Perjalanan, Pengalaman, & Pemahaman Permainan Terindah

  • Niac Mitra vs Arsenal 2-0: Gara-gara Udara Panas dan Lapangan Buruk?

    Niac Mitra mengukir kenangan indah di depan ribuan penggemarnya di Stadion Gelora 10 November ketika sore kemarin agak di luar dugaan menaklukkan klub kenamaan Inggris, Arsenal, dengan kemenangan mutlak 2-0.

  • Mino Raiola, Antara Mulut Besar Donald Trump dan Keberingasan Al Capone

    Dalam rimba transfer internasional dunia, ketika akan terjadi deal antara pemain, agennya, dan wakil klub, biasanya pertemuan terjadi di restoran mahal tertutup, lobi hotel mewah bahkan di kamar tertutup. Namun khusus kepada orang yang satu ini sulit terlaksana.

  • Stan Kroenke: Kapitalis Pemuja Wenger

    Sosoknya kaku, irit bicara, pelit senyum apalagi sampai tertawa terpingkal-pingkal. Tak salah kalau pers Inggris menjulukinya the silent man atau si pendiam. Sorot matanya tajam, gerak-geriknya tanpa ekspresi, pikirannya selalu fokus tanda suka berpikir sesuatu yang menarik minat. Suasana hatinya dingin, barangkali sedingin darahnya, dan kelihatannya orang ini rada susah untuk dijadikan teman atau sahabat.

  • Angela Merkel: Wanita Terkuat di Dunia

    Kiprah nyonya besar yang satu ini tak sampai begitu. Tapi pelampiasannya unik. Satu gerakan moral Angela Dorothea Merkel, Kanselir Jerman sejak 2005, yang jadi hobi dan habit sebab sering dilakukan adalah nyelonong ke kamar ganti pemain!

  • Roger Daltrey: Semangat Highbury Highs

    Malam hari penghujung April 2006, Roger Harry Daltrey tak kuasa menahan kenangan masa lalu. Memori kejayaan bersama Pete Townshend, John Entwistle dan Keith Moon saat mengusung aliran progressive rock lewat band The Who di era 1970-an, kerap kali campur aduk dengan era keemasan The Old Double.

  • Persija, Inspirasi dari Soempah Pemoeda

    Berkat sejarahnya, dominasi Persija di blantika nasional tak pernah lekang dimakan waktu. Catatan fenomenal juga ditorehkan klub berlambang Monas sebagai satu-satunya klub dengan rekor tak pernah terkena degradasi sejak debut pada 1931.

  • Asal Muasal Tiqui-Taca, Sepak Bola Bergaya Geometri

    Medio 1980-an, ketika masih masa anak-anak, kata-kata yang kini dikenal dengan tiki-taka sebenarnya sudah sering dihebuskan para komentator Indonesia dalam beberapa acara siaran langsung Piala Dunia atau Piala Toyota di TVRI. Satu yang paling rajin menurut saya adalah Eddy Sofyan. Dia suka menyebutnya dengan ‘tik-tak’ yang berkonotasi umpan-umpan pendek, permainan tek-tok layaknya karambol atau ding dong.

Sejarah Sepak Bola AS: Lima Kali Piala Dunia

Piala Dunia 1994 yang berlangsung di AS ini adalah Piala Dunia yang ke-15. Dari 15 kali kejuaraan itu, AS telah tampil lima kali di putaran final, yaitu pada tahun 1930, 1934, 1950, 1990, dan 1994. Dari berbagai penampilan itu yang paling mengesankan pasti terjadi di tahun 1950 ketika mereka mengalahkan kesebelasan favorit Inggris 1-0, meski kemudian tersingkir karena kalah 2-5 dari Chile. Berikut prestasi mereka di tahun-tahun tersebut.

