? Ya bisa saja. Soalnya ini bukan adu otot tapi adu otak. Tepatnya di atas papan catur. Bukti tersebut terjadi di Wisma Dharmala Sakti, Jakarta, Minggu lalu.
Maria Lucia dan Upik Damayanti: Lebih Kuat Dari 39 Pria
Maria Lucia dan Upik Damayanti.
Maria Lucia dan Upik Damayanti, membuktikan kekuatannya di papan yang terdiri dari 64 kotak. Kedua wanita bergelar Master Internasional tersebut ikut meramaikan Catur Simultan Wanita pertama di Tanah Air dalam rangka ulang tahun Dharmala Group yang ke-40.

Tidak tanggung-tanggung, mereka 'dikeroyok' 40 pecatur terbaik (seorang diantaranya wanita) milik grup perusahaan yang kantor pusatnya berbentuk unik di Jalan Jenderal Sudirman itu. Dari masing-masing melawan 20 pecatur, Upik menang 16,5-3,5 dan Luci menang 18-2. Namun bukan itu saja kehebatan mereka.

Bayangkan, Luci dan Upik mampu bermain, berpikir, berdiri, lalu berjalan mondari mandir selama hampir enam jam! "Habis suasananya meriah sih, jadi nggak terasa capek," kilah Luci. Lain dengan Upik yang kelihatannya cukup letih karena enerjinya terkuras, sehingga rambut keriting spiralnya sampai basah.

Meskipun begitu dia mengaku gembira dan bangga dengan lomba yang pertama kali diadakan di Indonesia. "Hitung-hitung buat lebih memasyarakatkan catur," kata Upik, mahasiswi UPI-YAI Jakarta yang sering cuti kuliah gara-gara catur ini.

Soal bangga juga dirasakan Luci. Gadis yang kuliah di Universitas Surabaya itu ingin lomba semacam ini terus diadakan demi untuk perkembangan catur putri di Indonesia. "Tapi ada nggak yang mau menjadi sponsor?" tanyanya.

Apa obsesi mereka di dunia catur? Upik yang sudah merasa kepalang basah dengan catur nampaknya yakin akan dunia yang digelutinya ini. "Saya ingin mengejar gelar GMI (Grandmaster Internasional)," cetus peringkat pertama pecatur putri Indonesia itu.

(foto: Tjandra)





Share:

Liga Eropa: Hasil, Jadwal, dan Bursa Transfer

Bursa Transfer untuk musim 1994/95 mulai dibuka. Kesibukan melanda seluruh klub-klub Eropa. Berikut pemain yang hijrah di musim ini.

Liga Eropa: Hasil, Jadwal, dan Bursa Transfer
Ilie Dumitrescu dan manajer Tottenham Hotspur, Osvaldo Ardiles.

Lajos Detari (Hongaria): dari Genoa ke Neuchatel Xamax
Ilie Dumitrescu (Rumania): dari Steaua Bucuresti ke Tottenham 
Juergen Klinsmann (Jerman): dari Monaco ke Tottenham Hotspur
Torben Piecknick (Denmark): dari Liverpool ke AGF Kontrakfoodbold
Thomas Haessler (Jerman): dari Roma ke SC Karlsruher
Franck Sauzee (Prancis): dari Atalanta ke Strasbourg
Marcio Santos (Brasil): dari Bordeaux ke Fiorentina
Riccardo Ferri (Italia): dari Inter ke Sampdoria
Massimo Orlando (Italia): dari Fiorentina ke Milan
Gianluca Sordo (Italia): dari Torino ke Milan
Giovanni Stroppa (Italia): dari Foggia ke Milan
Ciro Ferrara (Italia): dari Napoli ke Juventus
Luca Fusi (Italia): dari Torino ke Juventus
Walter Zenga (Italia): dari Inter ke Sampdoria
Sinisa Mihajlovic (Serbia): dari Roma ke Sampdoria
Roberto Mussi (Italia): dari Torino ke Parma
Gianluca Pagliuca (Italia): dari Sampdoria ke Inter
Ruggiero Rizzitelli (Italia): dari Roma ke Torino
Angelo Carbone (Italia): dari Milan ke Fiorentina
Brian Laudrup (Denmark): dari Milan ke Fiorentina
Alessandro Orlando (Italia): dari Milan ke Fiorentina
Michele Padovano (Italia): dari Reggiana ke Genoa
Fernando De Napoli (Italia): dari Milan ke Reggiana

