Perjalanan, Pengalaman, & Pemahaman Permainan Terindah

  • Niac Mitra vs Arsenal 2-0: Gara-gara Udara Panas dan Lapangan Buruk?

    Niac Mitra mengukir kenangan indah di depan ribuan penggemarnya di Stadion Gelora 10 November ketika sore kemarin agak di luar dugaan menaklukkan klub kenamaan Inggris, Arsenal, dengan kemenangan mutlak 2-0.

  • Mino Raiola, Antara Mulut Besar Donald Trump dan Keberingasan Al Capone

    Dalam rimba transfer internasional dunia, ketika akan terjadi deal antara pemain, agennya, dan wakil klub, biasanya pertemuan terjadi di restoran mahal tertutup, lobi hotel mewah bahkan di kamar tertutup. Namun khusus kepada orang yang satu ini sulit terlaksana.

  • Stan Kroenke: Kapitalis Pemuja Wenger

    Sosoknya kaku, irit bicara, pelit senyum apalagi sampai tertawa terpingkal-pingkal. Tak salah kalau pers Inggris menjulukinya the silent man atau si pendiam. Sorot matanya tajam, gerak-geriknya tanpa ekspresi, pikirannya selalu fokus tanda suka berpikir sesuatu yang menarik minat. Suasana hatinya dingin, barangkali sedingin darahnya, dan kelihatannya orang ini rada susah untuk dijadikan teman atau sahabat.

  • Angela Merkel: Wanita Terkuat di Dunia

    Kiprah nyonya besar yang satu ini tak sampai begitu. Tapi pelampiasannya unik. Satu gerakan moral Angela Dorothea Merkel, Kanselir Jerman sejak 2005, yang jadi hobi dan habit sebab sering dilakukan adalah nyelonong ke kamar ganti pemain!

  • Roger Daltrey: Semangat Highbury Highs

    Malam hari penghujung April 2006, Roger Harry Daltrey tak kuasa menahan kenangan masa lalu. Memori kejayaan bersama Pete Townshend, John Entwistle dan Keith Moon saat mengusung aliran progressive rock lewat band The Who di era 1970-an, kerap kali campur aduk dengan era keemasan The Old Double.

  • Persija, Inspirasi dari Soempah Pemoeda

    Berkat sejarahnya, dominasi Persija di blantika nasional tak pernah lekang dimakan waktu. Catatan fenomenal juga ditorehkan klub berlambang Monas sebagai satu-satunya klub dengan rekor tak pernah terkena degradasi sejak debut pada 1931.

  • Asal Muasal Tiqui-Taca, Sepak Bola Bergaya Geometri

    Medio 1980-an, ketika masih masa anak-anak, kata-kata yang kini dikenal dengan tiki-taka sebenarnya sudah sering dihebuskan para komentator Indonesia dalam beberapa acara siaran langsung Piala Dunia atau Piala Toyota di TVRI. Satu yang paling rajin menurut saya adalah Eddy Sofyan. Dia suka menyebutnya dengan ‘tik-tak’ yang berkonotasi umpan-umpan pendek, permainan tek-tok layaknya karambol atau ding dong.

Piala Dunia 1994: Data Fakta (2)

Dua laga dan satu insiden menjadi titik perhatian. Tanpa diduga, kesebelasan favorit Belanda dikalahkan tetangganya, Belgia, dalam penyisihan grup F. Sementara itu berbekal hanya 10 pemain, Italia sanggup juga mengalahkan Norwegia. Drama terbesar terjadi di laga Argentina vs Nigeria. Usai mengalahkan Nigeria, mahabintang sepak bola dunia Diego Maradona tidak lulus tes doping. Berikut rekaman pertandingan pekan ini.


SWISS 4-1 RUMANIA
Grup: A
Waktu: 23 Juni 1994, 03.00 WIB
Tempat: Pontiac Silverdome, Detroit
Wasit: Neji Jouini (Tunisia)
Pencetak Gol: Gheorghe Hagi (36); Alain Sutter (16), Stephane Chapuisat (52), Adrian Knup (66), Georges Bregy (73)
Kartu Kuning: Gheorghe Mihali, Ioan Lupescu (Rumania)
Kartu Merah: Ioan Vladoiu (Rumania)
Penonton: 76.000
Pemain Terbaik: Alain Sutter (Swis)
SWISS: Marco Pascolo; Marc Hotliger, Yvan Quentin, Dominique Herr, Alain Geiger, Christophe Ohrel/Patrick Sylvelter (83), Georges Bregy, Ciriano Sforza, Alain Sutter/Thomas Bickel (71), Stephane Chapuisat, Adrian Knup
RUMANIA: Bogdan Stelea; Dan Vasile Petrescu, Daniel Prodan, Miodrag Belodedici, Ioan Lupescu/Nica Panduru (85), Gheorghe Mihali, Gheorghe Popescu, Dorinel Munteanu, Gheorghe Hagi, Florin Raducioiu, Ilie Dumitrescu/Ioan Vladoiu (70)