Sejarah Sepak Bola AS: Lima Kali Piala Dunia
                                                     Tim Nasional AS di Piala Dunia 1990.
URUGUAY 1930 (putaran final)
Tanggal
Lawan
Skor  
Pencetak Gol
Tempat
13.07.30
Belgia
3-0
McGhee 2, Patenaude
Montevideo
17.07.30
Paraguay
3-0
Patenaude 2, Florie
Montevideo
16.07.30
Argentina
1-6
Brown
Montevideo

ITALIA 1934 (putaran final)
Tanggal
Lawan
Skor
Pencetak Gol
Tempat
27.05.34
Italia
1-7
Donelli
Roma

PRANCIS 1938 (absen)

BRASIL 1950 (kualifikasi)
Tanggal
Lawan
Skor
Pencetak Gol
Tempat
04.09.49
Meksiko
0-6
-
Mexico City
14.09.49
Kuba
1-1
Wallace
Mexico City
18.09.49
Meksiko
2-6
Wattman, J.Souza
Mexico City
21.09.49
Kuba
5-2
Bahr, Wallace, Matevich2
Mexico City

BRASIL 1950 (putaran final)
Tanggal
Lawan
Skor
Pencetak Gol
Tempat
25.06.50
Spanyol
1-3
Pariani
Curitiba
29.06.50
Inggris
1-0
Gaetjens
Belo Horizonte
02.07.50
Chile
2-5
Wallace, Maca
Recife

SWISS 1954 (kualifikasi)
Tanggal
Lawan
Skor
Pencetak Gol
Tempat
10.01.54
Meksiko
0-4
-
Mexico City
14.01.54
Meksiko
1-3
Looby
Mexico City
03.04.54
Haiti
3-2
Casey, Looby, Chacuaria
Port Au-Prince  
04.04.54
Haiti
3-0
Looby 2, Mendoza
Port Au-Prince

SWEDIA 1958 (kualifikasi)
Tanggal
Lawan
Skor
Pencetak Gol
Tempat
07.04.57
Meksiko
0-6
-
Mexico City   
28.04.57
Meksiko
2-7
Murphy 2
Long Beach  
22.06.57
Kanada
1-5
Keogh
Toronto   
06.07.57
Kanada
2-3
Murphy, Mendoza
St. Louis       

CHILE 1962 (kualifikasi)
Tanggal
Lawan
Skor
Pencetak Gol
Tempat
06.11.60
Meksiko
3-3
Bicek 2, Zerhusen
Los Angeles    
13.11.60
Meksiko
0-3
-
Mexico City

INGGRIS 1966 (kualifikasi)
Tanggal
Lawan
Skor
Pencetak Gol
Tempat
07.03.65
Meksiko
2-2
Shmotolocha, Bicek
Los Angeles
12.03.65
Meksiko
0-2
-
Mexico City
17.03.65
Honduras
1-0
Murphy
San Pedro Sula   
21.03.65
Honduras
1-1
Murphy
Tegucigalpa

MEKSIKO 1970 (kualifikasi)
Tanggal
Lawan
Skor
Pencetak Gol
Tempat
13.10.68
Kanada
2-4   
Roy, Stritzl
Toronto        
20.10.68
Haiti
2-5   
Stritzl, Albrecht
Port Au-Prince
21.10.68
Haiti
6-3   
Baker 2, Roy 2, Millar 2
Port Au-Prince
27.10.68
Kanada
1-0  
Albrecht
Atlanta     
02.11.68
Bermuda
6-2  
Millar 3, Baker 2, Roy
Kansas City
20.04.68
Haiti
0-2   
-
Port Au-Prince
11.05.69
Haiti
0-1
-
San Diego

JERMAN BARAT 1974 (kualifikasi)
Tanggal
Lawan
Skor
Pencetak Gol
Tempat
20.08.72
Kanada
2-3
Getzinger, Roy
St. Louis       
03.09.72
Kanada
2-2
Roy, Geimer
Baltimore       
29.08.72
Meksiko
1-3
Roy
Mexico City
10.09.72
Meksiko
1-2
Geimer
Los Angeles

ARGENTINA 1978 (kualifikasi)
Tanggal
Lawan
Skor
Pencetak Gol
Tempat
24.09.76
Kanada
1-1
Bandov
Vancouver   
03.10.76
Meksiko
0-0
-
Los Angeles
18.10.76
Meksiko
0-3
-
Puebla
20.10.76
Kanada
2-0
Rys, Vhee
Seattle
22.12.76
Kanada
0-3
-
Port Au-Prince