HASIL LIGA EROPA

Prancis

28/7: Bordeaux vs Nice 1-0
29/7: Montpellier vs Martigues 0-1, St Etienne vs Rennes 1 -1, Le Havre vs PSG 0-0, Lens vs Lille 1-1, Sochaux vs Caen 2-0, Strasbourg vs Auxerre 1-1, Nantes vs Lyon 1-1, Monaco vs Metz 0-1, Cannes vs Bastia 0-0.
1/8: Auxerre vs Nantes 1-2.

JADWAL LIGA EROPA

Liga Prancis 8/8:
St Etienne vs Montpellier, Bordeaux vs Martigues, Le Havre vs Nice, Lens vs Rennes, Sochaux vs Lille, Strasbourg vs Paris SG, Nantes vs Caen, Monaco vs Auxerre, Cannes vs Metz. Bastia vs Lyon.

Piala Winner 11/8:

FC Pirin (Bulgaria) vs Schaan (Liechstenstein), Norma Tallinn (Estonia) vs Maribor Branik (Slovenia), Fandok Bobruisk (Belarusia) vs Tirana (Albania), Tiligul Tiraspol (Moldavia) vs Omonia Nicosia (Siprus), Ferencvaros (Hongaria) vs F91 Dudelange (Luksemburg), Floriana (Malta) vs Sligo Rovers (Irlandia), Barry Town (Wales) vs Zalgiris Vilnius (Lithuania), Bodo Glimt (Norwegia) vs Olimpija Riga (Latvia), Viktoria Zizkov (Ceko) vs IFK Norkopping (Swedia), Sandoyar Itrotiarfelag (Faroe) vs HJK Helsinki (Islandia), IBK Keflavik (Islandia) vs Maccabi Tel-Aviv (Israel), Bangor (Iriandia Utara) vs Tatran Presov (Slowakia).

Piala Champion 10/8:

Steaua Bucuresti (Rumania) vs Servette (Swiss), Sparta Praha (Ceko) vs IFK Goteborg (Swedia), Avenir Beggen (Luksemburg) vs Galatasaray (Turki), Paris St Germain (Prancis) vs VAC Samsung (Hongaria), Maccabi Haifa (Israel) vs Salzburg (Austria), AEK Athena (Yunani) vs Glasgow Rangers (Skotlandia), Legia Warsawa (Polandia) vs Hadjuk Split (Kroasia), Silkeborg IF (Denmark) vs Dynamo Kyiv (Ukraina).

Piala UEFA 10/8: Kualifikasi Awal




(foto: dailymail)




Share:

Eric Cantona: Akibat Kurang Sopan

Eric Cantona: Akibat Kurang SopanMempunyai wajah tampan memang menguntungkan. Apalagi kalau yang empunya itu juga seorang bintang olah raga. Seperti yang dialami oleh Eric Cantona (28), bintang dari klub elite Manchester United yang lagi terus naik daun.

Aksinya bukan saja di lapangan hijau tapi juga sudah merambah ke dunia show-biz. Sehingga menjadi model iklan pun tidak masalah. Terlebih lagi ia juga punya wajah pria bertipe macho, jenis yang sedang disukai di dunia iklan. Cantona pernah juga beraksi di atas cat-walk sebagai peragawan. Memang potongan tubuhnya lebih cocok untuk itu, ketimbang sebagai pesepak bola. Malah ia sudah merekam suaranya dan membuat album musik yang konon laku di Eropa.

Hanya di film saja ia belum beraksi. Baru-baru ini wajahnya muncul di televisi seluruh Inggris sebagai model iklan Nike. Sialnya, kali ini iklan yang dibintanginya itu langsung dilarang untuk disiarkan.

Apa penyebabnya? Kalimat yang diucapkan Cantona dalam iklan tersebut dinilai kurang sopan. "Saya pernah menggagalkan serangan penjaga gawang, meludahi suporter dan melemparkan kaos ke wasit!" begitu ucapan Cantona dalam iklan selama 30 detik itu yang akhirnya bermasalah.