AS 2-1 KOLOMBIA
Grup: A
Waktu: 23 Juni, 06.30 WIB
Tempat: Rose Bowl, Los Angeles
Wasit: Fabio Baldas (Italia)
Pencetak Gol: Andres Escobar (bunuh diri,34), Ernie Stewart (52); Adolfo Valencia (90)
Kartu Kuning: Alexi Lalas (AS), Antony de Avila (Kolombia)
Penonton: 100.000
Remain Terbaik: Eric Wynalda (AS)
AS: Tony Meola; Marcelo Balboa, Paul Caligiuri, Fernando Clavijo, Alexi Lalas, John Harkes, Thomas Dooley, Tab Ramos, Mike Sorber, Eric Wynalda/Roy Wegerle (61), Ernie Stewart/Cobi Jones (67)
KOLOMBIA: Oscar Cordoba; Luis Herrera, Luis Carlos Perea, Andres Escobar, Wilson Perez, Leonel Alvarez, Herman Gaviria, Carlos Valderrama, Freddy Rincon, Faustino Asprilla/Adolfo Valencia (46), Anthony de Avilla/lvan Valenciano (48)

ITALIA 1-0 NORWEGIA
Grup: E
Waktu: 24 Juni 1994, 02.55 WIB
Tempat: Giant Stadium, New York
Wasit: Helmutt Krug (Jerman)
Pencetak Gol: Dino Baggio (69)
Kartu Kuning: Pierluigi Casiraghi (Italia), Stig Inge Bjoernebye, Alf Inge Haaland (Norwegia)
Kartu Merah: Gianluca Pagliuca (Italia, 21)
Penonton: 76.000
Pemain Terbaik: Dino Baggio (Italia)
ITALIA: Gianluca Pagliuca; Antonio Benarrivo, Alessandro Costacurta, Franco Baresi/Luigi Apolloni (49), Paolo Maldini, Nicola Berti, Demetrio Albertini, Dino Baggio, Giuseppe Signori, Pierluigi Casiraghi/Daniele Massaro (69), Roberto Baggio/Luca Marchegiani (22)
NORWEGIA: Erik Thorstvedt; Henning Berg, Rune Bratseth, Stig Inge Bjoernebye, Alf Inge Haaland, Lars Bohinen, Erik Mykland/Kjetil Rekdal (81), Oeyvind Leonhardsen, Jostein Flo, Jan Aage Fjoertott, Sigurd Rushfeldt/Jahn Ivar Jakobsen (46).

BOLIVIA 0-0 KORSEL
Grup: C
Waktu: 24 Juni, 06.30 WIB
Tempat: Stadion Foxboro, Boston
Wasit: Leslie Mottram (Skotlandia)
Kartu Kuning: Miguel Angel Rimba, Jose Milton Melgar, Erwin Sanchez, Julio Baldivieso (Bolivia); Shin Hong-gi, Ko Jeong-won (Korsel)
Kartu Merah: Luis Cristaldo (Bolivia)
Penonton: 61.000
BOLIVIA: Carlos Leonel Trucco; Marco Sandy, Miguel Angel Rimba, Gustavo Quinteros, Carlos Borja, Jose Milton Melgar, Vladimir Soria, Luis Cristaldo, William Ramallo/Alvaro Pena (64), Erwin Sanchez, Julio Baldivieso
KORSEL: Choi In-young; Kim Pan-keun, Park Jung-bae, Lee Young-jin, Shin Honggi, Noh Jung-yoon/Choi Young-il (68), Kim Joo-sung, Ko Jeong-woon, Seo Jung-won/Ha Seok-ju (62), Hwang Sunhong, Hong Myong-bo

MEKSIKO 2-1 IRLANDIA
Grup: E
Waktu: 24 Juni 1994, 23.30 WIB
Tempat: Stadion Citrus Bowl, Orlando
Wasit: Kurt Roethlisberger (Swiss)
Pencetak Gol: Luis Garcia (44, 66); John Aldridge (84)
Kartu Kuning: Joaquin del Olmo dan Jorge Campos (Meksiko), Denis Irwin, Terry Phelan (Irlandia)
Penonton: 70.188
MEKSIKO: Jorge Campos; Claudio Suarez, Juan Ramirez Perales, Ignacio Ambriz, Marcelino Bernal, Joaquin del Olmo, Jorge Rodriguez/Raul Gutierrez (80), Luis Garcia, Alberto Garcia Aspe, Carlos Hermosillo/Luis Miguel Salvador (80), Luis Alves
IRLANDIA: Pat Bonner; Denis Irwin, Phil Babb, Paul McGrath, Terry Phelan, Ray Houghton, Andy Townsend, John Sheridan, Roy Keane, Steve Staunton/Jason McAteer (67), Tommy Coyne/John Aldridge (67)

BRASIL 3-0 KAMERUN
Grup: B
Waktu: 25 Juni 1994, 03.00 WIB
Tempat: Stadion Stanford, San Fransisco
Wasit: Arturo Pablo Brizio (Meksiko)
Pencetak Gol: Romario (39), Marcio Santos (66), Bebeto (73)
Kartu Kuning: Mauro Silva (Brasil), Stephen Tataw, Raymond Kalla (Kamerun)
Kartu Merah: Rigobert Bohanang Song (Kamerun)
Penonton: 83.401
Pemain Terbaik: Romario (Brasil)
BRASIL: Claudio Taffarel; Jorginho, Aldair, Marcio Santos, Leonardo, Mauro Silva, Dunga, Zinho/Paulo Sergio (74), Rai/Muller (80), Bebeto, Romario
KAMERUN: Joseph Antoine-Bell; Thomas Libih, Rigobert Song, Raymond Kalla, Hans Agbo, Stephen Tataw, Louis Mfede/Emmanuel Kessack Mabouang (70), Emile Mbouh Mbouh, Marc Vivien Foe, David Embe/Roger Milla (63), Francois Omam-Biyik