SPANYOL 1982 (kualifikasi)
Tanggal
Lawan
Skor
Pencetak Gol
Tempat
25.10.80
Kanada
0-0
-
Fort Lauderdale
01.11.80
Kanada
1-2
Villa
Vancouver   
09.11.80
Meksiko
1-5
Davis
Mexico City
23.11.80
Meksiko
2-1
Moyers 2
Fort Lauderdale

MEKSIKO 1986 (kualifikasi)
Tanggal
Lawan
Skor
Pencetak Gol
Tempat
29.09.84
Antilles
0-0
-
Curacao
06.10.84
Antilles
4-0
Kapp, Di Bernado, Coker 2
St. Louis
05.05.85
Trinidad-Tobago
2-1
Borja, Paterson
St. Louis
19.05.85
Trinidad-Tobago
1-0
Caligiuri
Torrance
26.05.85
Kosta Rika
1-1
Kerr
Alajueda
31.05.85
Kosta Rika
0-1
-
Torrance

ITALIA 1990 (kualifikasi)
Tanggal
Lawan
Skor
Pencetak Gol
Tempat
24.07.88
Jamaika
0-0 
-
Kingston
13.08.88
Jamaika
5-1 
Krumpe, Bliss, Klopas      
St. Louis
16.04.89
Kosta Rika
0-1 
-
San Jose
30.04.89
Kosta Rika
1-0 
Ramos
St. Louis
13.05.89
Trinidad-Tobago
1-1 
Trittschuh
Torrance
17.06.89
Guatemala
2-1 
Murray, Eichmann
New Britain
17.09.89
El Salvador
1-0 
Perez
Tegucigalpa
08.10.89
Guatemala
0-0 
-
Guatemala City
05.11.89
El Salvador
0-0 
-
St. Louis
19.11.89
Trinidad-Tobago
1-0
Caligiuri
Port of Spain 

ITALIA 1990 (putaran final)
Tanggal
Lawan
Skor
Pencetak Gol
Tempat
10.06.90
Cekoslowakia
1-5
Caligiuri
Firenze
14.06.90
Italia
0-1
-          
Roma
19.06.90
Austria
1-2
Murray
Firenze

(foto: MLS)


Share:

Sejarah Sepak Bola di Benua Amerika: Pasuckquakkohowog, Aqsaqtuk, Lalu Soccer

Sejarah sepak bola di Amerika sebenarnya cukup tua. Bermula dari kedatangan rombongan imigran Eropa yang mendarat di pantai Massachussets, di wilayah Timur AS, pada tahun 1620. Namun begitu tiba, para imigran dari Inggris yang datang untuk mencari "tanah impian" ini, terkaget-kaget lantaran sudah disuguhi atraksi permainan dari penduduk asli Amerika.

Sejarah Sepak Bola AS: Pasuckquakkohowog, Aqsaqtuk, Lalu Soccer

Orang Indian menyebut permainan ini dengan 'Pasuckquokkohowog' yang artinya mereka berkumpul untuk memainkan bola dengan kaki. Mereka main dengan bola yang terbuat dari kulit menjangan dengan lapangan yang panjangnya satu mil dan lebar setengah mil! Sekedar untuk dicatat, 1 mil = 1,6 km.

Seluruh lelaki di kampung bersaing, ikut terjun dalam permainan ini. Lebih jauh ke utara, orang-orang Alaska dan Eskimo memainkan Aqsaqtuk, biasanya di atas lapisan es, hanya saja bola mereka biasanya diisi dengan rumput atau bulu caribou (kerbau Amerika). Itulah permainan lokal yang mirip sepak bola, yang sudah ada sebelum penjelajah Italia, Cristoforo Colombo (Christopher Columbus) mendarat di benua Amerika.