Terang saja iklan ini diprotes oleh masyarakat Inggris yang terkenal santun. Dan larangan dikeluarkan hanya beberapa jam setelah ia mendapat hukuman larangan bermain sebanyak tiga pertandingan, gara-gara melakukan trik kotor ketika bermain di Skotlandia minggu lalu. Ah, Cantona! Ganteng, macho, tapi sayang, ternyata kurang santun.


(foto: cantona)

Share:

Kejurnas Go Kart 1994: Firhand Kalahkan Ananda

Ada rasa bangga ketika menyaksikan Kejuaraan Nasional Gokart Seri ke-IV di Sirkuit Sentul, Bogor, Ahad lalu. Mengapa? Tak lain, karena semakin banyaknya animo pembalap muda yang melirik perlombaan mobil balap mini itu.

Dominasi pembalap muda, atau boleh dikata anak ABG (Anak Baru Gede) yang hampir seluruhnya adalah putra mantan pembalap kondang, terlihat jelas. Dari enam nomor yang dilombakan, dua direbut oleh para pembalap muda itu, yaitu Firhand Ali yang berusia 16 tahun, merebut juara di kelas Intercontinental-A/SKE 100 cc, lalu Dimas Danindro (14) pada nomor Rising Star.
Kejurnas Go Kart 1994: Firhand Kalahkan Ananda
Gebyar anak-anak baru gede ber-Go Kart di Sirkuit Sentul.
Glen Iriawan, putra almarhum pembalap Hengky Iriawan tidak mau tergusur oleh ABG itu. Secara meyakinkan ia juara di kelas umum. Free For All (FFA). Firhand menduduki peringkat kedua. Namun yang paling menarik dari lomba berseri yang diadakan Komisi Gokart PB IMI ini adalah persaingan terselubung antara Firhand Ali dan Ananda Mikola. Dari sekian pembalap muda yang ada, keduanya memang yang paling menonjol. Pada nomor Intercontinental atau SKE 100 cc, Firhand dan Nanda bertarung sengit.

Dari putaran pertama hingga terakhir (putaran ke-24), keduanya bersaing ketat dengan aksi tempel-menempel. Rupanya mereka memang musuh bebuyutan. Akhirnya Firhand berhasil menang lewat selisih 3 detik. Terakhir kali Firhand mengalahkan Nanda terjadi pada Karting International Super Cup di Kemayoran, Mei lalu.

Ingin Profesional

"Meski tikungan di sini tajam, namun saya bisa atasi. Itu karena saya sering ikut lomba di dalam dan luar negeri," ungkap Firhand, putra pembalap Ali Muhammad yang masih bersekolah (SMA) di Singapura. Ia memang mencoba lebih profesional di balap kecil itu. Tak mau pindah atau mencoba nomor lain sebelum waktunya. Tidak seperti kebiasaan para pembalap, yang senang pindah jalur. Niatnya ini tidak main-main, dan dibuktikannya dengan masuk klub Kart Master Singapore.

"Saya belum mau pindah. sebelum menjadi juara Asia," tekadnya. Selain pengenalan sirkuit, kebiasaan membaca karakter pembalap baginya juga amat penting. Hal itu dibuktikannya ketika kembali menaklukkan Ananda di Sentul. "Saya sudah tahu kelemahannya, makanya dari awal saya langsung tancap gas," lanjutnya.

Bagaimana dengan Nanda? Ia tidak mau berkomentar tentang kekalahannya itu. Apalagi ia sempat dimaki oleh ayahnya, Tinton Soeprapto, yang tidak puas terhadap hasil lomba yang dicapai anak pertamanya itu. Selain Nanda, ikut Moreno Soeprapto, yang juga adiknya Nanda.


(foto: tjandra)




Share:

Chris Sutton: Bakal Terbang Tinggi

Di kala belum banyak orang yang tahu, namanya tiba-tiba meroket. Dialah Chris Sutton, pemain termahal di Inggris saat ini. Striker asal Norwich City itu dipastikan memperkuat klub calon juara, Blackburn Rovers untuk musim 1994/95 ini.