SWEDIA 3-1 RUSIA
Grup: B
Waktu: 26 Juni 1994, 06.30 WIB
Tempat: Pontiac Silverdome, Detroit
Wasit: Joel Quiniou (Prancis)
Pencetak Gol: Tomas Brolin (34, penalti), Martin Dahlin (60, 82); Oleg Salenko (4, penalti)
Kartu Kuning: Kennet Andersson, Stefan Schwarz, Martin Dahlin (Swedia); Sergei Gorlukovich, Dmitry Kharine (Rusia)
Kartu Merah: Sergei Gorlukovich (Rusia)
Penonton: 71.528
Pemain Terbaik: Martin Dahlin (Swedia)
SWEDIA: Thomas Ravelli; Roland Nilsson, Patrik Andersson, Joachim Bjoerklund/Magnus Erlingmark (89), Roger Ljung, Stefan Schwarz, Klas Ingesson, Jonas Thern, Kennet Andersson/Henrik Larsson (84), Martin Dahlin, Tomas Brolin
RUSIA: Dmitry Kharine; Dmitry Kuznetsov, Sergei Gorlukovich, Yuri Nikiforov, Viktor Onopko, Dmitry Khlestov, Dmitry Popov/Valery Karpin (41), Alexander Mostovoi, Alexander Borodyuk/Dmitry Galyamin (51), Dmitry Radchenko, Oleg Salenko

ARAB SAUDI 2-1 MAROKO
Grup: F
Waktu: 25 Juni 1994, 23.30 WIB
Tempat: Giants Stadium, New York
Wasit: Philip Don (Inggris)
Pencetak Gol: Sami al-Jaber (7, penalti), Fuad Anwar Amin (45); Mohamed Chaouch (27)
Kartu Kuning: Talal Jabrin, Fuad Anwar Amin, Khalid al-Muwallid (Arab Saudi); Abdelkarim Hadrioui, Abdessalam el-Ghrissi (Maroko)
Penonton: 72.404
Pemain Terbaik: Saeed Owairan (Arab Saudi)
ARAB SAUDI: Mohammad al-Deayea; Awad al-Anazi/Abdullah Sulaiman (29), Mohammad al-Khlawi, Ahmed Jamil Madani, Mohammad Abdul-Jawad; Fuad Anwar Amin, Fahad al-Bishi, Khalid al-Muwallid, Talal Jabrin; Sami al-Jaber/Fahd al-Ghashiyan (79), Saeed Owairan
MAROKO: Khalil Azmi; Abdellah Nacer/Abdeslam El Ghrissi (56), Ismail Triki, Nourredine Naybet, Abdelkrim El Hadrioui; Tahar El Khalej, Larbi Hababi/Mustapha Hadji (72), Rachid Azzouzi; Mohamed Chaouch, Rachid Daoudi, Ahmed Bahja.
Gol tunggal Philippe Albert ke gawang Ed De Goey.
Gol tunggal Philippe Albert ke gawang Ed De Goey.
BELGIA 1-0 BELANDA
Grup: F
Waktu: 25 Juni 1994, 23.30 WIB
Tempat: Stadion Citrus Bowl, Orlando
Wasit: Renato Marsiglia (Brasil)
Pencetak Gol: Philippe Albert (66)
Kartu Kuning: Vital Borkelmans (Belgia); Jan Wouters, Wim Jonk, Rob Witschge, Frank Rijkaard, Dennis Bergkamp (Belanda)
Penonton: 61.219
Pemain Terbaik: Enzo Scifo (Belgia)
BELGIA: Michel Preud'homme; Marc Emmers/Dirk Medved (78), Michel De Wolf, Philippe Albert, Georges Grun, Vital Borkelmans/Rudi Smidts (61), Lorenzo Staelens, Franky Van Der Elst, Enzo Scifo, Marc Degryse, Josip Weber
BELANDA: Ed de Goey; Stan Valckx, Ronald Koeman, Frank Rijkaard, Frank de Boer, Gaston Taument/Marc Overmars (64), Wim Jonk, Jan Wouters, Bryan Roy, Ronald de Boer/Rob Witschge (46), Dennis Bergkamp

ARGENTINA 2-1 NIGERIA
Grup: D
Waktu: 26 Juni 1994, 03.00 WIB
Tempat: Stadion Foxboro, Boston
Wasit: Bo Karlsson (Swedia)
Pencetak Gol: Samson Siasia (4); Claudio Caniggia (22, 29)
Kartu Kuning: Sunday Oliseh, Augustine Eguavoen, Mike Emenalo (Nigeria); Claudio Caniggia (Argentina)
Penonton: 54,453
ARGENTINA: Luis Islas; Roberto Sensini/Hernan Diaz (87), Fernando Caceres, Oscar Ruggeri, Jose Chamot; Diego Simeone, Fernando Redondo, Diego Maradona, Abel Balbo/Alejandro Mancuso (58); Claudio Caniggia, Gabriel Batistuta
NIGERIA: Peter Rufai; Augustine Eguavoen, Mike Emenalo, Uche Okechukwu, Chidi Nwanu, Samson Siasia/Mutiu Adepoju (58), Daniel Amokachi, Sunday Oliseh/Augustine Okocha (87), Emmanuel Amunike; Finidi George, Rashidi Yekini