Lebih Tua dari FIFA

Dua ratus tahun kemudian, bangsa Amerika mengembangkan permainan ini menjadi suatu olah raga khas bagi mahasiswa. Klub-klub sepak bola dari berbagai universitas bermunculan dan salmg tanding. Di masa pemerintahan Presiden Abraham Lincoln (1861-1866), mereka membentuk Asosiasi Sepak Bola Antar-Perguruan Tinggi. Dan muncul pula klub sepak bola yang pertama di AS yaitu The Oneidas of Boston yang didirikan oleh Gerrit Miller Smith, pada tahun 1862.

Kedatangan gelombang ribuan imigran baru dari Inggris, Skotlandia, Irlandia, dan Wales dalam beberapa periode, semakin ikut mempopulerkan sepak bola di negara Paman Sam ini. Mereka yang bekerja pada perusahaan tekstil, galangan kapal, tambang atau minyak, rata-rata mempunyai klub sendiri, dan memadukan permainan impor dan olah raga lokal.

Persatuan Sepak Bola Amerika Serikat (USFA) terbentuk di Newark, New Jersey, pada tahun 1884, dua puluh tahun sebelum FIFA terbentuk. Namun mereka baru menjadi anggota FIFA di tanggal 15 Agustus 1913, akibat adanya dua organisasi yang melamar masuk menjadi anggota organisasi olah raga internasional berpengaruh itu. Di tahun 1974 USFA berganti baju menjadi USSF (United Stales Soccer Federation).

Bakal Cerah

Jangan dikira AS tidak mempunyai kompetisi yang teratur. Malah kompetisi sepak bola mereka terbilang tua. Negara ini pernah mempunyai kompetisi yang marak. antara tahun 1921-1985. Kompetisi ASL (American Soccer League) berlangsung antara 1921-1984, dan NASL (North America Soccer League) antara 1966-1985.

Kini sepak bola di AS terdiri dari beberapa jalur: profesional, amatir, universitas dan pemuda. Untuk tiga yang terakhir, meliputi putra dan putri. Untuk jalur profesional mereka memiliki tiga liga resmi: Liga Amerika bagian Utara atau APSL (American Professional Soccer League), liga Nasional atau NPSL (National Profesional Soccer League), yang dibagi menjadi dua divisi, America dan National. 

Terakhir, adalah liga sepak bola ruangan tertutup atau CISL (Continental Indoor Soccer League). APSL yang juga mencakup negara Kanada, beranggotakan 7 tim dengan kompetisi yang berlangsung empat musim, sehingga tiap tim akan bertanding sampai 24 kali.

Sedang di NPSL dibagi menjadi dua divisi: Divisi Amerika yang terdiri dari 7 klub dan Divisi Nasional 6 klub. Di sini tiap tim bermain sebanyak 40 kali setiap musimnya. Jadwal CISL yang berlangsung bulan Juni-September, memainkan 28 pertandingan setiap tim. Di sini sebanyak 7 klub ikut berkompetisi.

Organisasi Rapi

Selain kompetisi profesionalnya, ada pula kompetisi amatir yang diikuti oleh pemain yang berusia 19 tahun ke atas. Sejumlah 52 klub tergabung ke dalam organisasi yang diberi nama The Amateur Divisions. Piala yang diperebutkan: Open Cup dan The Amateur Cup untuk kategori putra dan putri. Untuk tingkat perguruan tinggi, 581 tim putra dan 348 putri dari berbagai universitas ikut serta.

Seperti olah raga perguruan tinggi lain, pengorganisasiannya tergabung dalam NCAA (National Collegiate Athletic Association). Tingkat pemuda jumlahnya lebih besar. Namun yang paling banyak anggotanya adalah kompetisi usia 19 tahun. Di tingkat ini ada dua tim, yang pria dan wanita. Mereka punya anggota hampir dua juta pemain. Induk organisasinya bernama USYSA (The United States Youth Soccer Association).