Chris Sutton: Bakal Terbang Tinggi
Chris Sutton bakal melambung bersama Alan Shearer di Blackburn Rovers.
Kepindahan pria yang dijuluki The Flying High, karena kelihaiannya dalam memanfaatkan bola-bola udara itu tidak membuat masyarakat di sana kaget. Ia sudah diramalkan jauh-jauh hari menjadi bintang. Yang bikin kaget, mungkin harga transfernya.

Dengan nilai transfer sebesar Rp 15,5 miliar lebih, Sutton memecahkan rekor transfer Roy Keane sebagai pemain termahal di Liga Inggris musim lalu, tatkala pindah dari Nottingham Forest ke Manchester United. Saat itu Keane dihargai 12,5 miliar rupiah.

Lahir di Nottingham 10 Maret 1973, Christopher Roy Sutton merupakan hasil binaan Norwich sejak awal. Debut pertamanya di kompetisi pro dimulai usia 17 tahun. Ternyata ia cepat matang. Sebagai penyerang muda, Sutton sangat menyukai posisinya itu.

Padahal di awal kariernya, oleh pelatih Mike Walker, dia sempat ditempatkan sebagai bek! "Saya lebih suka bermain di depan seperti Lineker. Bagi saya itu adalah posisi yang menantang," ujar pemuda yang kebetulan benar-benar mengagumi striker nasional Inggris yang melegenda itu.

Musim lalu Sutton mencetak 28 gol untuk Norwich, meski kalah dari Andy Cole (Newcastle United) yang melesakkan 42 gol! Juga masih kalah dari Alan Shearer (Blackburn) serta Ian Wright (Arsenal) yang masing-masing mengoleksi 34 gol.

Keinginan dan Ambisi

Kepindahan pemain produktif ini menjadi berita menarik di Inggris. Sutton sempat frustrasi lantaran sahabat terbaiknya, Ruel Fox, pindah ke Newcastle. "Saya benar-benar kehilangan dia, merindukan bermain dengannya. Saya ucapkan selamat buat Fox.

Newcastle adalah klub yang besar," tutur kapten tim nasional Inggris U-21 suatu ketika. "Tapi kepindahan saya bukan karena (kehilangan) itu, klub yang mengingininya. Untuk itu saya harus mempunyai sikap. Yang pasti sebenarnya saya masih betah dan cinta dengan Norwich," lanjut Sutton.

Kini peluang Sutton untuk menjadi yang terbaik terbuka lebar. Kesempatan untuk terus sukses sudah berada di depan mata. Apalagi bermain di Blackburn, dia bakal berpasangan dengan salah satu calon bomber terhebat Liga Inggris, Alan Shearer.

The Rovers pada musim kompetisi ini menjadi klub pesaing paling serius dari juara bertahan Manchester United, selain Tottenham Hotspur. Untuk itu, rupanya Sutton punya rencana jangka panjang. Ternyata ada lagi yang dicarinya.

"Keinginan dan ambisi saya adalah bermain di tim nasional Inggris sepenuhnya, tetapi itu tidak mudah karena masih banyak yang bagus, tapi saya terus mencoba, mencoba, dan mencobanya," tekad pemain berwajah ganteng ini.

Memang di tim nasional Inggris, yang kini ditangani Terry Venables, masih bercokol penyerang stylish bin mapan macam Shearer, Cole, Ian Wright, Peter Beardsley, atau juga striker baru The Magpies, Les Ferdinand. 

Namun demikian, jika dapat meraih kesempatan, tampaknya harapan Sutton bisa jadi kenyataan. Kita bisa menyaksikan sepak terjangnya perdana di klub barunya saat Blackburn bertemu Southampton di pekan pertama Premier League, 20 Agustus mendatang.

(foto: dailyrecord)

Share:

Artikel Populer

Maurizio Sarri: Tantangan Baru Si Mantan Bankir

Buat tifosi Napoli yang militan dan fanatik, begitu melihat jagoannya cuma meraup dua poin dari tiga laga jelas bikin dongkol selain gundah...

Arsip

Intermeso

Wawancara

Arsip

Artikel Terkini