BULGARIA 4-0 YUNANI
Grup: D
Waktu: 26 Juni 1994, 23.30 WIB
Tempat: Stadion Soldiers Field, Chicago
Wasit: Ali Mohamed Bujsaim (Uni Emirat Arab)
Pencetak Gol: Hristo Stoichkov (5 dan 56, penalti), Yordan Lechkov (66), Daniel Borimirov (90)
Kartu Kuning: Petar Hubchev, Trifon Ivanov, Zlatko Yankov, Daniel Borimirov (Bulgaria), Alexis Alexoudis, Minas Hatzides, Tasos Mitropoulos, Vaios Karayannis (Yunani)
Penonton: 63.160
BULGARIA: Borislav Mihailov; Emil Kremenliev, Trifon Ivanov, Tzanko Tzevetanov/Ilian Kiryakov (77), Petar Hubchev, Zlatko Yankov, Hristo Stoichkov, Krasimir Balakov, Emil Kostadinov/Daniel Borimirov (81), Yordan Lechkov, Nasko Sirakov
YUNANI: Ilias Atmatsides; Stratos Apostolakis, Yannis Kalitzakis, Vaios Karayannis, Kyriakos Karataides, Nikos Nioplias, Spyros Marangos, Minas Hatzides/Tasos Mitropoulos (46), Savvas Koffides, Nikos Machlas, Alexis Alexoudis/Vassilis Dimitriades (58)

AS 0-1 RUMANIA
Grup: A
Waktu: 27 Juni 1994, 03.00 WIB
Tempat: Stadion Rose Bowl, Los Angeles
Wasit: Mario Van Der Ende (Belanda)
Pencetak Gol: Dan Petrescu (17)
Kartu Kuning: John Harkes, Fernando Clavijo (AS), Florin Raducioiu, Dan Petrescu (Rumania)
Penonton: 93.869
AS: Tony Meola; Thomas Dooley, Marcelo Balboa, Paul Caligiuri, Fernando Clavijo, Alexi Lalas, John Harkes, Tab Ramos/Cobi Jones (64), Mike Sorber/Roy Wegerle (75), Ernie Stewart, Eric Wynalda
RUMANIA: Florin Prunea; Dan Petrescu, Daniel Prodan, Miodrag Belodedici/Gheorghe Mihali (88), Gheorghe Popescu, Tibor Selymes, lonut Lupescu, Dorinel Munteanu, Gheorghe Hagi, Florin Raducioiu/Constantin Gilca (85), Ilie Dumitrescu

KOLOMBIA 2-0 SWISS
Grup: A
Waktu: 27 Juni 1994, 03.00 WIB
Tempat: Stadion Stanford, San Fransisco
Wasit: Peter Mikkelsen (Denmark)
Pencetak Gol: Herman Gaviria (45), Harold Lozano (90)
Kartu Kuning: Herman Gaviria, Carlos Valderrama, Leonel Alvarez (Kolombia), Adrian Knup, Georges Bregy (Swiss)
Penonton: 83.769
KOLOMBIA: Oscar Cordoba; Andres Escobar, Luis Herrera, Alexis Mendoza, Wilson Perez, Herman Gaviria/Harold Lazano (79), Carlos Valderrama, Leonel Alvarez, Fredy Rincon, Adolfo Valencia/Antony de Avila (64), Faustino Asprilla
SWISS: Marco Pascolo; Marc Hottiger, Yvan Quentin, Dominique Herr, Alain Geiger, Georges Bregy, Alain Sutter/Marco Grassi (82), Christopthe Ohrel, Ciriaco Sforza, Adrian Knup/Nestor Subiat (73), Stephane Chapuisat

SPANYOL 3-1 BOLIVIA
Grup: C
Waktu: 28 Juni 1994, 02.55 WIB
Tempat: Stadion Soldier Field, Chicago
Pencetak Gol: Josep Guardiola (19), Jose Luis Caminero (66, 71); Erwin Sanchez (67)
Wasit: Rodrigo Badilla (Kosta Rika)
Kartu Kuning: Albert Ferrer, Jose Caminero (Spanyol)
Penonton: 63.089
SPANYOL: Andoni Zubizarreta; Albert Ferrer, Abelardo, Jose Caminero, Voro, Sergi, Juan Goikoetxea, Julen Guerrero, Josep Guardiola/Jose Maria Bakero (67), Felipe/Fernando Hierro (46), Julio Salinas
BOLIVIA: Carlos Trucco; Miguel Rimba, Marco Sandy, Juan Pena, Carlos Borja, Modesto Soruco, Milton Melgar, Vladimir Soria/Ramiro Castillo (61), Erwin Sanchez, Mauricio Ramos/Jaime Moreno (46), William Ramallo