Untuk usia 16 ke bawah, piala yang diperebutkan Niotis Cup untuk putra dan Masotto Cup untuk putrinya. Lalu usia 17 ke bawah memperebutkan Piala Nasional untuk putra dan putri. Dan yang terakhir, usia 19 ke bawah yang memperebutkan McGuire' Cup untuk putra dan Athena Cup untuk putri. Sepak bola di AS kini memasuki masa cerah. Pelan tapi pasti, sepak bola mulai disukai di negeri Paman Sam. Mudah-mudahan.

Liga Sepak Bola

Pada umumnya liga sepak bola di tiap negara jumlahnya hanya satu. Tapi Amerika tidak. Mereka membagi dalam tiga kelompok liga. yang masing-masing mempunyai jalur prestasi dan prestise tersendiri. Begitu pula dengan organisasinya, berdiri sendiri, meski masih dalam naungan United States Soccer Federation (USSF). Berikut ini pembagian tersebut:

Liga APSL (American Professional Soccer League)

Colorado Foxes
Fort Lauderdale Strikers
Los Angeles Salsa
Montreal Impact
Tampa Bay Rowdies
Toronto Blizzard
Vancouver 86-ers

Liga NPSL (National Professional Soccer League)

I. Divisi Amerika

Baltimore Spirits
Buffalo Blizzard
Canton Invaders
Cleveland Crunch
Dayton Dynamo
Detroit Rockers
Harrisburg Heat

II. Divisi Nasional

Chicago Power
Denver Thunder
Kansas City Attack
Milwaukee Wave
St Louis Ambush
Wichita Wings

Liga CISL (Continental Indoor Soccer League)

Arizona Sandsharks
Dallas Sidekick
Los Angeles United
Monterrey La Raza
Portland Pride
Sacramento Knights
San Diego Seekers
Charlotte *
Las Vegas *
Pittsburgh *

*) segera bergabung

BEDA FOOTBALL DENGAN SOCCER

Apa beda football denqan soccer? Untuk kita bisa saja sama, berarti sepak bola, olahraga yang paling disukai oleh rata-rata penduduk bumi. Tetapi, di Amerika lain, Di sana football adalah American football, olah raga baku tabrak yang digilai mereka. Jangan salah, mereka menyebut sepak bola dengan soccer, yang menurut mereka olah raga dan tontonan membosankan karena sedikitnya gol yang tercipta.

Bahkan, mereka punya keyakinan, Piala Dunia bukannya membuat orang Amerika jadi gandrung soccer, tapi bangsa-bangsa lain (para finalis Piala Dunia) akan pulang ke negaranya masing-masing dengan membawa bola lonjong dan helm, yang merupakan peralatan khas American football. Agar tidak penasaran, berikut perbedaan umum kedua olah raga ini.


KRITERIA
SEPAK BOLA AMERIKA (Football)
SEPAK BOLA BIASA (Soccer)
Jumlah pemain
11
11
۞ Lapangan
109,8 x 48,8 m
100-110 x 64-72 m
۞ Bola


>bentuk
lonjong
bulat
>berat
1,4-1,5 kg
1,4-1,6 kg
>bahan
karet dibungkus kulit
kulit
۞ Gawang


>bentuk
seperti huruf Y, tanpa jala
huruf U terbalik dan ada jala
>tinggi         
9,15 m (3,05 + 6,10) 
2,44 m
>lebar
5,64 m
7,32 m
۞ Wasit
1 + 5 juri
1 + 2 hakim garis
۞ Poin
gol (menaruh bola) 3 angka
gol (lewati garis) 1 angka

gol (lewati garis) 1 angka


Touchdown (6 angka)

۞ Aturan Umum


>waktu 
4 x 15 menit
2 x 45 menit
>istirahat
2 menit babak I & III
15 menit babak I

10-15 menit babak II

>timeout
6 kali
tidak ada
>waktu ekstra
15 menit  + sudden death
2x15 menit
>hak pemain
Seluruhnya boleh menendang dan membawa bola
Dilarang memegang bola (hanya penjaga gawang)
>nomor
back 10-49, tengah 50-59,
bebas

guards 60-69, tackles 70-79,


ends 80-89

>masker
pakai
tidak pakai
>pelindung badan
pakai
tidak pakai
>pelindung kaki
pakai
pakai
>pergantian pemain
tak terbatas
maksimal 3 pemain (+ kiper)