JERMAN 3-2 KORSEL
Grup: C
Waktu: 28 Juni 1994, 03.00 WIB
Tempat: Stadion Cotton Bowl, Dallas
Pencetak Gol: Juergen Klinsmann (12, 37), Karl-Heinz Riedle (20); Hwang Sun-hong (52), Hong Myong-bo (63)
Wasit: Joel Ouiniou (Prancis)
Kartu Kuning: Andreas Brehme, Juergen Klinsmann, Stefan Effenberg (Jerman); Choi Young-il (Korsel)
Penonton: 63.998.
JERMAN: Bodo Illgner; Guido Buchwald, Juergen Kohler, Lothar Matthaeus/Andreas Moeller (63), Andreas Brehme, Thomas Berthold, Stefan Effenberg/Thomas Helmer (74), Matthias Sammer, Thomas Haessler, Juergen Klinsmann, Karlheinz Riedle
KORSEL: Choi In-young/Park Chul-woo (46); Kim Pan-keun, Park Jungbae, Hong Myong-bo, Choi Young-il, Shin Hong-gi, Lee Young jin/Chung Jong-son (40), Kim Joo-sung, Ko Jeong-woon, Hwang Sun-hong, Cho Jin-ho/Seo Jungwon (46)

Klasemen Sementara (hingga Rabu, 29/6)
Grup A                         
Rumania     3 2 0 1 5-5  6        
Swiss       3 1 1 1 5-4  4     
AS          3 1 1 1 3-3  4   
Kolombia    3 1 0 2 4-5  3        
                               
Grup B                         
Brasil      3 2 1 0 6-1  7    
Swedia      3 1 2 0 6-4  5     
Rusia       3 1 0 2 7-6  3    
Kamerun     3 0 1 2 3-11 1       
                               
Grup C                         
Jerman      3 2 1 0 5-3  7       
Spanyol     3 1 2 0 6-4  5      
Korsel      3 0 2 1 4-5  2      
Bolivia     3 0 1 2 1-4  1     
                               
Grup D                         
Argentina   2 2 0 0 6-1  6       
Nigeria     2 1 0 1 4-2  3     
Bulgaria    2 1 0 1 4-3  3      
Yunani      2 0 0 2 0-8  0     
                               
Grup E                         
Meksiko     3 1 1 1 3-3  4       
Irlandia    3 1 1 1 2-2  4   
Italia      3 1 1 1 2-2  4 
Norwegia    3 1 1 1 1-1  4      
                               
Grup F                         
Belanda     3 2 0 1 4-3  6    
Arab Saudi  3 2 0 1 4-3  6      
Belgia      3 2 0 1 2-1  6   
Maroko      3 0 0 3 2-5  0   


(foto: branchofscience/taringa)





Share:

Piala Dunia 1994: Dari Laurent, Stabile Ke Brehme

Siapa pencetak gol pertama. pencetak gol ke-100, ke-500, dan gol ke-1.000? Siapa pencetak gol penalti pertama? Siapa pencetak gol tercepat? Inilah mereka dan sedikit kisahnya.

Catat: 1.443! Inilah jumlah gol yang sudah lahir sepanjang 14 kali pementasan Piala Dunia. Dari Montevideo 1930 hingga Roma 1990. Tapi tahukah Anda. siapa saja pemetik gol-gol bersejarah di Piala Dunia? 
Piala Dunia 1994: Dari Laurent, Stabile Ke Brehme
Gol pertama dipetik Lucien Laurent pada 13 Juli 1930, di stadion Pocitos, milik klub Penarol, di Montevideo, ketika Prancis kemudian menang 4-1 atas Meksiko. "Saat itu pukul 15.12. Saya melihat teman saya Dafour menyodor bola pada Liberati, dan mengumpan lagi pada saya. Bola lalu saya lesakkan ke gawang Meksiko yang dikawal Bonfiglio," kenang Laurent dengan ingatan yang masih kuat.

Ia kini berusia 86 tahun, dan tinggal di kota kecil Besangon, di timur Prancis, bersama anak dan dua cucunya. Anehnya. gol bersejarah Laurent dalam partai perdana Piala Dunia itu cuma disaksikan 1.000 penonton saja! Postur Laurent kini masih tegap. Bahkan dalam usia yang renta itu ia masih bisa menyepak bola. 

Sekali seminggu, setiap Selasa, ia hadir di stadion Leo Logrone. Kali ini bukan sebagai penyerang, tapi penjaga gawang. Apa rahasianya, Monsieur Laurent? "Anak saya ahli farmasi. Tapi hingga detik ini belum satu pil pun saya minta darinya. Rahasia saya sederhana: jalanilah idup ini dengan rasa humor," tuturnya.

Gol Tercepat

Nama Bryan Robson, kapten tim nasional Inggris, juga dicatat sejarah karena gol tercepat yang ia petik di Spanyol 1982. Saat itu, 16 Juni, Three Lions jumpa Prancis di Bilbao. Belum lagi Ron Greenwood menaruh pantatnya di kursi, Bryan Robson sudah mencetak gol.

Begitu cepat, hanya dalam interval 27 detik. Bermula dari kerjasama Ray Wilkins dan Paul Mariner, si gondrong ini membawa bola ke sayap kiri pertahanan Prancis. Menaklukkan Maximme Bossis, striker Ipswich Town ini melambungkan bola. Robson langsung menyambar dengan kaki kanan, membobol gawang Jean-Luc Ettori. Gol!

Rekor gol tercepat Robson ini mengalahkan rekor Mamat Suat, pemain Turki yang melesakkan gol dalam tempo dua menit, meski kemudian mereka kalah 1-4 pada Jerman di Piala Dunia 1954.

Gol penalti pertama? Yang ini dihasilkan pemain Brasil, Joao Coelho Neyo alias Preguinho, di Piala Dunia 1930 ketika mereka dikalahkan Yugoslavia 1-2. Selain mencatat rekor sebagai eksekutor penalti pertama dalam sejarah Piala Dunia, dia juga adalah kapten nasional Brasil dan pencetak gol pertama Brasil di pagelaran Piala Dunia.

Sedang penalti terakhir dihasilkan Andreas Brehme di Roma, 8 Juli 1990. Gol Brehme ini juga gol ke-1.443 Piala Dunia. Siapa pencetak gol ke-1000? Gol ini, yang juga bersejarah, dihasilkan Rob Rensenbrink, penyerang tajam Belanda, dalam Piala Dunia 1978. Gol ke-100? Ini milik Angelo Schiavio atalia). Dalam sejarah Piala Dunia, gol hattrick baru terjadi sekali. Ini dibukukan Geoffrey Hurst, ujung tombak Inggris, ketika tim tuan rumah Piala Dunia 1966 itu menang 4-2 atas Jerman (Barat) di final.

Top-skorer

Kini urusan top scorer, alias pencetak gol terbanyak. Rekor gol yang dipetik satu tim dalam Piala Dunia tercatat atas nama Hongaria. Dengan bintang Ferenc Puskas, Nandor Hidegkuti, dan Sandor Kocsis, Hongaria mengemas 27 gol dari lima partai, atau 5,4 gol tiap pertandingan! Ini lebih besar dibanding Brasil, yang 'cuma' memetik 23 gol dalam Piala Dunia 1938 di Prancis.

Rekor mencetak gol dalam satu pertandingan disandang bintang Brasil, Ademir. Ia menghasilkan empat gol saat Brasil jumpa Swedia di tahun 1950, sama seperti yang dihasilkan Emilio Butragueno ketika Spanyol jumpa Denmark tahun 1986. Namun nama Guillermo Stabile (Argentina) juga abadi dikenang lantaran dialah yang menjadi pencetak gol terbanyak pertama dalam sejarah Piala Dunia, dengan 8 gol pada 1930.

Top skorer keseluruhan? Siapa lagi kalau bukan Just Fontaine, penyerang Prancis, yang mengemas 13 gol di Swedia 1958. Di bawahnya adalah Sandor Kocsis (Hongaria) dengan 11 gol. Siapa top scorer di AS 1994? Siapa pencetak gol pertama? Pertanyaan ini sebentar lagi akan terjawab.

TOP SKORER PIALA DUNIA


1930


Guillermo Stabile (Argentina)


8


1934


Angelo Schiavio (Italia)


4





Oldrich Nejedly (Cekoslowakia)


4





Edmund Cohen (Jerman)


4


1938


Leonidas Da Silva (Brasil)


8


1950


Ademir Marques (Brasil)


9


1954


Sandor Kocsis (Hongaria)


11


1958


Just Fontaine (Prancis)


13


1962


Drazen Jerkovic (Yugoslavia)


5


1966


Ferreira Eusebio (Portugal)


9


1970


Gerd Mueller (Jerman)


10


1974


Grzegorz Lato (Polandia)


7


1978


Mario Kempes (Argentina)


6


1982


Paolo Rossi (Italia)


6


1986


Gary Lineker (Inggris)


6


1990


Salvatore Schillaci (Italia)


6





(foto: famousbirthday/firstpost/nemzetisport)



Share:

Piala Dunia 1994: Eh, Tahukah Anda? (3)

Sepekan setelah bergulir, masyarakat AS mulai keranjingan Piala Dunia. Demam bola tidak saja menimpa mereka tapi juga sanggup menggugah beberapa selebritis olah raga di sana. Lebih hebat lagi, Piala Dunia terus menyajikan beberapa lakon yang semakin membuat publik Paman Sam terpincut dengan sepak bola. Apa saja itu, silakan simak di bawah ini. 

HATTRICK PERTAMA

Gabriel Batistuta pelakunya. Ia membawa Argentina mengalahkan salah satu debutan Piala Dunia, Yunani, dengan gol-gol yang dicetaknya pada menit ke-1, 44 dan 90. Yang terakhir itu dihasilkan melalui titik penalti setelah Startos Apolostakis handsball. Argentina menang 4-0 dalam partai itu. 

GOL BUNUH DIRI PERTAMA

Pemain belakang Kolombia, Andres Escobar, mencetak gol "bunuh diri" pertama di Piala Dunia 1994, ketika timnya jumpa tuan rumah AS. Gol petaka itu terjadi menit ke-35, ketika ia menyapu bola umpan John Harkes yang melenceng ke gawang Oscar Cordoba. 

PENALTI PERTAMA

Penalti pertama jatuh ke tangan Brasil, ketika tim negeri Samba itu berhadapan dengan Rusia. Wasit Lim Kee Chong (Mauritius) menunjuk titik putih setelah Romario diganjal. Rai Oliveira kemudian jadi algojo di menit ke-53. 