(foto: infobarrel)



Share:

Piala Dunia 1994: Eh, Tahukah Anda? (4)

Partai Rusia vs Kamerun juga menghasilkan sebuah rekor lain, yaitu pemain tertua yang pernah mencetak gol di Piala Dunia. Pencetak gol tertua. Pemegangnya siapa lagi kalau bukan Roger Milla. Dalam usia 42 tahun, "Singa Tua" ini masih mampu menaklukkan kiper Dmitry Kharin dan membukukan satu-satunya gol bagi Kamerun.

HUGO SANCHEZ BERULTAH

Mereka yang berulang-tahun pekan ini termasuk Hugo Sanchez, penyerang veteran tim Meksiko yang lahir 11 Juli 1958. Pemain lain yang juga merayakan hari jadi adalah: Danny Boffin (Belgia, 10 Juli 1965), Basarab Nica Panduru (Rumania, 11 Juli 1970), Alloy Agu (Nigeria, 12 Juli 1967), Stelios Manolas (Yunani, 13 Juli 1961), Hwang Sun-hong (Korsel, 14 Juli 1968), Goeran Soerloth (Norwegia, 16 Juli 1962), dan Jan Wouters (Belanda, 17 Juli 1960).

REKOR SALENKO

Ketika Rusia membantai Kamerun 6-1, Oleg Salenko mencetak 5 gol bagi tim Beruang Merah itu. Ini merupakan rekor baru dalam hal jumlah gol yang dicetak seorang pemain dalam satu pertandingan di Piala Dunia.

Rekor sebelumnya, 4 gol, dipegang bersama oleh 9 pemain, yaitu Gustav Wetterstrom (Swedia, Piala Dunia 1938), Leonidas (Brasil, 1938). Ernest Willimowski (Polandia, 1938), Ademir (Brasil, 1950), Juan Schiaffino (Uruguay, 1950), Sandor Kocsis (Hongaria, 1954). Just Fontaine (Prancis, 1958), Eusebio (Portugal, 1966) dan Emilio Butragueno (Spanyol, 1986).

Namun Salenko ternyata bukan pemain pertama yang membukukan 5 gol dalam sekali pertandingan di sebuah kejuaraan dunia sepak bola. Michelle Aker-Stahl telah melakukannya di tahun 1991, ketika ia memperkuat AS di Kejuaraan Dunia sepak bola wanita yang berlangsung di Cina.

PERSEBARAN WAKTU GOL

Sebuah analisa yang dilakukan terhadap 93 gol yang tercipta dalam 36 pertandingan babak pertama menunjukkan persebaran waktu tertentu mengenal saat-saat terjadinya gol. Dalam 15 menit pertama dan 15 menit kedua pertandingan, menurut analisa tersebut, jumlah gol yang berhasil disarangkan ke gawang lawan masing-masing 12 atau 12,9 persen. Selanjutnya dalam 15 menit ketiga tercatat 20 go! (21,5%) dibukukan, keempat 19 gol (20,4 persen), kelima dan keenam sama, yaitu 15 gol (16,1 persen).

YANG DIPULANGKAN

Piala Dunia kali ini tampaknya akan mencatat rekor dalam hal pemulangan pemain. Babak penyisihan grup belum lagi berakhir, lima pemain sudah dipaksa angkat koper pulang ke rumahnya masing-masing. Pemain pertama yang dipaksa mengemas koper lebih awal adalah si pirang dari Jerman, Stefan Effenberg. Ia didepak pelatih Berti Vogts karena bertingkah tak senonoh ke arah penonton seusai Tim Panser mengalahkan Korsel 3-2.

Berikutnya Rumania yang mengirim pulang Ioan Vladoiu dengan alasan indisipliner. Dalam pertandingan melawan Swiss yang berakhir 1-4 untuk kekalahan Rumania, Vladoiu mendapat kartu merah karena mengganjal keras Stephane Chapuisat. Kelakuan itu dianggap "sangat memalukan". Selain itu, Vladoiu membuat keributan dengan asisten pelatih Dumitri Dumitreau. Korban yang ketiga adalah sang maestro, Diego Armando Maradona. Apa masalahnya? 