GOL TERCEPAT

Gol tercepat belum dapat dipastikan, karena Piala Dunia baru akan berakhir 18 Juli mendatang. Tapi dengan gol yang dicetaknya pada menit pertama, tepatnya detik ke-84, Gabriel Batistuta menjadi calon kuat untuk tampil sebagai pencetak gol tercepat. Sedangkan penalti tercepat kemungkinan besar akan menjadi milik Rusia. Penalti itu terjadi ketika pertandingan antara Rusia dan Swedia baru berjalan kurang dari dua menit. Pencetaknya adalah Oleg Salenko. 

KARTU MERAH PERTAMA BUAT KIPER

Saat berhadapan dengan Norwegia, Italia harus kehilangan penjaga gawang Gianluca Pagliuca. Ia diusir wasit dengan kartu merah karena menghadang Oyvind Leonhardsen menit ke- 21, dan tak lama masuk Luca Marchegiani sebagai pengisi posisi vitalnya. Ini merupakan ulangan kejadian Piala Dunia 1986. Ketika itu, kiper Belgia Jean-Marie Pfaff diusir wasit dalam pertandingan perebutan tempat ketiga melawan Prancis.

Piala Dunia 1994: Eh, Tahukah Anda?
Luca Marchegiani (kiri) menggantikan Gianluca Pagliuca.
SKOR KACA MATA 

Entah karena dibayang-bayangi kebencian masyarakat AS pada pertandingan olah raga tanpa skor, hasil pertandingan dengan skor kacamata jarang terjadi di Piala Dunia kali ini. Hingga partai ke-20, tercatat baru satu kali pertandingan berakhir dengan 0-0. Rekor itu dibukukan Korsel dan Bolivia, dua tim kuda hitam di Grup C. 

KARTU KUNING TERBANYAK

Pertemuan Korsel-Bolivia juga mencatat rekor lain: kartu kuning terbanyak dalam 20 partai pertama. Jumlahnya mencapai lima buah, masing-masing dihadiahkan wasit kepada Ko Jeong-woon, Shin Hong-gi, Park Jung-bae (Korsel); Miguel Rimba dan Julio Cesar Baldivieso (Bolivia). Itu masih ditambah dengan satu kartu merah yang diterima pemain Bolivia, Luis Cristaldo. 

PENONTON TERBANYAK

Tim Singa Afrika Kamerun ternyata punya daya tarik besar. Tidak kurang dari 100.000 penonton memadati Stadion Rose Bowl di Los Angeles, ketika mereka jumpa Swedia. Jumlah yang sama dihasilkan pertandingan antara tuan rumah AS dan Kolombia. Patut dicatat, Rose Bowl memang stadion dengan kapasitas terbesar di AS, dan Los Angeles adalah kota multi-etnis kedua terbesar dengan penduduk terbanyak setelah New York. 

YANG BERULANG TAHUN PEKAN INI

Mereka yang berulang-tahun pekan ini: Adrian Knup (Swiss, 2 Juli 1968), Cle Kooiman (AS, 3 Juli 1967), Spyros Maragos (Yunani, 3 Juli 1967), Stefan van der Heyden (Belgia, 3 Juli 1969), William Ramallo (Kolombia, 4 Juli 1963), Kyriakos Karataidis (Yunani, 4 Juli 1967), Filip de Wilde (Belgia, 5 Juli 1964), Gianfranco Zola (Italia, 5 Juli 1966), Hassan Nader (Maroko, 8 Juli 1965), Magnus Erlingmark (Swedia, 8 Juli 1968), Yordan Lechkov (Bulgaria, 9 Juli 1967), dan Gary Kelly (Irlandia, 9 Juli 1974). 

PEMAIN TERTUA

Siapa pemain tertua di Piala Dunia 1994? Siapa lagi kalau bukan Roger Milla. Si Penari Perut dari Kamerun itu sekarang telah berusia 42 tahun. Ia lahir 25 Mei 1952, sekaligus memecahkan rekor pemain tertua sepanjang sejarah Piala Dunia. Pemain termuda? Kali ini dipegang bintang masa depan Brasil, Ronaldo Luiz Nazario. Ia baru akan genap 18 tahun pada 22 September mendatang. 

SEMUA PEMAIN DOMESTIK

Semua pemain-pemain Spanyol, Italia. Yunani dan Arab Saudi berasal dari liga domestik sendiri. Apakah mereka tidak laku? Mungkin ini hanya sebuah lelucon. Tetapi kenyataannya, tidak ada satu pun anggota tim Piala Dunia 1994 mereka yang bermain untuk klub-klub luar negeri. Sebaliknya, dari 22 pemain yang tergabung dalam tim nasional Irlandia, tidak ada satu pun yang merupakan pemain dari liga domestik atau klub lokal. 

HARKES PRIA TERGANTENG

John Harkes (27), sayap kiri AS bernomor punggung 6, sebenarnya termasuk salah satu dari 50 orang terganteng di Amerika. Sayangnya ia sangat tidak terkenal di Amerika sana gara-gara salah pilih hobi dan profesi. Mau tahu sebabnya kenapa ia tak begitu dikenal padahal kece berat? Karena ia adalah pemain sepak bola profesional. 