Piala Dunia 1994: Eh, Tahukah Anda?

Tiada lain karena ia terbukti menenggak doping sebelum laga Argentina-Nigeria yang berakhir 2-1. Sedangkan penyerang Rusia, Sergei Yuran, pulang karena kemauannya sendiri. Ia memilih meninggalkan tim karena berselisih pendapat dengan pelatih Pavel Sadyrin.

Demikian pula Joseph-Anfoine Bell yang hengkang sebelum waktunya. Penjaga gawang Kamerun ini dikabarkan sakit hati karena beberapa ofisial mencoba mempengaruhi pelatih Henri Michel untuk tidak memainkannya setelah terjadi sebuah pertengkaran internal.

REKOR MARADONA

Diego Maradona mustinya bisa membuat rekor baru, jika ia tampil dalam partai Argentina vs Bulgaria pekan lalu. Ya, karena dengan memperkuat Argentina dalam pertandingan melawan Nigeria, ia telah menyamai rekor Uwe Seeler (Jerman) dan Wladislaw Zmuda (Polandia) bermain dalam 21 kali pertandingan Piala Dunia. Maradona gagal mencatatkan angka 22, karena terlibat kasus doping yang menyebabkannya harus puas hanya menjadi penonton di sisa kejuaraan akbar ini.

V DAN S

Dari 22 pemain yang dibawa Bulgaria ke AS, sebanyak 21 diantaranya mempunyai nama belakang yang berakhiran 'v'. Satu-satunya perkecualian adalah nama penyerang bernomor punggung 17, Petar Mihtarski. Yunani sama saja. Dalam hal nama belakang, hanya penjaga gawang Antonis Minou yang tidak berakhiran dengan huruf 's'. Sedangkan untuk nama depan, seluruhnya diakhiri oleh abjad ke-19 itu!

GOL KE-1500

Gol ke-1500 Piala Dunia telah lahir. Pencetaknya, Claudio Caniggia, pemain Argentina yang berambut pirang tergerai itu. Gol tersebut adalah gol pertama Argentina ketika memenangkan pertandingan melawan Nigeria 2-1 pekan lalu.

Awalnya, sebuah tendangan bebas yang diambil Diego Maradona dimanfaatkan Gabriel Batistuta yang kemudian menembak keras ke arah gawang lawan. Kiper Peter Rufai gagal menangkapnya dengan sempurna, sehingga Caniggia langsung menyambar bola yang muntah dan menjadikannya gol, tepat di menit ke-22.

JAKARTA DIKUASAI BRASIL

Begitulah paling tidak yang diharapkan oleh 500 orang pria penggemar sepak bola di Jakarta yang berhasil dikumpulkan pendapatnya oleh Survey Research Indonesia (SRI). SRI melakukan poling tersebut setelah ke-16 tim terbaik dunia berhasil meloloskan diri ke perdelapanfinal. Jika FIFA selalu memakai unggulan utama sebanyak 6 negara, maka menurut kesimpulan SRI tadi, Arab Saudi harus termasuk unggulan.

Maklum, Arab Saudi menempati peringkat ke-6 di atas Swedia yang mengalahkan mereka di perdelapanfinal dengan 3-1. Sepuluh besar calon juara dunia versi SRI adalah: Brasil mendapat 48 % suara, Argentina 23%, Jerman 13%. Lalu Italia dan Belanda 4%, Arab Saudi 2%. Bulgaria, Swedia, dan Nigeria 1%. Sedangkan Meksiko di bawah 1%.


(foto: Sydney Morning Herald)
Share:

Artikel Populer

Maurizio Sarri: Tantangan Baru Si Mantan Bankir

Buat tifosi Napoli yang militan dan fanatik, begitu melihat jagoannya cuma meraup dua poin dari tiga laga jelas bikin dongkol selain gundah...

Arsip

Intermeso

Wawancara

Arsip

Artikel Terkini