John Harkes Terganteng

PERJUANGAN JIM COURIER 

Asal tahu saja, sekarang Jim Courier (24), mantan petenis nomor satu dunia asal AS, punya cabang olah raga baru yang digemarinya. Hal itu dikatakannnya dalam jumpa pers setelah kekalahannya dari Guy Forget (Prancis) di Wimbledon. "Dalam benak saya sekarang ada tiga cabang olah raga, pertama tenis. kedua bisbol, dan ketiga.... sepak bola," ujarnya. Jadi Anda ingin menonton pertandingan tim nasional AS nanti? "Ya, tiba-tiba saja saya ingin menyaksikan tim AS bermain melawan musuh-musuh beratnya. Perjuangan AS mungkin sama beratnya dengan saya untuk mendapatkan tiket pertandingan. Tapi saya pasti nonton. Lihat saja," katanya. 


(foto: wavel.com)
Share:

Ronald Koeman: Pelakon Cannonball Maut

Ronald Koeman memang bak kuman pembunuh. Tengoklah kecepatan tendangannya: 112 km/jam! Gila, meski jangan dibandingkan dengan servis tercepat yang pernah dilakukan petenis Pete Sampras. 

Dan hebatnya, dari tendangannya yang bak kilat itu, ia sudah melesakkan sebelas gol untuk klub Barcelona pada musim kompetisi 1993/1994. Bukan main. Hampir semua kiper terbaik di dunia pernah merasakan betapa sulitnya mengantisipasi sepakan Koeman. 

David Seaman, kiper utama Inggris, pernah dibikin terperangah ketika gol kedua Koeman, dari tendangan bebas, memperbesar kemenangan Belanda 2-0 atas Inggris dalam Pra Piala Dunia zona Eropa tahun lalu.

Ronald Koeman: Pelakon Cannonball Maut

Gianluca Pagliuca, kiper nomor satu Italia, juga dibuat menangis tatkala tendangan geledek Koeman menembus gawangnya, sebelum Barcelona menang 1-0 atas Sampdoria dalam final Piala Champion 1992. "Benar-benar maut," ucap Pagliuca. Zetti, kiper Sao Paulo, juga pernah berharap semoga gawangnya tidak diteror dengan cannon ball-nya Koeman. "Datangnya bagai angin puyuh," komentarnya.

Koeman, lahir 21 Maret 1963, beserta tendangan mautnya, dan kawan-kawannya tentu, sebentar lagi akan beraksi di Amerika. Mantan pemain Groningen, Ajax, dan PSV itu mudah-mudahan kembali memberi bukti bahwa Belanda layak ke partai puncak. Menjadi finalis, dan kemudian juara.

SEKILAS BELANDA


Jumlah Klub
7.192
Federasi
Koninklijke Nederlandsche Voetbal Bond (KNVB)
Ketua KNVB
Jo W Van Marie
Berdiri
1889
Gabung FIFA
1904 (salah satu pendiri)
Jumlah Pemain
978.324
Luas Wilayah
41.548 km2
Penduduk
15 juta
Prestasi Piala Dunia
Runner-up 1974 & 1978
Pelatih
Dick Advocaat  

SKUAD BELANDA

No.
Pemain
Posisi
Lahir
Klub
(13)
Edwin Van Der Sar
Kiper
29.10.70
Ajax
(1)
Ed De Goey
Kiper
20.12.66
Feyenoord
(22)
Theo Snelders
Kiper
07.12.63
Aberdeen
(15)
Danny Blind
Belakang
01.08.61
Ajax
(2)
Frank De Boer
Belakang
15.05.70
Ajax
(14)
Ulrich Van Gobbel
Belakang
16.01.71
Feyenoord
(21)
John De Wolf
Belakang
10.12.62
Feyenoord
(18)
Stan Valckx
Belakang
20.10.63
Sporting Lisbon
(4)
Ronald Koeman
Belakang
21.03.63
Barcelona
(3)
Frank Rijkaard
Tengah
30.09.62
Ajax
(5)
Rob Witschge
Tengah
22.08.66
Feyenoord
(16)
Arthur Nurman
Tengah
14.12.69
PSV Eindhoven
(6)
Jan Wouters
Tengah
17.07.60
PSV Eindhoven
(8)
Wim Jonk
Tengah
12.10.66
Internazionale
(20)
Aaron Winter
Tengah
01.03.67
Lazio
(9)
Ronald De Boer
Depan
15.05.70
Ajax
(7)
Marc Overmars
Depan
29.03.73
Ajax
(19)
Peter Van Vossen
Depan
24.04.68
Ajax
(17)
Gaston Taument
Depan
01.10.70
Feyenoord
(10)
Dennis Bergkamp
Depan
18.05.69
Internazionale
(12)
John Bosman
Depan
01.02.65
Anderlecht
(11)
Bryan Roy
Depan
12.02.70
Foggia


(foto: mirror/elperiodico)



Share:

Artikel Populer

Maurizio Sarri: Tantangan Baru Si Mantan Bankir

Buat tifosi Napoli yang militan dan fanatik, begitu melihat jagoannya cuma meraup dua poin dari tiga laga jelas bikin dongkol selain gundah...

Arsip

Intermeso

Wawancara

Arsip

Artikel Terkini